Perkuat Maritim Indonesia Melalui Sail Tomini

Jakarta (Paradiso) – Sukses dengan Sail Raja Ampat dan Sail Komodo, pemerintah menjadikan Teluk Tomini sebagai pusat obyek wisata tahun ini. Di sana akan diadakan sejumlah festival, termasuk Festival Boalemo. Teluk Tomini merupakan teluk terbesar kedua di Indonesia setelah Teluk Cenderawasih di Papua.

Teluk Tomini memiliki luas sekitar enam juta hektare dengan potensi sumber daya alam yang kaya. Sederetan pulau indah mengapung di lautan terlindungi sebuah teluk. Kawasannya adalah sebuah zona transisi Garis Imajiner Wallace dan Weber yang menyuguhkan keajaiban alam yang jangan sampai dilewatkan.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) belum lama ini meluncurkan program Sail Tomini 2015 sebagai even internasional untuk menarik wisatawan sekaligus pembangunan bekelanjutan di wilayah tersebut.

“Penyelenggaraan Sail Tomini merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan penguatan strategi Pembangunan Kelautan dan Maritim. Sail Tomini ini adalah kerja sama seluruh kementerian, lembaga dan pemeritah daerah, dunia usaha dan masyarakat untuk bersama-sama secara sinergis Membangun Indonesia sebagai Negara Maritim yang Maju dan Mandiri,” ujar Menko PMK, Puan Maharani.

Penyelenggaraan Sail Tomini juga diikuti dengan penyelenggaran festival budaya, Festival Boalemo. “Festival Budaya merupakan salah satu upaya kita dalam meneguhkan Kebhinekaan Bangsa Indonesia. Kebudayaan lokal merupakan tempat bertumbuhnya bangunan budaya dan karakter bangsa Indonesia. Oleh karena itu kebudayaan lokal memiliki peran yang sangat strategis di dalam memperkuat persatauan Indonesia dan meneguhkan bahwa Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika,” tambahnya.

Puan Maharani
Puan Maharani

Puan berharap ajang ini juga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi warga setempat. Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015, harus mampu menghadirkan wisatawan baik nasional maupun internasional, sehingga dengan begitu, ekonomi kerakyatan akan bergerak dan terus terpacu. “Kita harus syukuri bahwa dalam pencanangan Sail Tomini 2015, banyak sekali menteri yang hadir. Tidak seperti sail-sail sebelumnya. Ini menandakan bahwa menteri-menteri ini memiliki niat, visi dan misi yang sama soal Sail sehingga berjalan dengan baik sampai selesai,” ujarnya.

Teluk Tomini menjadi pilihan untuk program Sail Indonesia karena wilayah itu memiliki potensi yang sangat besar. Wilayah terumbu karangnya yang memiliki luas 1.031 hektare dan hutan mangrove dengan luas sekitar 785,10 hektare membuat Tomini dianggap memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang berlimpah untuk pengembangan wisata bahari.

Teluk Tomini memiliki luas kurang lebih enam juta hektare dengan potensi sumberdaya alam yang kaya dan unik. Teluk ini bersinggungan berbatasan dengan tiga wilayah provinsi di Pulau Sulawesi, yaitu Propinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Perairan Teluk Tomini di Provinsi Sulawesi Tengah mempunyai panjang garis pantai sekitar 1.179 kilometer (km), sedangkan Provinsi Sulawesi Utara sepanjang 784,94 km; dan Provinsi Gorontalo sepanjang 436,52 km. Teluk yang dilewati garis khatulistiwa ini berada pada posisi yang strategis sebagai jantung segitiga terumbu karang dunia (heart of coral triangle).

Dengan topografi pantai bergelombang dengan material berlumpur, dengan jenis ekosistem mangrove, lamun, terumbu karang. Dominasi Ikan yang berada di teluk ini meliputi yellowfin tuna, cakalang, tongkol, layang, kembung, selar, tembang, lemuru, kakap, kerapu, napoleon wrasse, whale shark, paus, manta, lumba lumba, octopus, parot fish, mola-mola, pari dan banyak muck dan kuwe. Sedangkan spesies endemic meliputi kera sulawesi (Macaca heki), penyu sisik, anoa, kima raksasa (Tridacna gigas), penyu, rangkong, elang laut, anoa (Bubalus depressicomis), babi rusa (Babyrouse babirussa), maleo (Macrocephalon maleo), kera mini (Tarsius spectrum), ikan purba raja laut (Coelacanth).

Sebagai jantung segitiga terumbu karang dunia, Teluk Tomini bukan semata merupakan asset dari warga yang ada di Propinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo, namun juga asset nasional bahkan dunia. Keberadaan terumbu karang dan hutan bakau yang terjaga; serta ekosistem daerah aliran sungai yang bermuara ke teluk terpelihara dengan baik, akan dapat membuat ikan dan biota laut lainnya berkembang, sehingga menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Teluk Tomini secara berkelanjutan.

Di tengah Teluk Tomini terdapat ratusan pulau dan satu gunung api yang masih aktif. Kepulauan Togean atau Togian Islands adalah kepulauan yang terdapat di Teluk Tomini sedangkan Gunung Colo di Pulau Una-una adalah gunung api di tengah teluk ini.

Kepulauan Togian yang terletak Kabupaten Tojo Una-Una adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Poso di Sulawesi Tengah. Terdiri dari 413 pulau dengan delapan pulau besar (Una-Una, Batudaka, Togian, Talatukoh, Malenge, Waleakodi, dan Waleabahi), kepulauan indah ini memiliki hamparan terumbu karang menakjubkan. Bahkan Jacques Costeau konon menobatkan Togian sebagai episentrum dari Segitiga Terumbu Karang berkat keberadaan 314 spesies koral, 541 spesies moluska, dan 819 spesies ikan tropis di dalam perairannya. Tak hanya itu. Hanya di Togian-lah dapat ditemukan jenis barrier reef, fringing reef, dan atoll di satu tempat.

Togian bagaikan perempuan cantik yang sedang jual mahal ketika didekati. Banyak kabar meniupkan keindahannya, sehingga banyak yang bermimpi ke sana. Ada dua pilihan untuk menuju Togian. Pertama, naik feri selama 12 jam dari Gorontalo menuju Wakai dan dilanjutkan naik kapal cepat menuju ke pulau-pulau tempat menginap. Bila sudah melakukan reservasi dengan salah satu resor, biasanya mereka akan mengirimkan kapal jemputan ke Wakai. Perlu diingat bahwa feri umum ini bukanlah kapal live board mewah, sehingga fasilitasnya pun sangat tebatas.

Opsi kedua adalah dengan jalan darat yang dimulai dari Palu. Perjalanan sepanjang 382 kilometer ini membutuhkan waktu setidaknya dua hari. Dari Palu, perjalanan menuju Ampana melewati Poso selama 10 jam. Setelah bermalam di Ampana, perjalanan dilanjutkan dengan feri menuju Wakai selama empat jam. Kedua opsi tersebut cukup melelahkan, namun memang tidak ada jalan mudah menuju surga!

Selain ke Kepualuan Togian, beberapa tempat yang bisa dikunjungi adalah Taman laut Olele. Taman laut Olele terletak di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Letaknya hanya berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Gorontalo, perjalanan dapat waktu sekitar 30 menit menuju taman laut tersebut. Dari pantainya, sudah terbentang lautan Teluk Tomini yang biru nan luas. Di bawah lautnya, terdapat terumbu karang berwarna-warni, spesies ikan, bermacam-macam ukuran yang cantik, dan juga perairan yang jernih. Sekali menyelam, Anda akan ketagihan!

Selain Taman Laut Olele, ada juga Taman Laut Pulau Bitila. Pulau Bitila terdapat di Kabupaten Pohuwatu, Provinsi Gorontalo, tepatnya di Desa Kramat. Pulau ini memiliki pasir putih yang sangat halus, air yang sangat jernih, hutan kecil di tengah pulaunya, terumbu karang yang bagus, ikan ikan yang banyak, juga ada soft coral jika anda menyelam atau snorkeling. Tidak ada penduduk di pulau ini, tetapi ada sumber air tawar.

Masyarakat di Teluk Tomini sangat heterogen, terdapat beberapa suku yang hidup dan berinteraksi sosial-ekonomi di Teluk Tomini, mulai dari suku Gorontalo, Bugis-Makasar, Bajo, Togean, Saluan, Minahasa, Bolanganmongondow, Kabalutan dan beberapa suku lainnya. Setiap suku memiliki bahasa sendiri, namun secara umum menggunakan Bahasa Indonesia.t Terdapat kekayaan ragam budaya yang belum dikenal luas. Dulu terdapat beberapa kerajaan yang memerintah dengan sistem pemerintahan adat di perairan Teluk Tomini, namun saat ini telah musnah. Di Togean Islands saat ini masih terdapat seorang raja yang tinggal di daerah Walea-Dolong. Haji Apang adalah salah satu anak raja yang masih aktif mengurus anak buah dan warisan dari bapaknya berupa perkebunan cengkeh dan kelapa di daerah Walea, Togian Islands. (*/bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.