NTT Harus Gandeng Swasta Kembangkan Pariwisata

Labuan Bajo, pintu gerbang pariwisata NTT.
Labuan Bajo, pintu gerbang pariwisata NTT.

Jakarta (Paradiso) – Kemenparekraf bersama Dinas Parekraf Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan stakeholder terkait berkomitmen mengimplementasikan beberapa program untuk pengembangan sektor pariwisata NTT.

Sebanyak delapan poin program pengembangan tersebut disusun dan disepakati untuk mewujudkan visi NTT menjadi destinasi unggulan wisata di Indonesia.

Menurut Perwakilan dari Flores Trails Emil Bei mengatakan program ini perlu disusun bersama dengan stakeholder terkait karena beberapa permasalahan. Masalahnya adalah swasta sering tidak diikutsertakan dalam perencanaan mulai dari masterplan hingga implementasi program.

“Yang sering terjadi adalah pemerintah bicara banyak sekali tapi tidak nyambung dengan swasta. Adapun delapan program tersebut antara lain adalah pegelaran event seni dan budaya serta pengembangan desa wisata,” ujarnya.

Dikatakan, saya mengusulkan bahwa desa wisata bisa menjadi pilot project untuk pelaksanaan program pariwisata ini. Dengan pengembangan desa wisata, komponen lain pariwisata juga turut dikembangkan.

“Kalau desa mau menjadi center awal perubahan maka pariwisata harus dijadikan gerakan rakyat. Dengan dijadikan gerakan rakyat akan banyak pihak yang menjamin bahwa gerakan itu akan terus tumbuh dan hidup,” ujarnya.

Sementara Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Frans Teguh menegaskan bahwa keberhasilan program ini memang juga ditentukan oleh pengusaha-pengusaha yang mau berinvestasi di provinsi NTT.

Di dalam rapat koordinasi tersebut juga diungkapkan bahwa penduduk NTT yang saat ini bekerja dalam bidang pariwisata di Bali mencapai ratusan ribu orang. Jika industri pariwisata NTT menjadi besar, diharapkan para pekerja itu mau kembali dan mengembangkan daerahnya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.