Ombak Padang Padang Setinggi 6 Ditaklukan 4 Surfer Lokal

Bali – Surfer lokal asal Kuta, Raditya Rondi berhasil menaklukan gelombang ombak Padang Padang setinggi 6 kaki dengan sangat indahnya pada hari Jumat,  dimana tempat ini merupakan ajang dari 16 peselancar terbaik di Bali pada hari kedua acara Trials Invitational Rip Curl Cup Padang Padang 2019.
Ini adalah pembalasan dendam yang manis bagi surfer asal Pantai Kuta yang berusia 30 tahun dan juga mantan Finalis Rip Curl Cup, setelah nyaris tidak lolos pada babak kualifikasi acara Trials Padang Padang tahun lalu saat ia harus tereliminasi oleh surfer  lokal asal Uluwatu, Agus “Blacky” Setiawan dengan hanya satu ombak sebelum bel berbunyi. 

Raditya Rondi saat beraksi di atas ombak padang padang

“Ini pertama kalinya saya bisa mengikuti kompetisi utama melalui acara Trials dan rasanya sangat luar biasa,” kata Rondi yang selalu menjadi undangan abadi ke kompetisi utama. “Padang Padang merupakan sebuah pembuktian diri untuk semua surfer di Bali. Saya senang para surfer muda ini bisa mendapat kesempatan untuk masuk ke dalam kompetisi utama melalui acara Trials dan saya senang bahwa saya bisa membuktikan bahwa saya masih layak berada di sini.”

Gelombang ombak dari arah barat daya yang kuat menerjang terumbu atas pantai Padang Padang pada hari Jumat dan menyiapkan gelombang ombak setinggi 6 kaki yang datang bergemuruh di atas karang sepanjang hari. Tanpa diragukan lagi, hari itu adalah hari terbaik untuk berselancar di Padang Padang sepanjang tahun ini dan menyambut ke-16 surfer lokal yang tersisa setelah hari pertama acara Trials yang sudah berlangsung di awal Juni lalu.   

Di babak final, Rondi lah yang menarik perhatian dan berhasil meraih posisi pertama. Dia meluncur dalam gulungan ombak yang tinggi dan keluar dengan anggun serta mendapatkan nilai gabungan 13.40. Dalam perjalanan menuju babak final, Rondi juga berhasil mencetak nilai tertinggi di hari itu yaitu sebesar 14.66 pada babak perempat final kedua. Tepat membuntuti Rondi dan menjadi runner-up di babak final adalah Agus “Dag Dag” Sumertayasa, surfer lokal asal Bingin yang berusia 25 tahun dan berhasil mencetak nilai 12.60. “Dag Dag” juga berhasil mendapatkan undangan pertamanya di kompetisi utama. Berakhir di posisi ketiga, yaitu surfer asal Uluwatu, Koki Hendrawan yang berusia 27 tahun dan berhasil mendapatkan nilai 9.73, dan posisi keempat diraih oleh surfer lokal asal Kuta, Mustofa Jeksen yang berusia 31 tahun dan mendapatkan nilai 8.33. 

Keempat finalis akan diundang ke kompetisi utama Rip Curl Cup. Mereka akan bergabung dengan keempat surfer lokal terbaik lainnya dari Rip Curl Cup tahun lalu yaitu Agus “Blacky” Setiawan (runner-up 2018), Bol Adi Putra (posisi ketiga di tahun 2018), Mega Semadhi (posisi keempat di tahun 2018), dan Garut Widiarta (posisi ketujuh di tahun 2018) untuk mewakili Indonesia bertanding dengan surfer terbaik dunia di Padang Padang antara tanggal 1 – 31 Juli 2019. 

Ke-16 surfer yang diundang untuk bertanding akan diumumkan pada acara pembukaan Rip Curl Cup pada hari Minggu ini, tanggal 30 Juni 2019. 

“Ini akan menjadi pertama kalinya saya berlomba di kompetisi utama Rip Curl Cup,” kata Agus “Dag Dag” Sumertayasa yang sangat gembira saat diarak kepantai oleh para kru Bingin. “Saya senang bisa berada di acara ini dan mewakili rumah saya, Bingin. Saya ingin memenangkan lomba ini untuk semua kru Bingin!.”

Sumertayasa, Rondi dan yang lainnya akan menghadapi kompetisi yang ketat. Diantara para kontestan yang akan bertanding di acara Rip Curl Cup 2019 adalah juara bertahan Jack Robinson (AUS), sang legendaris WCT Taj Burrow (AUS), veteran WCT Matt Wilkinson (AUS), dan surfer ganas Barron Mamiya (HAW), Benji Brand (ZAF), serta Mason Ho (HAW). 

“Saya merasa terhormat bisa kembali ke kompetisi Rip Curl Cup,” kata Mustofa Jeksen yang juga berhasil masuk kedalam babak kualifikasi tahun lalu. “Itu selalu menjadi tujuan saya setiap tahun, untuk bisa berselancar melawan yang terbaik di Bali. Saya bangga dengan semua peserta yang sudah bertanding dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.”

Bagi keempat finalis, babak final ini hanyalah menjadi penutup manis setelah seharian berselancar dan mengamankan tempat mereka di kompetisi surfing paling bergengsi di Indonesia. Menurut James Hendy selaku ketua penyelenggara acara, tahun ini sekali lagi Rip Curl memastikan bahwa semua surfer lokal terbaik mendapatkan kesempatan mereka di Padang Padang dengan masa tunggu delapan minggu yang mengesankan pada acara Trials ini – empat minggu lebih lama dari masa tunggu kompetisi utama. Mereka membutuhkan semua hari terakhir untuk bisa mendapatkan ombak yang spektakuler di Padang Padang, yang akhirnya datang pada dua hari terakhir. 

“Kami menyiapkan masa tunggu selama dua bulan untuk memastikan para surfer lokal memiliki kesempatan untuk bertanding di Padang Padang,” kata James Hendy. “Namun, gelombang ombak Padang Padang datang saat kita sangat menginginkannya dan para surfer lokal dihadiahi ombak terbaik di Padang Padang pada musim ini karena kesabaran mereka. Kita sangat menantikan hari lainnya dengan ombak yang luar biasa saat para surfer terbaik dunia ada di sini untuk berlaga di kompetisi utama pada bulan Juli ini. “

Masa tunggu untuk kompetisi Rip Curl Cup 2019 akan dimulai pada tanggal 1 sampai dengan tanggal 31 Juli 2019, selama sebulan penuh pada puncak musim ombak Indonesia, menyediakan lahan yang luar biasa dengan gulungan ombak hijau Bali yang terkenal didunia. 

Hasil Final Trails Rip Curl Cup 2019:
Posisi 1, Raditya Rondi (Kuta, Bali) 13.40 
Posisi 2, Agus “Dag Dag” Sumertayasa (Bingin, Bali) 12.60 
Posisi 3, Koki Hendrawan (Uluwatu, Bali) 9.73 
Posisi 4, Mustofa Jeksen (Kuta, Bali) 8.33 

*Keempat finalis mendapatkan undangan di kompetisi utama Rip Curl Cup 
Tonton cuplikan video resmi tahun 2019 pada tautan dibawah ini: https://youtu.be/I0K0BQ4au7E

Untuk akses foto-foto, video, press release dan jangkauan luas mengenai konten yang bisa dipergunakan untuk liputan Rip Curl Cup 2019, silahkan kunjungi tautan terlampir:  https://ripcurl.box.com/s/3kzsu0q5j94lltjup3ccfme5sljoklrm

Rip Curl Cup Padang Padang 2019 juga akan disiarkan langsung ke dunia melalui ripcurl.com. Para penggemar juga dapat mengunjungi situs Surfline sebagai peramal ombak resmi untuk acara ini dan mengecek perkiraan terbaru ombak Padang Padang, begitu juga berita terakhir mengenai status kontes secara real-time, dan video terbaru dari Bali. 

JADWAL ACARA RIP CURL CUP PADANG PADANG 2019: 

Event Waiting Period
1 – 31 Juli 2019 

Opening Ceremony
Minggu, 30 Juni 2019 Pk. 15.00 (WITA) di Pantai Padang Padang, Bali. 
1.        Meet the surfers 
2.        Press conference 
3.        Traditional Balinese Kecak Dance 

Official Rip Curl Cup Party
Jumat, 26 Juli 2019, dari jam 14.00 (WITA) – selesai. 
Live performance dengan bintang tamu spesial di Ulu Cliff House. 

Rip Curl Cup Padang Padang 2019 disponsori oleh: GOPRO, BINTANG, ALBENS CIDER, BIZNET sebagai penyedia layanan internet resmi, Ulu Cliffhouse, Official hotel partners yaitu Radisson Blu Uluwatu dan S-Resorts Bali,  dan didukung juga oleh Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) & Asian Surf Co. (ASC).

Media partner: SurfTime, BaliBelly dan Fuel TV.

Rip Curl dengan bangga mendukung Plastic Free Uluwatu, organisasi non-profit yang bekerja untuk meningkatkan Sistem Pengelolaan Sampah di desa Pecatu bersama dengan badan usaha catu swero untuk menjaga pantai dan area pecatu/Uluwatu bersih dan aman. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.