PATA Dukung Kabupaten Soppeng Promosi Potensi Pariwisata

JAKARTA (Paradiso) – Pemerintah Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Pasific Asia Travel Association (PATA) Chapter Indonesia untuk kembangkan pariwisata daerah. Bentuk bantuan pengembangan pariwisata Kabupaten Soppeng seperti peningkatan sumber daya manusia dan promosi pariwisata.

Kabupaten Soppeng sebenarnya memiliki akses yang bagus, menjadi lintasan wisatawan yang hendak ke Toraja dari Makassar. Sejumlah potensi pariwisata yang ada di Soppeng kini gencar dipromosikan  salah satunya melalui Soppeng Tourism Expose di Menara Batavia Jakarta (10/11).

Kerjasama (MoU) Pemerintah Kabupaten Soppeng dan PATA  (Pacific Area Travel Association) dalam mempromosikan potensi pariwisata Kabupaten Soppeng ditandatangani oleh Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak dengan CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (10/11).

Dengan kerja sama ini, PATA akan membantu mempromosikan keunikan Soppeng melalui berbagai kegiatan termasuk edukasi di bidang pariwisata. Selain itu networking akan digalakkann dengan mengajak travel agent menjual paket wisata ke Soppeng.

“Soppeng akan jadi pesaing Sangiran. Kami punya mata air purba yang biasa dikenal sebagai mata air Lejja. Suhunya hingga 60 derajat celcius sehingga sering dipercayai dapat menyembuhkan penyakit. Pemandian ini berada di daerah pegunungan, memiliki panorama alam yang indah, sejuk dan sangat menarik dikunjungi untuk berekreasi,” ungkap Andi Kaswadi Razak.

“Kami berusaha meyakinkan semua pihak di Soppeng ada yang menarik jarang ditemukan di muka bumi. Kami komit kembangkan pariwisata makanya hanya kami yang punya Badan Promosi Pariwisata selain ada Dinas Pariwisata di Sulawesi Selatan (Sulsel),” tambahnya.

Kerajaan tertua di Sulsel ada di Soppeng. Kura2 yang usianya 1,2 juta tahun dengan panjang 20 meter juga ada.

“Apa yang pernah didengar turun temurun di Soppeng, potensinya selama ini tidak terekspose.  Di Soppeng ada yang bisa kita banggakan selama ini tak dilirik. Sisa fosil manusia yang sulit dicari ada beberapa tempat di Soppeng, tempat manusia purba berada,” ungkap Faroek Adam Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Soppeng pada kesempatan yang sama.

Uniknya lagi di kota Soppeng mudah ditemui  kalong-kalong di atas pohon sehingga kota Soppeng terkenal sebagai kota kalong. Selain itu di kota ini ada Vila Yuliana yang merupakan peninggalan kolonial Belanda beroperasi 1905. Wisata religi juga ada berupa Patung Bunda Maria Pieta untuk umat Katolik, serta pemakaman raja-raja Bugis.

Faroek meyakinkan keunikan kabupaten ini bahwa di sana  ada sungai purba lainnya yang disebut Walennae yang akan menunjukkan perubahan kehadiran manusia dan perkembangan peradaban Bugis sehingga akan  menarik mengunjungi Soppeng. Kalau menyusur sungai purba  itu akan terlihat potensi peradaban Soppeng. Empat binatang purba dan fauna yang   menandai perubahan iklim   dan dampaknya pada peradaban ada di Soppeng. Begitu juga permulaan manusia sesungguhnya menurut dongeng terjadi di Soppeng. Bahkan industri batu pertama kali juga ada di wilayah ini tapi belum diekspos. Dari aspek arkeologi  ada 50 situs purba namun baru 35 saja yang dikembangkan.

Sementara itu  Rizky Handayani Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar yang hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa pariwisata berhasil karena komitmen CEO nya. “Saya salut dengan komitmen Bupati Soppeng pada pariwisata. Soppeng punya uniqueness yang tidak ada ditempat lain,”  katanya. Rizky menyarankan Soppeng yang unik dengan sungai purbanya akan baik di diangkat di brosurnya.  Keunikannya dipromosikan dengan story telling. Ada story nya saat lihat sungai purba.

Rizky berharap produknya dibuat dalam bentuk package dengan informasi yang lengkap untuk memberikan experince. Kalau kuat di heritage angkat. Satu kesatuan Sulsel kompak. “Makassar jual kota nya Toraja jual budayanya dan Soppeng jual arkeologinya itu modal kuat untuk jual di luar negeri. Soppeng kerja sama dengan yang lain untuk jual produknya,” jelas Rizky.

Nah yang penasaran dengan Soppeng? Datang saja pada jamuan makan malam Pesona Akhir Tahun Tanah Rigelae dan Batman Day pada malam Natal dan Tahun dengan  suguhan afternoon tea, dilanjutkan dengan dinner. Minum teh nya di Vila Yuliana, makan malamnya di kawasan wisata Lejja, sambil mendengarkan musik tradisional. (EKA)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.