Para Pelaku Pariwisata Curhat Kepada Menteri Pariwisata

Arief Yahya
Arief Yahya

Bali (Paradiso) – Ada sekitar 200 pelaku pariwisata mendadak curhat kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kesempatan pertemuan belum lama ini di Bali. Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Bali Ida Bagus Agung mengatakan kami ada 200 anggota dan jangkauan dari Bali sampai Raja Ampat, tetapi kami banyak masalah di lapangan, seperti infrastruktur, dan benar-benar tidak diurusin wisata bahari ini.

Ke depannya sangat potensial, seperti diving, Komodo, Raja Ampat harusnya lebih ramai, dengan perbaikan infrastruktur.

“Kami meminta Menteri Pariwisata Arief Yahya segera memperhatikan kualitas infrastruktur, karena pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mematok target kunjungan wisatawan mancanegara dalam lima tahun mendatang menjadi 20 juta orang per tahun, dari saat ini kisaran 9 juta per tahun. Padahal infrastruktur seperti jalan raya dan pelabuhan serta bandara di lokasi obyek wisata masih banyak tidak memadai,” ujarnya.

Dikatakan, bahkan, dalam indek daya saing pariwisata dan perjalanan yang disusun World Economic Forum Indonesia berada di ranking 70 dari 140 negara. Skor terendah Indonesia terutama dalam bidang infrastruktur, konektivitas, kebersihan dan kesehatan.

“Buat apa menjual sesuatu jika infrastrukturnya belum siap? Bali harus dibetulkan, hotel di Tanjung Benoa itu PDAMnya belum sampai. Bagaimana kami menjual, jika wisman datang bayar US$100 semalam, tetapi mandi air asin,” katanya.

Sementara Ketua DPD HPI Bali I Gusti Kompiang Aya mengatakan infrastruktur pendukung obyek wisata sangat penting ditingkatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan wisatawan di lapangan, infrastruktur wisata sangat sering dikeluhkan terutama wisman.

Begitu pula Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Indonesia tidak ada pilihan lain selain harus mengejar jumlah wisman sebanyak itu karena negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Singapura jumlah kunjungannya sudah tinggi. Apalagi, kondisi tersebut semakin berat dengan minimnya dana yang diberikan ke Kementerian Pariwisata yakni sekitar Rp1,5 triliun, dan alokasi untuk promosi sekitar Rp300 miliar.

“Saya harap soal dana jangan berharap banyak ke kami. Anda tahu, pengalaman saya di Telkom untuk branding satu produk saja Rp1 triliun, ini dana promosi untuk seluruh Indonesia hanya sebesar Rp300 miliar, tetapi sudahlah” ungkapnya.

Ditambahkannya, kendati berat saya akan mulai membantu pelaku pariwisata dari segi kebijakan. Salah satu contohnya membebaskan visa kunjungan untuk wisatawan dari lima negara yang akan berlaku mulai 2015. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisman per tahun hingga 500.000 orang. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.