Optimisme Mengejar 20 Juta Wisman

Jakarta (Paradiso) – Hingga Oktober 2014, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah wisatawan sudah mencapai 7.755.616 orang, atau naik 8,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2013. Jumlah wisman yang terus meningkat seiring optimisme pemerintah untuk mendatangkan 20 juta wisman pada 2019.

Diprediksi jumlah kunjungan wisman mencapai 9 juta lebih hingga akhir desember 2014, sementara kunjungan wisatawan nusantara mencapai 250 juta orang. Daya saing pariwisata Indonesia menurut Forum Ekonomi Dunia (WEF) berada di urutan ke-70 dunia.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menjelaskan capaian pariwisata di bidang ekonomi pada tahun 2014 antara lain; kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 4,01 persen. Devisa yang dihasilkan oleh pariwisata sebesar 10,69 miliar dolar AS.

“Jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata sebanyak 10,3 juta orang, dan daya saing pariwisata Indonesia tahun 2013 berada di ranking 70 dunia menurut World Economic Forum (WEF),” kata Arief Yahya saat jumpa pers akhir tahun di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (23/12).

Menpar juga menyebutkan target untuk tahun 2015, yaitu mendatangkan 10 juta wisman, 254 juta wisnus, perolehan devisa sebesar 12,05 miliar Dolar AS, pengeluaran wisnus Rp 201,5 triliun dan peningkatan jumlah tenaga kerja bidang pariwisata hingga 11,3 juta.

Arief Yahya menjelaskan lebih jauh, untuk mencapai target 20 juta wisman pada 2019 berbagai upaya harus dilakukan di antaranya perbaikan infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT (Information and Communication Technology), health and hygiene, dan aksesibilitas (conectivity, seat capacity dan direct flight) serta regulasi.

Menurut dia kekuatan pariwisata Indonesia pada tiga unsur yakni nature, culture, dan manmade. “Ketiga unsur ini masing-masing akan dikembangkan sebagai produk wisata andalan secara proporsional,” katanya.

Upaya Indonesia mendatangkan 20 juta wisman ini tentu tidak mudah. Walaupun jika dilihat angkanya, ada yang berpendapat jumlah ini bukanlah angka yang besar. Tidak besar karena berdasarkan data terbaru Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA), yaitu Asia Pacific Visitor Arrival Forecasts 2014-2018 (Prediksi Kunjungan Wisatawan di Kawasan Asia Pasifik 2014-2018), Thailand menerima kunjungan wisatawan internasional sebanyak 26,5 juta orang. Laporan tahun 2013 itu juga menyebutkan, Malaysia akan membukukan kunjungan wisatawan internasional 26,3 juta orang dan Singapura 15,6 juta orang.

Jika melihat jumlah kedatangan wisman di Indonesia yang masih di bawah 10 juta saat ini tentunya bukan persoalan mudah, dan kendala infrastruktur masih membayangi.

Sebenarnya saat ini adalah momentum yang tepat meningkatkan pariwisata Indonesia. Kawasan Asia Tenggara selama periode 2005-2012 mengalami pertumbuhan wisman tertinggi di dunia, yakni 8,3 persen, jauh di atas pertumbuhan pariwisata global yang sebesar 3,6 persen. Tahun 2013 pertumbuhan wisman di ASEAN mencapai 12 persen, jauh di atas 5 persen pertumbuhan global. Dengan tumbuhnya minat masyarakat dunia ke ASEAN, Indonesia harus tampil di depan agar wisman tertarik datang.

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Pariwisata pada 2013, ada lima besar produk wisata sebagai kontributor kunjungan wisman, yakni wisman yang melakukan wisata belanja dan kuliner (80 persen), wisata religi dan heritage (80 persen), wisata bahari (35 persen), wisata MICE (25 persen), serta wisata olahraga (5 persen).

Permudah Ijin Masuk Wisman

Arief menjelaskan dalam upaya mencapai target kunjungan wisman ijin masuk wisatawan ke Indonesia harus dilakukan dengan cepat dan dipermudah. “Ijin masuk wisatawan itu khususnya yacht harus dilakukan sehari bukan berminggu-minggu. Lakukan ijin dengan mudah melalui online,” ujarnya.

Kemudian, persoalan imigrasi juga harus dilakukan dengan baik. Arief Yahya mengatakan bila proses imigrasi bisa dilakukan di tempat terdekat akan semakin efisien waktu.

Jika wisman memasuki Indonesia dengan memakai yacht atau kapal pesiar maka proses kepabean pun juga harus dipermudah. “Jaminan tertulis atas impor sementara kapal layar wisata atau yacht bisa diberikan oleh pemilik kapal atau awak kapal yang bersangkutan juga harus terus diperbaiki,” ujarya.

Peningkatan jumlah yachter yang masuk ke Indonesia sangat penting untuk pengembangan wisata bahari. Oleh karena itu pemerintah akan mempermudah izin masuk Clearance Approval for Indonesian Territory (CAIT). Rencana ini pun sudah disetujui oleh presiden dan akan diberlakukan mulai 2015. “CAIT untuk yacht sudah ditandatangani. Sudah disetujui oleh presiden,” ujarnya.

Arief menjelaskan bahwa ada 4 poin dalam perubahan peraturan presiden terkait dengan masuknya kapal yacht asing ke Indonesia. Keempat poin ini adalah ijin masuk CAIT, kepabeanan, imigrasi dan pelabuhan. Ijin masuk yang semula memakan waktu 3 minggu akan dipercepat menjadi 1 hari. “Ijin masuk 3 minggu jadi seminggu kemudian 1 hari dan online,” ujarnya.

Indonesia sebagai negara maritim sendiri punya banyak gerbang masuk. Jadi, pariwisata Indonesia ke depannya tidak lagi berfokus hanya pada maskapai penerbangan untuk mengundang wisatawan. Potensi yacht dan cruise pun cukup tinggi untuk membawa wisatawan berkunjung ke Indonesia.

Capaian Kerja Menpar

“20 juta itu target dari Presiden bukan dari Menteri Pariwisata. Artinya itu tugas yang harus dikejar menteri,” jelas Arief Yahya. Arief pun mengaku yakin bisa menembus angka tersebut, dengan menguatkan kerjasama antara pemerintah pusat, swasta dan pemda yang saling mendukung dan sinergi maka akan mempermudah pencapaian target tersebut.

Meski relatif baru menjabat Menteri Pariwisata, namun Arief Yahya telah melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pariwisata dan mengangkat Ekonomi Kreatif di Indonesia hingga akhir desember 2014.

Beberapa program yang telah dilaksanakan Arief Yahya, antara lain; permudah wisman masuk dengan berlakukan bebas visa sejumlah negara; permudah masuknya kapal wisata; meluncurkan branding Wonderful Indonesia; membuat 7 produk E-Tourism; menarik investasi pariwisata melalui Indonesia Investment Day, perumusan isi pesan pemerintah-provinsi -kabupaten atau kota; pekan wisata kuliner nasional; kerjasama travel blogger Indonesia; jakarta digital valley; groundbreaking gedung pertunjukkan kota tua; penghargaan daur ulang produk kreatif; digital photo bank; dan festival Film Indonesia. (bowo)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.