Obati Rindu Masakan Ibu Dibalut Suasana Rumahan di Restoran Patheya

resto2Jakarta (Paradiso) – Berawal dari kegemarannya memasak Rahayu Ningsih Hoed mendirikan Patheya Restaurant  & Function Rooms, yakni restoran yang menyajikan makanan rumah ala masakan Ibu.

“Masak merupakan bukti kasih dan perhatian kepada keluarga dan teman-teman. Kebetulan saya senang menjamu tamu dengan masakan yang saya buat sendiri,” ungkapnya kepada Paradiso.co.id di restorannya belum lama ini.

Menurutnya, atas desakan teman-temannya ia pun membuka restoran di tempat tinggalnya dulu untuk dijadikan restoran, agar masakannya dapat dinikmati setiap saat dan menjangkau khalayak yang lebih besar.

Rahayu pun tidak segan terjun langsung ke dapur untuk menyiapkan masakan bagi pelanggan. Bahkan di kemudian hari, apabila pelanggan menginginkan masakan khususnya, misalnya kangen akan masakan daerah atau masakan yang dulu pernah dibuat oleh ibu atau keluarga pelanggan, ia pun bersedia untuk melayaninya dengan perjanjian terlebih dahulu untuk mempersiapkan bahan-bahan.

Masakan yang bisa dipesan antara lain masakan Indonesia, masakan Asia, masakan Eropa yakni, masakan Perancis ataupun kalkun yang biasa disantap dalam rangka Thanksgiving.

Rahayu Ningsih Hoed (kiri) dan Anto Hoed
Rahayu Ningsih Hoed (kiri) dan Anto Hoed

“Saya sering menyelenggarakan private party terutama kalau teman-teman ekspatriat merayakan pesta Thankgiving. Kelezatan kalkun yang saya buat diakui mereka sangat harum dan juicy dan tidak membuat seret di tenggorokan seperti yang mereka santap di negaranya sendiri,” jelas Rahayu yang biasa disapa Yayuk ini.

Menu yang ditawarkan Restoran Patheya yang terletak di Jalan Kemang Utara Raya No 22 Jakarta Selatan, antara lain, yakni mulai dari menu appetizers: Vol Au Vent, Croquette, Nachos Salad: Pomelo Mango Salad.

“Vol au vent memang menjadi sajian andalan, kalau diterjemahkan bahasa Perancisnya Vol itu pesawat dan vent adalah angin, tapi maksudnya sih kalau makan makanan cemilan ini serasa terbang karena kenikmatannya,” ujar Yayuk yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

Resto yang bisa menampung hingga 300 tamu ini  memiliki banyak ruang pertemua. Keragaman menunya pun juga  patut diacungkan jempol karena membuat begitu banyak pilihan.

Selain Vol Au Vent, ada Pomelo Mango Salad, Beef Lasagna, Nachos, Crispy Chicken Salad, Patheya Beef Pho Soup, Grilled Chicken,  Pizza Marinara, Patheya Sandwich, Patheya Tom Yum Sup, Lamb Chops, Salmon Puff Pastry, Grilled  Salmon dan Fish & Chips.  Masih ada Caesar Salad, Fettucine Carbonara, Patheya BBQ Ribs, Spaghetti Bolognaise hingga Wagyu Burger  dan menu lainnya yang langka juga tersedia di restoran ini.

Untuk yang terbiasa dengan masakan Indonesia  restoran yang mempertahakan konsep rumah tinggal mulai dari kolam renang, taman, dan kamar mandi yang nyaman ini juga menyediakan Nasi Goreng,  Sop Buntut, Iga Asem-asem, dan Kwetiauw Goreng.

“Mau menu rumahan ala masakan ibu juga bisa pesan  terutama untuk acara-acara khusus seperti arisan atau rapat-rapat kecil,” ungkap ibu dari penulis lagu dan penata musik Indonesia, Anto Hoed.

Tidak ada kata “capek” bagi Yayuk yang berkutat berjam-jam di dapur, bahkan baginya, memasak mempunyai fungsi katarsis, yakni mengurangi kepenatan dan keruwetan pikiran setelah bekerja. Melihat keluarga dan para tamunya menikmati masakannya dengan penuh selera baginya memberikan kepuasan batin.

Dalam menjalankan kegiatan restoran ini, Yayuk dibantu sejumlah koki handal asli Indonesia. “Hampir 20 lebih koki saya test dan seleksi sendiri. Saya tidak hanya menilai rasa masakannya dan penyajiannya tetapi juga perilakunya di dapur,” ungkap Yayuk yang pernah bekerja sebagai wartawan di salah satu media cetak nasional ini.

restoMenurutnya ia ingin memasak bukan hanya sekedar kewajiban atau pekerjaan bagi karyawannya, tetapi juga ada kecintaan atau “passion” untuk menyajikan makanan-makanan yang bermutu, sehat, dan membahagiakan.

Yayuk mengatakan, “Cara saya melayani masih kekeluargaan artinya kerap menyesuaikan budget dari tamu-tamu terutama dari beragam komunitas yang nota bene juga teman-teman dari Anto atau Melly (pencipta lagu dan istri Anto Hoed) maupun tamu luar. Jadi ada harga paket Rp 100.000 per orang, ada juga yang Rp 250.000 per orang”.

“Saya berharap kedepannya Patheya dapat menjadi tempat singgah tur kuliner khusus masakan Indonesia bagi wisatawan mancanegara atau orang asing yang baru tinggal di Indonesia yang ingin belajar masakan Indonesia,” ungkapnya.

Tur kuliner ini menurutnya dimulai dari kunjungan ke pasar Tradisional untuk memilih dan membeli bahan baku masakan, sejarah, dan proses memasak menu makanannya.

Patheya menurut Yayuk berasal dari Bahasa Sansekerta yang artinya bekal perjalanan atau ‘food for the journey’. Ia ingin agar makanan yang dinikmati di Patheya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memuaskan, menguatkan, dan membahagiakan seperti menikmati bekal pada waktu bepergian.

“Waktu kecil, ketika diajak bepergian, saya selalu menikmati bekal yang dibawa, ada kegembiraan dan pengharapan ketika membuka bekal yang dibawa untuk di perjalanan, biasanya bekalnya arem-arem, telor asin, dan nasi dengan ayam atau serundeng,” ungkapnya.

Dikatakannya Patheya mulai beroperasi setelah Idul Fitri 2014 lalu, dengan menyulap rumah tinggalnya menjadi restoran yang  membuat tamu-tamunya betah karena atmosphir rumahan  tapi elegant yang diciptakannya . Hampir setiap sudut dimanfaatkan dengan baik untuk tempat  santap yang nyaman.

Tampak di salah satu sudut luar ruangan di lantai atas  yang menghadap jalan Kemang Raya Utara,  seluruh dinding dihiasi dengan lukisan mural café di Perancis dan suasana pesta musik yang mengundang tamu langsung ingin berfoto-foto narsis berlatar belakang lukisan mural itu.

Selain suasana kota Paris, pengunjung juga bisa memilih sudut ruangan dengan budaya Indonesia, yakni rumah Joglo yang  menghadap ke kolam renang yang dilengkapi dengan alat musik.

Dengan luas, 8 meter x 10 meter dan suasana taman yang asri, rumah joglo menjadi tempat yang sangat menunjang untuk acara sakral seperti resepsi pernikahan maupun acara pribadi resmi lainnya seperti pameran seni budaya dengan suasana tradisional. Didominasi dengan warna coklat khas kayu, Rumah Joglo akan membuat suasana pesta lebih terasa santai dan nyaman, seperti di rumah.

Menurutnya setiap malam Minggu, Abadi Soesman, musisi, dan pencipta lagu kawakan tampil regular di Patheya.

“Bagi yang ingin melakukan peluncuran produk, jumpa pers, rapat-rapat  dengan kapasitas enam hingga 30 orang bisa dilakukan di ruangan  bergaya interior Eropa,” tambah

Pihaknya juga bisa menyulap ruangan yang ada untuk private wedding  dengan menjaga privacy klien sehingga tak perlu jauh-jauh memboyong keluarga dan tamu-tamu terbang ke Pulau Dewata karena pesta-pesta khusus sudah sering diselenggarakannya jauh sebelum restoran itu  dibuka. (evi)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.