Promosikan Alor, NTT Luncurkan Buku “Alor Underwater”

Esthy Reko Astuty terima buku "Alor Underwater" dari Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.
Esthy Reko Astuty terima buku “Alor Underwater” dari Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Jakarta (Paradiso) – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya bersama Dirjen Pemasaran Pariwisata, Esthy Reko Astuty meluncurkan buku “Alor Underwater” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (15/12). Peluncuran buku ini dalam upaya mempromosikan pariwisata NTT, khususnya Kabupaten Alor yang terkenal keindahan taman lautnya.

“Salah satu hal yang membuat kawasan NTT terkenal adalah adanya hewan komodo. Biar sangar namun komodo berhati baik. Dikatakan berhati baik karena berkat komodo, NTT menjadi terkenal di dunia. Namun, daya tarik NTT ada lebih dari itu. Ada Danau Kelimutu, budaya Pasola di Sumba, gelombang laut yang menarik untuk perselancar di Nemberala Rote,” ujar Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (15/12).

Frans menambahkan yang perlu dibanggakan yakni dunia bawah laut Alor. Maka untuk mengungkap lebih lanjut kekayaan taman laut Alor, dengan bangga pihaknya menyajikan buku Alor Underwater ke para penikmat wisata. Alor Underwater adalah buku berisi kumpulan foto yang menggambarkan keindahan alam serta budaya Kabupaten Alor.

Kesempatan sama, Esthy Reko Astuty, Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata mengatakan Kementerian Pariwisata mengapresiasi peluncuran buku ini. Apalagi pembuatan buku ini menjadi pilot project rencana program tahunan untuk mengabadikan keindahan alam dan budaya di wilayah lain di NTT.

“Semoga perkembangannya dapat berdampak besar dan membawa masyarakatnya terus bekerja sama” kata Esthy.

“Alor Underwater” merupakan buku yang berisi kumpulan foto yang mendeskripsikan keindahan alam serta budaya Kabupaten Alor. Foto diambil oleh fotografer asal Indonesia dan mancanegara dalam periode selama 7 hari di bulan September 2014.

Alor Underwater2
Esthy juga berkesempatan tanda tangani foto underwater Alor.

Fotografer dari Indonesia di antaranya Muljadi Pinneng Sulungbudi, Dewi Wilaisono, Edly Tahier, Ferry Rusli, Gemala Hanafiah, dan Ria Qorina Lubis. Sedangkan dari mancanegara melibatkan tiga fotografer yaitu, William Tan (Singapura), Yuriko Chikuyama (Jepang), dan Steven Ko (Taiwan).

“Mungkin buku ini belum bisa mengungkap seluruh kekayaan, keindahan dan potensi yang dimiliki Alor. Namun harapan kami, foto-foto ini dapat mewakili kecintaan kami terhadap Alor dan semakin banyak yang juga mencintai Alor agar daerah dan masyarakatnya bisa terus berkembang tanpa melupakan jati dirinya” ungkap Muljadi Pinneng.

Pengalaman fotografi juga dibagi oleh salah satu fotografer yang lain, Ria Qorina Lubis yang mengaku banyak mendapatkan pengalaman menarik selama di Alor. Peluncuran buku ini diharapkan dapat menjadi jendela sekaligus duta untuk menunjukkan keindahan alam serta budaya Alor kepada masyarakat luas.

“Alor benar-benar berhasil membuat saya rindu. Alam bawah lautnya memiliki koral-koral beraneka warna yang begitu padat dan memenuhi tebing bawah laut, binatang-binatang kecilnya membuat saya kagum, arus dan warna airnya juga selalu membuat saya ingin terus kembali. Alor begitu cantik, mulai dari alam, budaya hingga hasil ekonomi kreatif berupa kain tenunnya. Ditambah lagi dengan keramahan masyarakatnya yang begitu hangat” ungkapnya. (bw)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.