Pengoperasian Bandara Baru Terkendala Minimnya Personil

bandara kecilJakarta (Paradiso) – Ternyata pengoperasian sejumlah bandara baru terbentur minimnya personel dari Kementerian Perhubungan yang akan bertanggung jawab terhadap bandara tersebut.

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Bambang Tjahjono mengatakan jumlah personel di Kemenhub sangat terbatas. Apalagi saat ini ada moratorium penerimaan pegawai negeri sipil.

“Berdasarkan data Kemenhub, saat ini bandara baru yang dibangun tersebar di 19 lokasi, di antaranya di Murung Raya, Siau, Miangas, Morowali, Tojo Una-Una, Butu Kunik, Pantar, Aboy, Teraplu, Elelim, Koroway Batu, Manggelum, Timika, Sinak, Enggano, Tambelan, Anambas, Segun, dan Werur,” ujarnya.

Dikatakan, sementara itu, anggaran yang telah dialokasikan untuk pembangunan sejumlah bandara tersebut sebesar Rp993,7 miliar. Dari jumlah itu, tujuh bandara yang akan dioperasikan tahun 2015. Uuntuk mengoperasikan bandara harus dilakukan sertifikasi dan verifikasi terlebih dahulu, sementara pengajuan sertifikasi itu harus dilakukan oleh kepala bandara.

“Saat ini belum ada ketersediaan kepala bandara. Kemungkinan untuk mempercepat keberadaannya akan diisi dari bandara terdekat. Atau, bisa juga pemerintah daerah mengirim personel untuk kami didik. Salah satu bandara yang didesak untuk diresmikan, yakni Bandara Tanjung Api Ampana di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah yang saat ini pembangunannya sudah mencapai 90%,” katanya. (*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.