Petugas Penerbangan Nasional Dilindungi Hukum

JAKARTA (Paradiso) – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku regulator penerbangan nasional menyatakan setiap petugas penerbangan nasional yang sedang bertugas dilindungi oleh hukum. Payung hukum yang melindungi mereka antara lain Undang-Undang no. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dan undang-undang lain seperti Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Pernyataan ini diberikan Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, menanggapi insiden seorang yang menampar personil wanita Aviation Security (Avsec) Bandara Sam Ratulangi, Manado pada Rabu (5/7).

“Bagi siapa saja yang mengganggu para petugas penerbangan yang sedang melaksanakan tugasnya tersebut, kamu tidak akan segan-segan mengambil langkah hukum bagi yang bersangkutan,” tegasnya.

Petugas penerbangan yang dimaksud adalah semua petugas baik dari regulator dan operator (maskapai, bandara, AirNav dan lainnya).

“Hal (penamparan) tersebut merupakan represi pelecehan terhadap semua petugas penerbangan, bukan hanya pada petugas avsec tersebut. Karena para petugas penerbangan, termasuk avsec, bekerja berdasarkan standard operation procedure yang baku dan dilindungi oleh Undang-Undang,” ujar Agus.

Terkait kejadian di Manado, Agus menjelaskan, kejadian tersebut terekam oleh kamera CCTV bandara sehingga mudah untuk mengidentifikasi kasus tersebut.

Karena tindakan tersebut termasuk kasus pidana, Agus menyatakan saat ini pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke petugas hukum yang berwajib. Kepala Kesatuan Pelaksana Pengawasan Pelabuhan Udara ( KP3U) Bandara Sam Ratulangi sedang membuatkan laporan untuk selanjutnya di BAP. Sedangkan petugas avsec yang terkait telah menjalani visum.

Belajar dari kejadian tersebut, Agus mengharapkan agar para petugas penerbangan tidak surut dan takut dalam menjalankan tugasnya.

“Asalkan mereka menjalankan tugasnya sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku, kami akan melindungi anda semua,” ungkap Agus.

Di sisi lain, Agus juga meminta semua pihak di penerbangan baik regulator dan operator untuk bekerja sama melakukan sosialisasi meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keselamatan dan keamanan penerbangan. Sosialisasi tersebut harus dilakukan secara terus-menerus dengan cara yang elegan.

“Kami berharap, ke depan semua pengguna jasa dan stakeholder perhubungan udara dapat lebih menaati aturan yang berlaku. Sektor perhubungan udara memang sangat kompleks dan berteknologi mutakhir, sehingga aturan dan regulasi yang berlaku menjadi sangat ketat sesuai dengan standar internasional, baik bagi penyedia maupun pengguna jasa. Semua ini demi keselamatan dan keamanan kita bersama,” pungkasnya. (*)

 

Keterangan Foto:

Screenshot video CCTV peristiwa penamparan di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.