Promosikan Pariwisata Banten Melalui Debus

debus (4)Banten (Paradiso) – Debus merpakan seni khas asal Banten yang mempertunjukkan keahlian orang dalam memanfaatkan energi dari tenaga dalam. Dengan keahlian tersebut memungkinkan orang yang kebal terhadap serangan senjata tajam, atau terbakar.

Dalam pertunjukkannya Debus diiringi musik.  Kolaborasi seni musik dan pertunjukkan tenaga dalam  ini menjadi tontonan yang menarik.

Tidak heran jika seni tradisional asal Tanah Para Jawara ini terkenal hingga keluar negeri. Bahkan Sepultura, grup musik beraliran trash metal asal Brazil, saat konser di Jakarta membuka pernampilannya dengan pertunjukkan debus.

Debus sekarang menjadi ikon pariwisata Provinsi Banten. Memanfaatkan keunikan kesenian ini, untuk mempromosikan potensi pariwisata, Provinsi Banten menggelar Festival Debus 2014 pada Sabtu (23/08).

debus (1)Sapta Nirwanndar, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan,  festival budaya merupakan cara efektif mempromosikan pariwisata ” Pariwisata sangat berkaitan dengan sharing budaya, dan keunikan atau ke khas-an budaya adalah daya tarik ,” kata Sapta saat membuka festival yang digelar di kawasan Titik Nol Mercusuar, Anyer, Kabupaten Serang.

Potensi pariwisata Provinsi Banten sangat beragam. Selama ini Banten lebih dikenal karena wisata pantai, padahal negeri Sarosowan ini  memiliki banyak daya tarik wisata lain seperti sejarah, budaya hingga kesenian tradisional.

Apalagi jarak Banten pun sangat dekat dengan Jakarta. “Dari Jakarta hanya dua jam, Banten bisa memanfaatkkan ini untuk menggarap wisatawan asal ibukota,” kata Sapta.

debus (2)Sementara itu Rano Karno,  Pelaksana Tugas Gubernur Banten mengungkapkan  pelaksanaan festival di kawasan Titik Nol Mercusuar salah satu alasannya adalah mengingatkan sejarah sekaligus memperkenalkan obyek wisata sejarah di Banten.

“Kawasan ini merupakan titik penting dan bersejarah karenna sebagai titik awal  jalan Anyer-Panarukan yang dibangun zaman Belanda,” kata Rano.

Festival yang digelar untuk kali pertama ini dimeriahkan dengan menampilkan kreasi seni debus yang dilakukan oleh 2000 orang lebih, dan dicatatkan dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Tingkat kesulitan debus yang ditampilkan hanya diperkenankan untuk tingkat ringan dan sedang saja. (Erwin)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.