Pesan Kemanusiaan, Kebudayaan Dan Perdamaian Berkumandang dari Candi Borobudur

Magelang (Paradiso) – Candi Borobudur tidak hanya bangunan heritage peninggalan umat Budha yang megah dan monumental, tapi Candi Borobudur juga membawa pesan kebudayaan dan kemanusiaan yang sangat kuat.

Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam acara Borobudur International Conference (BIC) 2018 di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (4/5/2018).

Mengangkat tema “Borobudur as an Inspiration of Humanity and Civilization” konferensi yang digelar ke 3 kalinya ini menghadirkan beberapa narasumber lintas agama dan budayawan yang mumpuni.

Mereka adalah KH. Said Aqil S, Diane Butler, I Made A Arsana, juga Yenny Wahid. Ada juga Hastho Bramantyo, Budi Subanar, dan H. Syukriyanto. Untuk Guest Speakers, ada nama Kyabje Dagri Rinpode dari Serajey Monastic Universit, Bangalore, India.

Diane Butler, Doctor Kajian Budaya Universitas Udayana dan Yayasan Dharma Nature Time mengatakan Candi Borobudur dibangun untuk memuliakan Sang Buddha dan karenanya memiliki fungsi sebagai tempat ziarah.

Setiap tahun umat Budha dari seluruh Indonesia dan mancanegara akan berkumpul di pelataran monument ini untuk memperingati Trisuci Waisak.

“Namun Candi Borobudur bukan hanya menjadi milik umat Budha, candi ini menjadi living monument yang merupakan milik semua umat,” ungkap Diane Butler di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (4/5/2018).

Pesan kemanusiaan, kebudayaan dan perdamaian yang terpancar dari Candi Borobudur bersifat universal dan bisa diresapi antar umat beragama. “Tidak hanya untuk Indonesia tapi seluruh dunia, menjadi jembatan perdamaian,” ungkap Butler.

Pesan moral perdamaian yang disampaikan dalam event ini bertujuan untuk mewujudkan toleransi. Dari BIC 2018 ini diharapkan muncul solusi untuk mengurai 6 potensi isu agama dan budaya yang muncul. Event ini juga bagian dari upaya pelestarian situs warisan dunia. “Tujuan akhirnya tentu sangat luas. Semua mengarah upaya pelestarian. Kami gembira karena antusiasme publik besar,” kata Kepala Bidang Area Jawa Kemenpar Wawan Gunawan.

Pembukaan BIC 2018 oleh para narasumber dan tokoh lintas agama.

500 lebih peserta terliat memadati area BIC 2018. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan negara. Selain dari Indonesia, mereka berasal dari beberapa negara, diantaranya Amerika Serikat, Australia, dan Prancis.

“Borobudur ini memang luar biasa. Antusiasme peserta selalu besar. Event ini paket yang lengkap. Selain materi dari BIC yang luar biasa, pengunjung juga bisa menikmati eksotisnya Candi Borobudur,” tambah Wawan Gunawan.

Selain mendapatkan pencerahan, mereka juga bisa menikmati kemegahan Candi Borobudur. Menjadi bangunan monumental, Borobudur memiliki 3 palataran. Candi ini pun semakin eksotis dengan ribuan panel dan 504 arca Budha. Setiap tahunnya, Borobudur dikunjungi umat Budha dari seluruh Indonesia dan dunia. Mereka berkumpul guna merayakan dan hari Trisuci Waisak.

“Borobudur ini bangunan monumental, bisa dikatakan milik semua umat. Buktinya, banyak tokoh lintas agama berkumpul di sana untuk membagikan inspirasinya. Dari event BIC 2018 ini, akan muncul spirit baru yang lebih membangun,” pungkas Wawan Gunawan.

Sementara itu, Indah Juanita Ketua Badan Otorita Borobudur mengatakan daya tarik wisata religi Candi Borobudur sangat kuat, setiap hari raya Waisak Candi Borobudur dikunjungi ribuan peziarah umat Budha seluruh dunia.

“Mengoptimalkan daya tarik Borobudur, pengembangan pariwisata disekitar Borobudur dibagi menjadi 4 wilayah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” ungkap Juanita.

“4 wilayah yang berada di sekitar Borobudur yakni area KSPN Yogyakarta Dieng yang wilayahnya meliputi kawasan pariwisata pegunungan dieng, Area KSPN Semarang yang wilayah pengembangannya meliputi Pulau Karimunjawa, KSPN Solo dengan wilayah pengembangannya meliputi Sangiran dan Yogyakarta sendiri dengan Borobudur sebagai wilayah utamanya,” tambah Indah.

Dengan cara ini, tambah Indah, diharapkan ke depan kunjungan wisatawan akan lebih banyak yang datang ke wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Ditambah dengan dikebutnya pembangunan New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) sebagai pintu masuk kewilayah tersebut.

“Dari event BIC 2018 ini diharapkan bisa meningkatkan daya tarik Candi Borobudur di mata wisatawan lokal dan mancanegara sebagai tempat ziarah keagamaan sekaligus warisan budaya yang harus dilestarikan,” pungkas Indah. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.