Pelaku Pariwisata Pertanyakan Kondisi Keamanan Gunung Slamet

gunung slametJawa Tengah (Paradiso) – Para pelaku pariwisata panik dengan status waspada Gunung Slamet. Mereka menanyakan kondisi keamanan tempat-tempat wisata di Kabupaten Purbalingga dan Banyumas, Jawa Tengah.

Informasi simpang siur kondisi terkini Gunung Slamet membuat wisatawan takut berkunjung ke Purbalingga dan Banyumas.

“Soal status Gunung Slamet sempat membuat banyak pihak yang hendak berwisata ke Purbalingga panik, mereka banyak bertanya tentang kamanan lokasi wisata di sini (Purbalingga),” kata Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Prayitno.

Mereka khawatir seolah-seolah situasi sudah mencekam, padahal masyarakat di Purbalingga masih tenang dan tidak panik. Lokasi wisata yang berbahaya adalah wisata pendakian ke Gunung Slamet.

Sejumlah obyek wisata di Purbalingga tetap aman untuk dikunjungi. Lokasi obyek wisata jauh dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).

“Kecuali pos pendakian Gunung Slamet yang ditutup sementara, semua obyek wisata lainnya tetap aman untuk dikunjungi,” katanya.

Obyek wisata itu meliputi Owabong, Sangaluri Park, Purbasari Pancuranmas, Kolam Renang Tirta Asri Walik, Kolam Renang Ciblon, dan Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman.

“Obyek wisata Goa Lawa yang berada di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, juga masih aman dikunjungi. Goa Lawa ini jarak dari kubah lava Gunung Slamet sekitar 12 kilometer,” katanya.

Berdasarkan laporan PVMBG, potensi bahaya gunung Slamet dibagi dalam iga zona KRB. Zona KRB III yakni kawasan yang selalu berpotensi terancam aliran lava, gas racun, awan panas serta selalu terancam lontaran batu (pijar), dan hujan abu lebat dalam radius 2 km dari puncak.

KRB II yakni kawasan yang berpotensi terlanda aliran lava, gas racun, awan panas serta berpotensi terancam lontaran batu (pijar), dan hujan abu lebat dalam radius 4 km dari puncak.

KRB I merupakan kawasan yang berpotensi terlanda aliran lahar hujan, berpotensi terhadap hujan abu lebat serta kemungkinan dapat terkena lontaran batu (pijar) dalam radius 8 km dari puncak.

Jika melihat zona KRB Gunung Slamet, obyek wisata di Purbalingga tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi. Jadi, wisatawan yang sudah menjadwalkan datang ke Purbalingga untuk berlibur tidak perlu terpengaruh isu-isu yang tidak benar,” tegas Prayitno. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.