Pariwisata Jadi Kunci Pelestarian Terumbu Karang

terumbu karangManado (Paradiso) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu membuka sekaligus menjadi  pembicara dalam Konferensi Terumbu Karang Dunia (The World Coral Reef Conference) yang berlangsung di Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (16/5).

Mari Pangestu dalam siaran persnya mengatakan, sebagai negara kepulauan yang memiliki 17 ribu pulau dengan luas wilayah 3,1 juta km adalah lautan, serta  posisi Indonesia yang berada di kawasan segitiga terumbu karang dunia mempunyai peranan penting dalam menjaga lingkungan hidup dari perubahaan iklim dunia yang membawa pengaruh langsung terhadap keanekaragaman hayati laut  khususnya terumbu karang dan ekosistemnya.

Peran aktif Indonesia melalui pembangunan sektor pariwisata berkelanjutan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengurangi dampak perubahan iklim dunia, mengingat sektor  pariwisata adalah ramah lingkungan yang ditandai dari kontribusi emisi karbon yang dihasilkan relatif kecil. Tahun 2005 kontribusi emisi karbon CO2 dari sektor pariwisata dunia hanya 5%, di mana sebagai kontribusi terbesar dari kontribusi sektor pariwisata, industri akomodasi mencapai 21%.

Wisata alam berbasis laut dan wisata bahari yang dijalankan secara berkelanjutan juga dapat menyumbang kepada tujuan pelestarian terumbu karang dan laut melalui peningkatan manfaat tanpa merusak, dan justru menjaga lingkungan.

Program kemenparekraf dalam hal ini adalah untuk merumuskan dan menetapkan standard usaha untuk live on board, dive center dan industri atau SDM yang terkait dengan pariwisata berbasis laut dan bahari. Kemenparekraf juga mendorong model pariwisata berkelanjutan seperti wisata penanaman terumbu karang yang melibatkan masyarakat setempat.   Kesejahteraan dapat diperoleh dari menjaga terumbu karang dan ikan melalui pariwisata yang dapat mengurangi penangkapan ikan secara tidak berkelanjutan dan kerusakan terumbu karang.

“Pariwisata dengan prinsip berkelanjutan juga merupakan jawaban atas kebutuhan akan penciptaan tenaga kerja di masyarakat lokal serta pelestarian lingkungan hidup,” ujar Mari Pangestu.

Kemenparekraf juga menyambut baik keputusan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melindungi manta di seluruh wilayah laut Indonesia. “Manfaat ekonomi dari perlindungan manta akan dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung melalui pariwisata”, tambah Mari Pangestu.

“Kami juga berharap bahwa Manado Coral Reef Conference Communique akan di dukung oleh semua delegasi agar sumbangan dari Coral Triangle Initiative kepada prinsip-prinsip Global konservasi dan penmanfaat secara berkelanjutan dari terumbu karang termasuk untuk keperluan pangan”

Mari mengingatkan pentingnya kerjasama semua pihak untuk terus meningkatkan peranan pembangunan pariwisata berkelanjutan dalam upaya mengurangi emisi karbon yang ditimbulkan. Hal ini telah diperingatkan oleh PBB melalui Laporan Tahunan OECD’s bahwa dalam 25 tahun ke depan kontribusi emisi karbon dari sektor pariwisata akan meningkat dua kali lipat menjadi 10% apabila masing-masing negara gagal melaksanakan pembangunan kepariwisataan berkelanjutan.

Lebih lanjut Mari menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan kepariwisataan berkelanjutan melalui regulasi yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 10/Tahun 2009 tentang Kepariwisataan maupun kebijakan dalam kerangka kerjasama dengan para stakeholder seperti pemberian penghargaan antara lain Cipta Award, Green Hotel, maupun Tri Hita Karana.

Pembangunan pariwisata berkelanjutan untuk wisata bahari, Kemenparekraf telah mendukung proyek UNWTO melalui proyek STREAM  di Pangandaran, Jawa Barat. Proyek STREAM sebagai efisiensi energi dengan adaptasi dan mitigasi di kawasan wisata pantai Pangandaran tersebut juga melakukan  revitalisasi hutan bakau dan terumbu karang serta wisata pendidikan mangrove dan penanaman karang yang melibatkan banyak komponen masyarakat termasuk wisatawan yang berkunjung ke sana.

Investasi Pariwisata

Pada kesempatan itu Mari juga menjelaskan Indonesia merupakan negara tujuan investasi pariwisata paling menarik bagi  investor. Hal ini karena kinerja pariwisata Indonesia belakangan ini terus membaik, daya saing semakin kuat, serta persepsi positif dunia internasional terhadap Indonesia. Investasi di bidang pariwisata diharapkan pada nantinya untuk berbasis berkelanjutan dan sebagian dari investasi tersebut juga terkait beberapa resort eko wisata.

Dalam laporan The World Travel & Tourism Council (WTTC) menyebutkan bahwa peran pariwisata semakin signifikan dalam perekonomian global. Tahun 2013, pasar pariwisata dunia sudah mencapai US$ 7 triliun, sedangkan pada tahun 2014 ini diperkirakan pertumbuhannya bisa mencapai 4,2%. Membaiknya trend pariwisata dunia tersebut berhasil diantisipasi   Indonesia dengan pertumbuhan tinggi.

Diperkirakan tahun 2014 pertumbuhan pariwisata Indonesia akan mencapai 14,2% atau naik sekitar 4,4% dibandingkan  pertumbuhan pariwisata tahun 2013 sebesar 9,6%. “Indonesia dinilai sebagai negara yang berhasil memanfaatkan momentum ini, sehingga dalam kelompok G20 Indonesia termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan pariwisata tinggi. WTTC memperkirakan tahun 2014 ini Indonesia berpeluang mencapai pertumbuhan kunjungan wisman 14,2% dan wisnus 6,3%. Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian diperkirakan bisa mencapai 8,1%, “ kata Mari.

Trend pertumbuhan tinggi yang dialami pariwisata Indonesia, antara lain karena  semakin membaiknya persepsi terhadap Indonesia. Berdasarkan hasil sejumlah survei lembaga internasional, persepsi terhadap Indonesia mengalami perkembangan positif. Lembaga rating internasional terkemuka seperti Ficth Rating, Rating and Investment Information. Inc, Japan Credit Rating Agency, Standard and Poor’s (S&P), Modys Investor Servise telah menempatkan Indonesia sebagai negara tujuan investasi jangka panjang (investment grade).

Fitch Ratings mengumumkan pada bulan November 2013, memperkuat peringkat Indonesia menjadi BBB-  dengan outlook stabil. Sebelumnya, Oktober 2013 lembaga Rating and Investment Information Inc. juga memberikan penilaian BBB-/ stable outlook. Begitu juga dengan Japan Credit Rating Agency Ltd. pada Juli 2013 memberikan peringkat BBB- with stable outlook untuk Indonesia.

Dua lembaga rating lainnya S&P dan Moody’s sejak 2012 lalu tetap mempertahankan rating Indonesia di posisi yang aman untuk investasi jangka panjang, masing–masing dengan penilaian BB+ level for long-term dan Baa3 with stable outlook.

Sementara itu hasil survei terbaru oleh Japan Bank International Corporation (JBIC) menyebutkan, Indonesia berada dalam peringkat tertinggi dalam persepsi pelaku bisnis global sebagai negara tujuan investasi dalam jangka menengah atau sekitar 3 tahun ke depan. Dalam survey JIBC yang melibatkan 488 pelaku usaha sebagai responden pada 2013 lalu, meminta responden untuk memilih 5 negara yang dinilai memberi prospek investasi yang layak dipertimbangkan dalam jangka waktu lebih 3 tahun ke depan.

Hasilnya, 219 responden (44,9%) memasukan Indonesia sebagai negara pilihan yang layak dipertimbangkan. Hasil survei membuat peringkat Indonesia naik dari  peringkat tiga ke peringkat pertama dimana sebelumya diduduki oleh RRT. Di posisi kedua India 43,6%; ketiga  Thailand 38,5%; keempat RRT 37,5%; dan kelima Vietnam 30,3%.

Berbagai perkembangan positif ini mendorong minat  investor untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata. Tahun 2013 lalu, investasi di sektor pariwisata mencapai US$ 602,648 juta terdiri atas US$ 462,47 juta dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA)  dan US$ 140,18 juta dalam bentuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sebagian besar investasi diperuntukan pembangunan hotel dan restoran.

Sementara itu pada kuartal pertama tahun 2014 investasi sektor pariwisata mencapai US$ 130, 13 juta (PMA US$ 117, 24 juta dan PMDN US$ 12, 86 juta) atau naik sebesar 256,43% dibandingkan kuartal pertama 2013 sebesar US$ 36.51 juta. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.