Pemilihan Putri Kopi Kembali Digelar

Jumpa pers Pemilihan Putri Kopi 2014 di Restoran Rarampa, Jalan Mahakam, Jakarta, Rabu (23/4/2014).
Jumpa pers Pemilihan Putri Kopi 2014 di Restoran Rarampa, Jalan Mahakam, Jakarta, Rabu (23/4/2014).

Jakarta (Paradiso) – Indonesia merupakan eskportir kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Demi lebih mempromosikan kopi Indonesia ke dunia maka digelar pemilihan Putri Kopi Indonesia untuk mencari duta kopi terbaik yang bertugas mempromosikan kopi indonesia ke dunia.

Kompetisi ini sendiri sebenarnya telah diselenggarakan sejak 2011, tetapi sempat vakum selama dua tahun, di 2014 ini pemilihan Putri Kopi kembali digelar. Tak berbeda dengan sebelumnya, nantinya putri kopi terpilih akan dikirim ke Kolombia untuk mengikuti ajang World Queen of Coffe.

Rudi J Pesik, pendiri ajang Pemilihan Putri Kopi mengatakan selalu ada misi yang diemban para duta kopi ini. Untuk itu, bagi para peserta yang ingin mengikuti ajang ini mesti menguasai tiga hal.

“Ada tiga kriteria yang wajib dimiliki duta kopi yaitu dia harus punya pengetahuan kopi sebanyak 30 persen, penampilan 40 persen dan kemampuan mempromosikan kopi 30 persen,” ungkap Rudi saat jumpa pers Pemilihan Putri Kopi Indonesia 2014 di Restoran Rarampa, Jalan Mahakam, Jakarta, Rabu (23/4/2014).

Rudi menjelaskan bagi juara satu dan Runner Up selain akan dikirim ke Kolombia untuk World Queen of Coffe di Kolombia, mereka juga akan mewakili Indonesia dalam ajang Ratu Kopi Asean. “Rencananya untuk pemilihan Ratu Kopi Asean akan diselenggarakan di Danau Toba atau Yogyakarta,” terangnya.

Sebelum bersaing di tingkat nasional, Pemilihan Putri Kopi akan dilakukan di tingkat provinsi selama Mei-Agustus 2014. Peserta yang terpilih akan dikirim ke Jakarta untuk masuk karantina.

“Pada 16 Agustus 2014 nanti, finalis sudah mulai dikumpulkan di Jakarta agar bisa mengikuti acara 17 Agustus bersama-sama,” ujar Rudi.

Sementara untuk grand final Pemilihan Putri Kopi Indonesia 2014, lanjut Rudi, rencananya akan digelar pada Oktober 2014.  “Peserta yang bisa mengikuti kompetisi ini berusia 18-23 tahun, memiliki tinggi tubuh 170 cm, pendidikan minimal tamat SMA, bisa berbahasa Indonesia dan Inggris dengan baik,” jelasnya.

“Untuk itu, nanti para pemenang akan dikirim ke luar negeri. Ada yang keliling Asia, Eropa; Turki, Italia, Spanyol, dan Belanda serta seluruh Amerika Serikat,” jelasnya.

Indonesia Penghasil Kopi Terbaik

Salah satu tujuan diselenggarakannya pemilihan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi dan meningkatkan produksi dan kualitas kopi di Indonesia.

“Indonesia memiliki kualitas kopi yang sangat beragam dari rasa dan aromanya. Rasa dan aroma kopi memang terpengaruh oleh keadaan tanah dan tanaman sekitar, Indonesia dengan ribuan pulau masing-masing memiliki rasa dan aroma kopi yang berbeda-beda tiap daerah. Seperti Jogja yang mempunyai aroma nangka dalam kopinya dan Toraja dengan kopi yang memiliki rasa cengkeh,” jelas Rudi.

Rudy yang juga menjabat CEO PT Birotika Semesta/DHL ini berhasil membuktikan bahwa kopi asal Indonesia layak diakui sebagai kopi terbaik dan digemari di dunia. Menurut Rudi, karakter tanah di Indonesia menjadi penyebabnya.

“Kopi paling tepat di tanah-tanah vulkanik. Indonesia dikenal sebagai negara cincin api, dengan ratusan gunung api yang masih aktif maupun yang tidak. Tanaman kopi paling bagus tumbuh di tanah vulkanik,”katanya.

Dari segi jumlah produksi kopi, Indonesia masih kalah dari Brazil sebagai produsen terbesar di dunia, diikuti Vietnam dan Kolumbia. Namun, di Brazil pemanenan kopi menggunakan mesin sehingga biji matang bercampur yang belum matang. Hal itu membuat rasa kopi dari Brazil kalah enak dengan kopi di Indonesia yang dipetik petani dan hanya dipilih yang sudah berwarna merah matang.

Di Brazil, Vietnam, maupun Kolombia tanaman kopi berada di dataran benua sehingga tidak ada batas kontur seperti laut. Hal itu menyebabkan kopi di negara-negara tersebut seragam atau standar.

Secara iklim Indonesia juga diuntungkan karena berada di garis katulistiwa. Musim di belahan bumi selatan dan utara selalu berbeda, sementara di Indonesia tidak terpengaruh. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.