Peserta Famtrip Indochina Kagumi Candi Prambanan yang Melegenda

YOGYAKARTA – (Paradiso) Kunjungan ke candi Prambanan, Selasa (23/4/2019) benar-benar dimanfaatkan peserta famtrip Indochina untuk berfoto ria. Famtrip Indochina yg terdiri dari 10 orang Myanmar, 5 orang Laos dan 7 Orang Kamboja itu mengeksplor kemegahan bangunan candi Prambanan. Bersama Supri, guide yang menemani mereka, peserta yang merupakan jurnalis dan travel agen itu memasuki satu persatu candi.

Peserta tampak antusias menyimak penjelasan relief-relief di dinding candi oleh sang guide Supri. Relief ini menceritakan kisah Ramayana yang sangat terkenal. “Ini sangat luar biasa. Panoramanya sangat cantik. Kemegahan bangunan candi luar biasa. Begitu banyak tempat untuk mengambil gambar, yang very buautiful,” ujar Say Tola, peserta asal Kamboja yang merupakan seorang jurnalis.

Menurutnya begitu banyak bahan tulisan yang bisa ia ceritakan sekembalinya ke negaranya. Dari mulai kemegahan bangunan candinya, pemandangannya hingga kisah-kisah yang ada pada relief candi. “Cerita legenda dari bangunan candi ini juga menjadi daya tarik kuat,” tambah Say Tola.

Selain Say Tola, Viramouny Chomkeomanyphhan jurnalis asal Laos juga sibuk dengan kemeranya. Viramouny yang merupakan jurnalis televisi Nasional Laos tampak merekam saat guide menerangkan relief candi. Kameramen televisi ini memang tampak bersemangat. “Ya. Wisata candi ini merupakan tempat yang menarik. Kita bisa merekam keindahan panorama dan kemegahan candinya,” kata Viramouny.

Candi Prambanan sendiri merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta dan kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.

Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, pada masa kerajaan Medang Mataram.

Selain menikmati panorama dan kemegahan candi, di kawasan ini pengunjung juga bisa menikmati sendra tari kisah Ramayana di malam hari dengan background candi Prambanan. Dengan pencahayaan dan dipadu sinar laser sendra tari bakal menampilkan kesan yang dalam. Sayangnya, sendratari kisah Ramayana tidak dilakukan setiap hari. Hanya di waktu tertentu saja.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan candi Prambanan telah menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan manca negara. “Candi Prambanan memang sudah mendunia setelah diakui UNESCO sebagai situs warisan dunia,” kata Arief Yahya.

Lebih jauh Arief Yahya mengatakan Yogyakarta memang memiliki banyak destinasi wisata. Selain candi Prambanan ada Candi Borobudur yang meski terletak di luar Yogyakarta, masuk wilayah Jawa Tengah, namun umumnya wisatawan yang datang ke Yogya pasti menyempatkan diri berkunjung ke candi Borobudur. “Yogyakarta menjadi tujuan Famtrip Indochina karena memiliki banyak destinasi wisata,” kata Arief Yahya.

Menurut Arief Yahya salah satu cara dan strategi menggenjot kunjungan wisman, khususnya untuk pasar Indochina (meliputi Myanmar, Laos, dan Kamboja), memang dengan mengadakan program Perjalanan Wisata Pengenalan atau yang biasa dikenal dengan Familiarization Trip (Famtrip) bagi travel agent/tour operator (TA/TO) dan awak media. Ini diakui sangat efektif mengundang wisman. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.