Pemerintah Fokus Kembangkan 9 Destinasi Wisata Syariah

wisata syariahJakarta (Paradiso) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan fokus mengembangkan sembilan daerah destinasi wisata syariah.

“Kesembilan daerah tujuan wisata syariah itu meliputi Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur Lombok dan Makassar,” ujarnya saat membuka acara 1st OIC International Forum on Islamic Tourism di Jakarta, Senin (9/6/2014).

Dia menjelasakan bahwa penetapan suatu daerah menjadi tujuan wisata syariah dilakukan berdasarkan hasil kajian kesiapan sumber daya manusia, budaya masyarakat setempat, serta ketersediaan fasilitas pendukung yang memenuhi standar syariah Islam.

“Penetapan destinasi syariah ini penting karena pariwisata syariah bukan hanya berupa daya tarik objek wisata religi atau tempat wisata ziarah semata, tetapi harus ada fasilitas pendukung, seperti hotel, restoran, spa maupun fasilitas lainnya yang memenuhi standar syariah Islam,” jelasnya.

Mari juga mengatakan bahwa sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia yang memiliki banyak peninggalan sejarah perkembangan Islam, Indonesia dinilai memiliki keunggulan dalam pengembangan wisata syariah.

“Bukti sejarah dan budaya peradaban dunia Islam hingga kini dapat dijumpai di sejumlah daerah yang dipersiapkan sebagai destinasi wisata syariah,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah pusat sedang mempersiapkan standar pelayanan dan standar usaha bidang wisata syariah dengan dukungan masyarakat, pengusaha, dan pemerintah daerah.

“Wisata syariah pada prinsipnya merupakan produk jasa yang universal karena dapat dimanfaatkan oleh semua orang, termasuk wisatawan nonmuslim. Oleh karena itu, wisata syariah berkembang pesat,” katanya.

Menurut kajian Thomson Reuters dalam State of the Global Islamic Economy (2013), total pengeluaran Muslim dunia untuk keperluan makanan halal dan gaya hidup pada 2012 sebesar 1,62 triliun dolar AS dan diperkirakan akan meningkat menjadi 2,47 triliun dolar AS pada 2018.

Peningkatan tersebut seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Muslim dunia yang menurut Pew Research Center Forum on Religion and Public Life pada 2010 mencapai 1,6 miliar atau 23,4 persen dari penduduk dunia.

Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 2,2 miliar atau 26,4 persen dari total penduduk dunia sebanyak 8,3 miliar pada 2030 dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 1,5 persen penduduk Muslim tiap tahunnya.

“Ini peluang bagi Indonesia, untuk itu diperlukan upaya serius untuk semua stakeholders (pemangku kepentingan), termasuk pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, masyarakat dalam menggarap wisata syariah,” katanya.

Usulkan Visa Gratis ke Negara Muslim

Mari Pangestu juga mengatakan konferensi wisata syariah yang sedang digelar di Jakarta hingga Selasa, 3 Juni 2014, berpengaruh positif terhadap iklim pariwisata Indonesia dan negara berpenduduk mayoritas muslim di dunia.

“Saya sudah usulkan ke OKI (Organisasi Konferensi Islam) untuk memudahkan visa di antara negara-negara muslim, atau bahkan kalau bisa digratiskan,” katanya.

“Kuncinya itu memudahkan perpindahan orang, sehingga pengaruhnya akan besar bagi perkembangan wisata syariah,” ia mengimbuhkan. Pada 2012, umat Islam dunia menghabiskan sekitar US$ 137 miliar untuk berwisata atau sekitar 12,5 persen dari pengeluaran global. Angka ini di luar perjalanan haji dan umrah.

Menurut Mari, Malaysia masih menjadi negara tujuan favorit wisatawan Timur Tengah untuk tujuan wisata syariah. “Sekitar 30 persen wisatawan yang ke Malaysia berasal dari Timur Tengah. Yang ke Indonesia hanya 10-15 persen.”

Dengan konferensi ini, Mari berharap angka wisatawan muslim yang berkunjung ke Indonesia bisa bertambah dua kali lipat. “Konferensi ini kan masih penjajakan awal. Tapi kita berharap angkanya bisa double digit, apalagi tujuan wisata syariah kita sangat banyak,” katanya. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.