Program Sinergi Aksi Jokowi Nyata Terlihat di Kintamani

BALI (Paradiso) – Indonesia adalah salah satu dari 4 besar produsen kopi  terbesar dan terbaik di dunia. Akan tetapi, berbeda dengan negara penghasil kopi lainnya, Kesejahteraan petani kopi Indonesia belum “sebaik” kopi yang mereka hasilkan. Banyak di antara mereka yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini disebabkan antara lain kurangnya pengetahuan mengenai pasca panen sehingga kopi yang dijual masih dalam kondisi nilai jual yang rendah dan juga panjangnya rantai distribusi sehingga petani mendapatkan sisa margin yang kecil.

Mempertimbangkan hal tersebut, Kementerian Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia melalui Koperasi Nasional “Aku Mandiri” bekerja sama dengan Mayora Group khususnya selaku produsen kopi Torabika dan AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) mengadakan pemberdayaan petani kopi Kintamani melalui pelatihan pascapanen dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Artha Graha yang berlansung di Kintamani dari tanggal 15,16,17,18 November 2016.

“Program pemberdayaan petani kopi Kintamani ini merupakan bagian dari Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat (PSAER) yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 11 April 2011 silam di Brebes. Melalui program ini, Presiden menginstruksikan kepada pemerintah pusat, daerah, BUMN, swasta untuk bersinergi dan bergotong royong satu sama lain untuk dapat membantu  peningkatan taraf hidup pelaku usaha UKM pada umumnya dan petani pada khususnya. Kami juga mengapresiasi  para stakeholder khususnya AEKI dan Mayora Group  selaku produsen kopi Torabika yang telah sepenuh hati mendukung program pelatihan ini.” menurut Reza Fabianus selaku Ketua Umum Koperasi Nasional.

Kegiatan pemberdayaan ini meliputi rangkaian kegiatan pelatihan kepada para petani. Di pelatihan ini Petani diberikan pengetahuan mengenai proses pasca panen kopi yang baik sehingga dapat menghasilkan produk kopi yang berstandar Industri dan Ekspor. Petani langsung mendapatkan pengetahuan ini dari tim AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) dan Mayora Group (Torabika) yang sudah sangat mengerti mengenai standar proses dan produk akhir kopi untuk memenuhi standar ekspor.

Membangun kampung digital demi menciptakan koperasi dan UKM yang melek digital dan informasi dilakukan oleh PT Telkom Indonesia sebagai BUMN

Sri Linda selaku MarComm AEKI menyampaikan, “Biji kopi terbaik berasal dari tanah vulkanis, Kondisi alam Kintamani yang dianugerahi pegunungan vulkanik dan iklim yang dingin, menjadikan biji Kopi Kintamani salah satu yang terbaik di dunia.   Namun kualitas biji kopi yang baik  harus dilengkapi oleh proses pasca panen yang baik, sehingga cita rasa kopi bisa optimal tanpa kehilangan aroma terbaiknya. Sehingga kami sangat bahagia pada kesempatan ini bisa membantu Kementerian KUKM untuk ikut memberikan wawasan proses dan standar kopi bagi para petani kopi Kintamani ”.

Mayora Group dalam hal ini, Sales and Marketing Director PT. Torabika Eka Semesta, Bpk Goesnawan mengungkapkan, “Kami merasa beruntung terlibat dalam program pemberdayaan petani kopi ini. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk Sepenuh Hati bagi Pecinta Kopi, yang mana salah satu nya adalah membantu kesejahteraan petani kopi. Kami juga berharap melalui kerjasama ini,  Torabika dapat berkontribusi tidak hanya ikut mensejahterakan petani namun juga  membantu konsumen kopi Indonesia dan masyarakat dunia agar dapat merasakan kopi berkualitas tinggi.”

Demi memperkuat gaung pemberdayaan ini, akan diadakan pula Event Walk for Farmer sebagai puncak rangkaian kegiatan sekaligus merupakan gerakan untuk mengajak masyarakat turut serta aktif untuk memajukan petani kopi Bali . Acara ini rencanaya akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang juga di  Bali dan yang rencananya dapat dihadiri langsung oleh Bpk Presiden Jokowi.

Program Sinergi Aksi Pemberdayaan Kopi Arabica Kintamani di dukung tidak kurang dari 30 stake holders, antara lain Mayora Group (Torabika), Bank Arta Graha, Bank Mandiri, Bank BNI, Telkom , Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali di bawah Kementerian Pertanian, Bank Indonesia, Dinas Perkebunan provinsi Bali dan Dinas Koperasi dan UKM hingga kedinasan di tingkat Kabupaten sampai kecamatan dan unit desa. Bersama-sama untuk berjuang agar nilai komersial tinggi dari kenikmatan Biji kopi Kintamani dapat juga dirasakan oleh para petani kopi. (*)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.