Perlunya Pemetaan Kekuatan Destinasi MICE

Achyaruddin
Achyaruddin

Jakarta (Paradiso) – Achyaruddin, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus dan MICE Kementerian Pariwisata, mengatakan Indonesia harus berhitung kembali untuk menjadi destinasi MICE dunia. Dari angka hasil perhitungan itulah kemudian disusun cetak biru buku MICE Indonesia.

“Kini, data-data semisal itu sulit diperoleh. Padahal data dan angka itu penting guna menyusun langkah pengembangan MICE di Indonesia. Itulah kenapa kami melakukan pemetaan terhadap destinasi di Indonesia. Untuk mengukur kekuatan destinasi MICE di Indonesia,” ujar Achyaruddin.

Dikatakan, pemetaan terhadap 16 destinasi MICE yang dilakukan sejak 2012 lalu itu menggunakan beberapa kriteria: aksesibilitas, infrastruktur, fasilitas MICE, akomodasi, dukungan pemerintah dan pemda, pelayanan dan profesionalisme, citra destinasi pariwisata, dan daya tarik wisata atau hiburan di masing-masing destinasi. Adapun destinasi yang dipetakan adalah Medan, Palembang, Padang, Batam, Bintan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Bali, Lombok, Makassar, Manado, dan Balikpapan.

“Dari hasil pemetaan itu tercermin kekuatan masing-masing destinasi. Ternyata tak semua destinasi memenuhi empat elemen MICE (meeting, incentive, convention, exhibition), hanya ada yang cocok untuk tiga elemen atau satu elemen. Hasil itu diperoleh dari pengelolaan data sekunder, kuesioner evaluasi diri, kuesioner yang dibagikan ke pelaku MICE, dan observasi langsung ke masing-masing destinasi,” katanya.

Ditambahkannya, idealnya pemetaan itu dilakukan layaknya sensus, yang dilakukan secara berkala, sehingga dapat mencerminkan seberapa besar kontribusinya terhadap perekonomian, pertumbuhan bisnisnya, dan peluang serta tantangan yang dihadapi oleh industri MICE nasional. (*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.