Pariwisata Jateng Perlu Tambahan Konektivitas Penerbangan

BANDARA AHMAD YANISemarang (Paradiso) – Kunjungan wisatawan ke berbagai objek pariwisata di Jawa Tengah bisa meningkat pesan apabila infrastruktur memadai, konektivitas penerbangan ditambah, dan sumber daya manusia ditingkatkan jumlah dan kualitasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah Prasetyo Aribowo menyatakan potensi pariwisata di wilanya sangat besar. Dari segi ekonomi yang diperoleh sektor pajak tak langsung mencapai Rp 900 miliar per tahun, dari sektor tenaga kerja melibatkan 700 ribu jiwa. Dari partisipasi partisipasi untuk produk domestik bruto, sektor pariwisata berperan sebesar 4 persen.

Menurut dia, peran ekonomi social sektor pariwisata makin besar apabila kendala-kendala utama diatasi. Dari segi infrastruktur, menurut dia, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah menetapkan prioritas percepatan pembangunan infrastruktur mulai tahun 2014.

Kemudian pariwisata meningkat ketika jangkauan transportasi udara makin meluas. “Konektivitas penerbangan menjadi masalah utama untuk menjaring wisatawan dari dalam maupun luar negeri,” kata dia, Senin (15/9/2014).

Jawa Tengah memiiki dua bandara, yaitu Bandara Internasional Adisumarmo Solo dan Bandara Ahmad Yani Semarang. Meskipun satu bandara berstatus internasional, konektivitas rute penerbangan sangat terbatas, ini menjadi kendala dalam meluaskan jangkauan wisatawan. “Kalau dibandingkan tetangga terdekat, DI Yogyakarta, konektivitas penerbangan dari Semarang maupun Solo masih di bawahnya. Bandara Adisucipto memiki konektivitas penerbangan yang luas di dalam maupun luar negeri, baik penerbangan langsung maupun transit,” kata dia.

Perluasan konektivitas penerbangan makin maksimal apabila pelaku usaha pariwisata di Jawa Tengah membudayakan penjualan pariwisata untuk meningkatkan kunjungan, bukan sebaliknya menjual kunjungan wisata ke luar daerah. Sejauh ini para pelaku usaha pariwisata di kawasan Jawa Tengah ebih banyak mengerahkan wisatawan ke luar daerah dibanding mendatangkan wisatawan ke berbagai objek wisata di daerah sendiri.

“Yang tak kalah penting, sumber daya manusia di sektor pariwisata. Kami masih memerlukan tambahan sumber daya manusia di sektor pariwisata, baik dari segi jumlah maupun kualitas. Kita meihat pelaku usaha pariwisata di Yogyakarta, misalnya, jumlah maupun kualitas sumber daya manusia sangat memadai,” ujar dia saat ditemui dalam rangka koordinasi persiapan penandatanganan kerjasama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah dengan Pikiran Rakyat Bandung dalam bidang publikasi dan promosi pariwisata Jawa Tengah.

Menurut dia kemajuan sektor pariwisata di Jawa Tengah bisa meningkat dalam waktu dekat sejalan dengan percepatan pembanguna infrastruktrur dan peruasan jaringan konektivitas. “Optimisme ini didukung oleh factor yang penting di sektor pariwisata berupa jaminan keamanan yang sangat baik dan sikap masyarakat di Jawa Tengah yang sangat terbuka dengan kedatangan wisatawan, atau tidak resisten dengan kehadiran wisatawan. Ini harus diakui sebagai modal sosia yang penting untuk kemajuan pariwisata,” kata dia. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.