Promosikan Dodol Sebagai Kekayaan Kuliner Indonesia

Garut, Jawa Barat (Paradiso) – Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menggelar Festival Dodol Nusantara 2015 di Lapangan Merdeka Kabupaten Garut, Jawa Barat, 14-15 November 2015.

Raseno Arya, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata menjelaskan tujuan kegiatan ini mempromosikan salah satu pesona wisata kuliner yang menjadi daya tarik wisata serta mendorong pemerintah daerah bersama stakeholder yang lain untuk membangun destinasi wisata kuliner Indonesia yang berdaya saing .

User comments
Diminati pengunjung luar Garut.

“Seperti diketahui , salah satu potensi sumber daya pariwisata yang dapat dikembangkan adalah kuliner, dan Indonesia memiliki 5000 jenis makanan tradisional. Kekayaan kuliner tradisional sebagai warisan budaya bangsa yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya Dodol,” ungkap Raseno saat membuka Festival Dodol Nusantara 2015 di Lapangan Merdeka Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/11) malam.

Tahun 2013, sektor kuliner memberikan kontribusi nilai tambah bruto sebesar 208,6 triliun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,5% dan mampu menyerap tenaga kerja 3,7 juta orang dengan pertumbuhan rata-rata 0,26%.

Festival Dodol Nusantara 2015 diikuti 30 industri dodol yang ada di Jawa Barat, diramaikan juga penampilan Wayang Ajen, Doel Sumbang, dan lomba merangkai parsel dodol.

Raseno Arya
Raseno Arya

Ini merupakan Festival Dodol Nusantara pertama kalinya, selanjutnya bakal menjadi agenda tahunan sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara. “Pada awal ini peserta masih terbatas Garut dan daerah sekitarnya, tahun depan akan kita ajak provinsi lain, Kalimantan, Sumatera, dan lebih besar,” katanya.

Alasan festival tersebut diselenggarakan di Garut, kata dia, karena makanan berupa dodol sudah menjadi ciri khas Garut, atau lebih terkenal dibandingkan dengan produsen dodol dari daerah lain.

“Sengaja memilih Garut karena bagi pribadi saya, waktu SMP, SMA kalau saudara saya dari Jakarta, saya cuma satu pesan, tolong dibawakan dodol garut,” kata Raseno.

Menurut dia, promosi dodol melalui festival tersebut sudah luar biasa dan akan menjadikan dodol sebagai ciri khas Indonesia.

Tahapan pertama kegiatan festival di Garut itu, kata dia, baru disediakan 30 gerai yang diisi oleh produsen dodol dan jenis makanan lainnya. “Untuk tahun ini 30 stand, tahun depan 60 stand,” katanya.

Ia mengatakan agenda tahun selanjutnya akan lebih dipersiapkan dengan lebih banyak kalangan pelaku usaha kecil dan menengah yang terlibat. “Ini adalah awal suatu kegiatan, mudah-mudahan lebih baik lagi, keamanan semuanya akan baik,” katanya.

Kesempatan sama, Bupati Garut Rudy Gunawan mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pariwisata yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Garut menjadi tuan rumah Festival Dodol Nusantara.

“Garut adalah penghasil dodol terbesar di Indonesia sebagai pelopornya adalah Dodol Picnic. Saya apresiasi sekali Kementerian Pariwisata yang telah mengakui Garut sebagai salah satu pelopor dodol di Indonesia,”ujarnya.

Rudy juga menegaskan, Garut saat ini menjadi sorotan publik karena menjadi daerah kunjungan wisata di Indonesia. “Salah satunya adalah kuliner Garut yang sangat luar biasa di kenal diseluruh Indonesia,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Mlenik Maumeriadi menambahkan Pemerintah Kabupaten Garut bersyukur agenda nasional Kemenpar itu diselenggarakan di Garut. Padahal sebelumnya, kata Mlenik, festival dodol pernah diminta oleh daerah lain seperti Kalimantan, Yogyakarta dan Palembang.

“Kegiatan ini diminta daerah lain dari Palembang, Yogyakarta, dan Klimantan, tapi akhirnya alhamdulillah dapat ditarik acaranya di Garut,” katanya.

Ia berharap kegiatan itu dapat mendorong industri kuliner di Garut kemudian memberikan dampak terhadap tingkat kunjungaan wisatawan. “Di Garut ini kan banyak produsen dodol, ini harus menjadi ajang silturahmi sesama produsen sekaligus menjadi daya tarik wisata kuliner,” katanya.

Dodol Makanan Asli Indonesia

Dodol merupakan penganan manis dari Indonesia, proses pembuatan dodol memerlukan waktu yang lama dan membutuhkan keahlian khusus. Bahan utama membuat dodol adalah santan kelapa, tepung ketan, gula pasir, gula merah, dan garam. Bahan tambahan pada dodol menentukan rasa, seperti dodol durian, dodol sirsak, dodol nangka, dsb.

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dodol disebut jenang. Jenang lebih lembek daripada dodol, lebih basah berminyak, dan umumnya dijual dalam bentuk lempengan.

Dodol lebih kering (kesat), pembungkus dodol berupa plastik atau kertas roti, dan dijual dalam jumlah besar di dalam kardus. Saat ini dodol mulai diminati konsumen dari negara lain, antara lain Belanda, Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia. (bowo)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.