Penyandang Diabilitas Disiapkan Jadi Pemijat Pariwisata

Surabaya(Paradiso) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan sejumlah tuna netra untuk menjadi tukang pijat di sejumlah kawasan wisata. Dengan konsep ini, para penyandang disabilitas mampu meningkatkan ekonomi di tengah geliat pariwisata Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sejumlah tuna netra di kabupaten tersebut dan sejumlah penyandang disabilitas memang sangat diperhatikan. Artinya, meski mereka dalam keterbatasan fisik, namun harus memiliki kemandirian dalam ekonomi.

“Setelah lulus pelatihan, mereka akan ditempatkan di obyek wisata pantai untuk menyediakan jasa pijat bagi wisatawan di payung wisata yang telah disediakan. Ini bekal bagi kemandirian ekonomi para penyandang tuna netra,” kata Anas di Surabaya, Senin (30/6/2014).

Anas juga menyebut, secara keseluruhan di kabupaten Banyuwangi terdapat 4.453 orang penyandang disabilitas. Jumlah tersebut hari dijadikan sebagai tonggak untuk kemandirian ekonomi. Sinergi antara berbagai stakeholders, baik pemerintahan daerah maupun swasta dalam membantu penyandang disabilitas.

Selain kemandirian ekonomi, kata Anas, Pemkab Banyuwangi ingin mengakhiri institusionalisasi anak penyandang disabilitas. Idealnya, penyandang disabilitas harus berkembang dengan pengasuhan berbasis keluarga dan rehabilitasi berbasis masyarakat, bukan seakan-akan dikotakkan dan dikucilkan dalam lembaga khusus.

“Kami ingin melawan hal-hal yang merintangi inklusi masyarakat dalam berbagai bentuk, mulai dari bias gender, perbedaan SARA, dan latar belakang keterbatasan fisik,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.