“Priscilla, My Beautiful Fighter” Buku Inspiratif Anak Penderita Kanker Otak

JAKARTA (Paradiso) – Memiliki seorang anak adalah anugerah dan perhiasan hidup, secara naluri setiap manusia mendambakan kehadiran seorang anak sehingga merasa belum sempurna hidupnya jika belum memiliki seorang anak. Kehadiran seorang anak merupakan amanah dan anugerah dari sang maha kuasa maka kehadiran anak harus di jaga dengan sebaik-baiknya sehingga kasih sayang orang tua kepada anaknya tidak terkira sepanjang masa. Hal ini lah yang kemudian mendasari seorang ayah dari gadis remaja bernama Priscilla atau biasa di panggil ‘Pece’, Jacobus Dwihartanto dalam meluncurkan buku perdananya yang berjudul ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’ bertempat di Wyl’s Kitchen at Veranda Hotel, Pakubuwono, Jakarta.

Terinspirasi dari pengalaman pribadi yang dialami oleh sang penulis, yang memiliki seorang anak remaja yang periang dan aktif di masa kehidupan remajanya sampai harus menerima kenyataan pahit di vonis penyakit yang menakutkan untuk semua orang yaitu ‘Kanker Otak’, buku yang akan menjadi pilihan bacaan inspiratif bagi pembaca bahwa tidak ada hal yang sulit bagi kita jika memiliki iman dan pengharapan, karena pada akhirnya segala sesuatu akan indah pada waktunya.

Sosok Priscilla adalah seorang anak perempuan yang lahir pada 14 Mei 1997, setelah penantian orang tuanya menanti sang buah hati selama 3 tahun, Priscilla hadir ditengah-tengah kebahagiaan orang tuanya yang ingin sekali memiliki seorang anak, walaupun terbesit dihati kecil ayahnya untuk memiliki seorang anak laki-laki, tetapi setelah melihat kehadiran anak perempuan yang cantik dan menggemaskan membuat hati sang ayah luluh. Dengan pemberian nama lengkap Maria Priscilla Dwihartanto, kehadirannya merupakan suatu kebahagiaan dan karunia Tuhan yang tak ternilai serta melengkapi kebahagiaan di keluarganya. Priscilla tumbuh dengan sehat dan sangat ceria serta hadir di keluarga bahagia dan berkembang menjadi anak yang periang dan aktif di segala bidang seperti olahraga, kesenian (musik dan modern dance) dan fashion serta sering mengikuti perlombaan-perlombaan disekolah. Priscilla merupakan seorang anak yang periang dan mandiri karena dididik dengan penuh kehangatan dan menjadi anak yang pengasih juga penyayang serta sangat mencintai keluarganya.

Lebih dekat, buku ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’ ini berisi kisah nyata perjalanan keseharian semasa hidup Priscilla mulai dari dilahirkan, masa kanak-kanak, masa di sekolah dasar (SD) sampai dengan masa Sekolah Menengah Pertama (SMP), di setiap kehidupannya Priscilla sangat menikmati saat-saat bahagia dalam pergaulan dan pertemanan di kehidupan remajanya. Priscilla yang menghabiskan masa sekolahnya di SD dan SMP Santa Ursula, sangat bangga menjadi anggota ‘sanurian’ sebutan untuk pelajar di sekolah Santa Ursula. Priscilla sangat terkenal sebagai anak berprestasi tinggi, baik secara akademis maupun di luar pelajaran serta sangat disayangi oleh guru dan teman-temannya karena memiliki kedewasaan yang menonjol dengan kematangan dalam sikap dan pemikiran. Sampai dengan pada akhirnya kebahagiaannya terenggut di tahun 2011 keseimbangan badan dan kesehatannya mulai terganggu yang ternyata dokter memvonis ia menderita penyakit kanker otak dan hanya berlangsung selama 17 bulan hingga akhirnya di panggil oleh sang maha kuasa.

Kehadiran buku ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’ di rasa tepat dan sangat berguna dan memiliki pesan-pesan moral bagi para orang tua yang oleh sang maha kuasa diberikan cobaan mempunyai anak yang memiliki penyakit yang sulit untuk disembuhkan seperti kanker, dan buku ini sebagai inspiratif kehidupan dalam menghadapi semua cobaan yang maha kuasa berikan, tetap tabah dan berusaha menjalaninya serta tetap berdoa untuk kesembuhan sang buah hati dan dapat menjadi referensi parenting dalam membangun kepercayaan diri anak-anak mereka.

Sebagai seorang penulis, Jacobus Dwihartanto mengatakan, “Saya merasa terpanggil dan antusias dapat meluncurkan ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’. Buku ini bertujuan untuk menginspirasi para orang tua dalam menghadapi cobaan hidupnya, terutama memiliki sang buah hati yang divonis penyakit menakutkan. Saya ingin berbagi mengenai perjalanan hidup saya sebagai orang tua khususnya ayah walaupun di hati merasa sakit tetapi harus tetap bangkit untuk keluarganya dan tetap memberi semangat dan tetap harus mengambil alih kepemimpinan. Saya dipercayakan oleh Tuhan untuk memimpin mereka melalui perjalanan yang panjang dan menyakitkan hidup ini. Tetapi saya harus menjalaninya dengan kegembiraan yang masih tersisa untuk dibagikan, kegembiraan yang masih ada di tengah kegetiran, kepahitan dan kedukaan hidup. Buku ini saya dedikasikan untuk para orang tua yang memiliki kasus yang sama seperti saya sehingga mereka dapat membangun kepercayaan hidupnya untuk keluarga dan sang buah hati”.

Dilanjutkannya, “Saya berharap para orang tua dapat mengambil peran penting dalam perjuangan penyembuhan anak-anak mereka jangan ada kata menyerah dan semoga buku ini dapat dinikmati oleh para pecinta buku dan semakin memperlengkap khazanah buku Tanah Air”.

Seluruh tulisan yang ada di Buku ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’ karya Jacobus Dwihartanto, ini semata-mata adalah cerita tentang perjuangan hidup seorang Priscilla selama 17 bulan berjuang melawan penyakitnya dan tidak ada ungkapan lain selain kekagumannya yang walaupun masih muda tetapi memiliki iman dan pengharapan yang besar. Tidak ada kata menyerah selama berjuang mempertahankan hidup sampai dengan meninggalkan dunia fana.

Proses penulisan itu sendiri membutuhkan waktu selama setahun, mulai mengumpulkan keping demi keping pemikiran dan keinginannya yang dituangkan dalam tulisan dibuku harian, laptop, blog sampai posting-an di Twitter dan Instagram. Banyak hal yang dapat ditemukan mulai dari pemikiran, harapan, cita-cita hingga pandangan pribadi Priscilla tentang cinta sejati dan itu membuat kagum pada pribadinya yang luar biasa meski usianya masih lima belas tahun.

Buku ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’ semakin memperlengkap deretan buku yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Buku dengan tebal 308 halaman yang dibandrol dengan harga Rp. 125.000,- ini tersedia di seluruh jaringan store Gramedia yang ada di seluruh Indonesia mulai dari tanggal 1 Oktober 2018.

Seluruh royalti dari penjualan buku ini disumbangkan melalui Yayasan Maria Priscilla Dwihartanto yang memfokuskan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, Pak Dwihartanto dan Bu Caroline selaku pendiri yayasan tersebut telah memberikan beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi, menyumbang buku-buku, furniture, dan lainnya bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Di bidang kesehatan, saat ini sedang dibangun sebuah rumah sakit dengan nama Priscilla Medical Center (PMC) yang direncanakan akan mulai beroperasi pada pertengahan 2019.

PMC dibangun dengan harapan agar rumah sakit ini dapat ikut berperan aktif dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya di daerah Cilacap, Banyumas dan sekitarnya. Dengan motto “Merawat dengan Kasih Sayang”, PMC bertekad untuk memberikan layanan kesehatan dengan standar internasional namun dengan tetap mengedepankan unsur-unsur kearifan lokal seperti keramahan, gotong-royong dan kekeluargaan.

Layanan – PMC merupakan RS umum kelas C yang akan memberikan layanan rawat jalan dan rawat inap. Layanan rawat jalan akan menyediakan 21 Poli dokter spesialis, IGD, Hemodialisa, Radiologi (X-Ray dan CT Scan), dan rehab medik. Sementara layanan rawat inap akan mempunya 153 tempat tidur (VVIP, VIP, kelas 1, 2 & 3) dan didukung oleh 3 kamar operasi, ICU, fasilitas persalinan dan rawat anak. Semua layanan PMC akan didukung oleh sistem pengelolaan informasi kerumahsakitan yang mutakhir guna memberikan pelayanan yang cepat dan nyaman bagi pasien dan karyawannya.

Fasilitas – Area parkir dirancang untuk dapat menampung lebih dari 100 kendaraan roda empat dan 240 kendaraan roda dua. Suasana yang nyaman disediakan untuk memberikan pengalaman yang asri bagi semua pengunjung, seperti: lobi area dan ruang tunggu, taman bermain anak, kafetaria, retail, mesin ATM, healing garden, dan kolam ikan. PMC juga menyediakan ruang serba guna dengan kapasitas 200 orang yang dapat dipakai untuk melakukan pertemuan-pertemuan dan acara-acara seminar. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.