Perangi Pembajakan Lagu, PAPPRI Gelar Roadshow Seminar

pappri jumpersJakarta (Paradiso) – Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) akan menggelar roadshow seminar terkait peluang distribusi digital di Indonesia. Ketua PAPPRI Tantowi Yahya menjelaskan seminar nasional tersebut merupakan rangkaian dari perayaan Hari Musik Nasional yang diawali dengan seminar nasional di Jakarta.

Roadshow seminar tersebut akan dilaksanakan di Surabaya pada 22 September 2014, kemudian dilanjutkan di Bandung pada 29 September 2014. “Seminar ini diharapkan dapat memberikan pengertian kepada para pelaku industri musik untuk memanfaatkan peluang dari distribusi karya secara digital,” katanya saat jumpa pers di hotel Ibis Tamarin, Jakarta, Rabu (17/9).

Tantowi Yahya menyebutkan, digital yang sudah di awang-awang dengan sistem kode-kode yang berlawanan dengan sistem analog, sudah sepatutnya perspektif peluang industrinya ditempatkan semestinya. Musik sudah lama menjadi tiang perekonomian kreatif. Oleh karenanya transfer pengetahuan dari para ahli di bidang digital, hinga persoalan hukum, harus diketahui para penggiat musik.

“Saat ini distribusi digital menjadi mayoritas, semua musisi dan pemangku kepetingan di industri musik harus memahami hal itu, termasuk bagaimana melindungi karyanya dari pembajakan melalui internet,” paparnya.

Kesempatan sama, Juju Masunah, Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Kemenparekraf mengatakan pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan sebagai stimulus bagi seniman daerah untuk dapat berkreasi dan memberikan kontribusi bagi pengembangan musik tanah air.

“Diharapkan acara ini menjadi sarana tukar pikiran insan kreatif bidang musik, produser musik, pemerhati, penikmat dan pembuat kebijakan serta akademisi menemukan solusi untuk permasalahan industri musik Indonesia serta cara pengembangan industri musik yang menguntungkan semua pihak,” kata Juju.

Menurut Juju, genre industri musik Indonesia sebetulnya sangat variatif dan kaya.  Dari musik tradisional, aliran pop, dangdut, jazz, rock, dan blues, hingga metal bisa berkembang bersama-sama. Pasar musik pun sangat potensial. “Semua genre lagu tersebut memiliki potensi pasar yang sangat besar apabila dilakukan pengembangan secara serius,” terangnya.

Sebagai langkah awal, pada Perayaan Hari Musik Nasional 2014 dilaksanakan seminar nasional terbuka yang bertema “Peluang Distribusi Digital di Indonesia” tanggal 13 Maret 2014 di Hotel Atlet Century Senayan Jakarta. Sebagai program lanjutan, program yang sama akan dilaksanakan berturut-turut di dua kota besar Surabaya dan Bandung, sebagai kota pusat budaya dan kesenian Indonesia, terutama seni musik.

Dalam seminar tersebut nantinya akan dihadirkan praktisi dari industri digital dan musik, di antaranya Andy Ayunir, J. Wendy, Edmond Makarim, Agus Sardjono, Rummy Aziez, Rahayu Kertawiguna, Dian Farida dan Aldo Sianturi. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.