PATA Indonesia Dorong Penerapan ”City Branding” di Indonesia

Jakarta (Paradiso) – Sebanyak 300 kepala daerah di Indonesia rencana akan dilibatkan dalam pembahasan pengembangan city branding di daerahnya dengan menyesuaikan potensi masing-masing. Hal ini terkait dengan upaya mewujudkan ”Visi 2020” yaitu menarik 20 juta pengunjung ke Indonesia.

“Kita ajak para bupati, wali kota, dan dinas pariwisata untuk brainstorming bagaimana mengembangkan city branding di daerahnya dengan menyesuaikan pada potensi daerahnya masing-masing,” kata Presiden dan CEO PATA Indonesia Chapter Purnomo Siswoprasetijo di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (5/5/2015). Hadir juga VP Corporate Communication PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Pujobroto.

Dikatakan, membahasan itu akan dilakukan dalam seminar yang akan membahas perkembangan dunia pariwisata Indonesia, khususnya melalui penerapan strategi ”City Branding” pada beragam destinasi pariwisata di Indonesia.

”City Branding merupakan strategi yang dilakukan negara atau daerah untuk membuat positioning yang kuat dalam target pasar seperti layaknya positioning produk atau jasa, sehingga negara atau daerah tersebut dapat dikenal secara luas di seluruh dunia”, ujar Purnomo.

Menurut dia, dengan kunjungan orang yang banyak ke Indonesia tentunya akan memperbaiki nasib bangsa dengan peningkatan pendapatan pariwisata nasional.

Seminar tentang ”City Branding” itu akan digelar Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dan didukung oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, bersama Tanjung Lesung Resort (PT Jababeka Tbk). Kegiatan tersebut digelar pada 11 Mei mendatang di Auditorium Garuda Indonesia Cengkareng, Jakarta.

Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia Pujobroto menyatakan city branding perlu dilakukan untuk mengangkat potensi pariwisata masing-masing daerah.

“Kalau contoh di luar negeri ada Amerika Serikat di mana masing-masing state sangat mengembangkan dan memperkenalkan potensinya, seperti Michigan misalnya dikenal sebagai state industri mobil. Indonesia juga punya banyak provinsi yang tiap provinsinya punya kekayaan dan keunikan yang potensial, masing-masing harus mengembangkan potensinya,” ujar Pujobroto.

Pujobroto menekankan pihaknya sangat mendukung seminar tersebut mengingat city branding juga akan mampu mengerek kinerja industri penerbangan.

“Kalau daerah bisa berkembang dan ekonominya meningkat, kami sebagai perusahaan penerbangan juga bisa mengembangkan network penerbangan yang ada,” ungkapnya.

Dalam bisnis, brand sangat menentukan keberhasilan suatu perusahaan, itu sebabnya banyak perusahaan mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk dapat mempromosikan brand-nya ke masyarakat luas.

Dengan kata lain agar brand-nya dapat menjadi Brand Equity. Dengan otonomi daerah dan meluasnya tren globalisasi, daerah pun harus saling berebut satu sama lain dalam hal perhatian, pengaruh, pasar, tujuan bisnis, dan investasi, wisatawan, tempat tinggal penduduk, orang-orang berbakat dan pelaksanaan kegiatan.

Oleh karena itu daerah membutuhkan brand yang kuat. Secara definisi, City Brand adalah identitas, simbol, logo, atau merek yang melekat pada suatu daerah. Pemerintah daerah harus membangun brand untuk daerahnya, tentu yang sesuai dengan potensi maupun positioning yang menjadi target daerah tersebut.

Banyak keuntungan yang akan diperoleh jika suatu daerah melakukan City Branding, antara lain daerah tersebut dikenal luas dan disertai persepsi baik, dianggap sesuai untuk tujuan-tujuan khusus, dianggap tepat untuk investasi, tujuan wisata, tujuan tempat tinggal dan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan, dan dipersepsikan sebagai tempat dengan kemakmuran dan keamanan tinggi. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.