Pariwisata Thailand Turun Drastis Akibat Kudeta Militer

bangkok militerJakarta (Paradiso) – Industri pariwisata di Thailand mengalami penurunan sejak meletusnya konflik anti pemerintah terjadi sejak enam bulan belakangan. Hal ini menjadi pukulan telak bagi semua sektor di Thailand.

Pariwisata di Thailand menyumbang sekitar tujuh persen dari perekonomian yang ada di negeri Gajah Putih. Bahkan, sektor pariwisata telah menyumbangkan lebih dari dua juta pekerjaan.  Sebuah catatan melaporkan sebanyak 26,7 juta wisatawan datang pada tahun 2013 dan mengalami kenaikan 20 persen dari tahun sebelumnya.

Namun, menurut Piyaman Tejapaibul, Pejabat Pariwisata di Thailand mengatakan krisis politik yang meletus sejak November tahun lalu menyebabkan penurunan wisatawan sekitar enam persen dari bulan Januari hingga April 2014.

Ia akhirnya mengeluarkan permohonan peringatan dan memberlakukan jam malam di resort populer seperti Phuket, Samui, Krabi dan Pattaya. Hal tersebut guna mengantisipasi dan meningkatkan keamanan serta kenyamanan wisatawan yang datang.  “Semua berharap pemerintahan segera pulih dan militer tidak lagi berpatroli dan Thailand kembali pada demokrasi,” katanya.

Sejak krisis politik yang meletus 2013 silam, lebih dari 40 negara mengeluarkan peringatan perjalanan termasuk negara adidaya seperti Amerika Serikat. Disusul Hongkong yang memperingatkan warganya tidak melakukan perjalanan ke negeri gajah putih tersebut.

Untungkan Pariwisata Bali

Sementara itu, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali menyatakan bahwa kudeta militer yang terjadi di Thailand menguntungkan pariwisata di Bali karena situasi di negeri itu akan membuat sebagian besar wisatawan mengalihkan kunjungannya ke Pulau Dewata.

Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Ngurah Wijaya, di Denpasar mengatakan tentunya Bali akan mendapatkan limpahan wisatawan mancanegara yang mengurungkan niatnya berwisata ke Thailand. Selama ini sejumlah destinasi wisata di negeri yang kini pemerintahannya diambil alih oleh militer tersebut, bersaing dengan Pulau Dewata, salah satunya wisata pantai.

“Saat ini di Thailand juga terjadi low season atau pariwisata yang sedang sepi. Namun ia menyakini meskipun kudeta militer tersebut berpusat di Bangkok, ibu kota negara itu, namun hal tersebut tetap berpengaruh dan memberikan keuntungan tersendiri bagi kunjungan wisatawan mancanegara yang mengalihkan rutenya ke Bali,” ujarnya.

Dikatakan, contoh wisatawan Tiongkok yang banyak berlibur ke Thailand dan Vietnam diharapkan sebagian besar bisa mengalihkan kunjungannya ke Pulau Dewata. Wisatawan Tiongkok sedang banyak-banyaknya berwisata ke Bali. Apalagi di Vietnam kini ada aksi anti-Tiongkok.

“Namun saya belum tahu berapa jumlah limpahan wisatawan asing akibat kudeta militer tersebut karena hal itu baru bisa diketahui sekitar bulan Juni. Kita tentunya tidak mengharapkan terjadinya kekacauan keamanan di suatu negara. Tetapi kudeta militer itu ternyata memberi nilai bagi kunjungan wisman ke Bali,” katanya.

Akibat kudeta militer di Negeri Gajah Putih itu, sedikitnya sudah ada 45 negara di seluruh dunia mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning. Praktis hal tersebut dinilai akan mempengaruhi dunia pariwisata mengingat isu keamanan sangat rentan terhadap perkembangan destinasi wisata suatu negara. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.