PT Angkasa Pura II (Persero) Tandatangani MoU dengan PHRI

JAKARTA (Paradiso)  – PT Angkasa Pura II (Persero) Rabu (21/12) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tentang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara Angkasa Pura II Ituk Herarindri yang merupakan perwakilan dari Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, dan Ketua Umum PHRI Hariyadi B Sukamdani, disaksikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Tujuan dilaksanakannya MoU ini, dalam rangka mempromosikan serta mengembangkan pariwisata dan perhotelan Indonesia baik di pasar internasional maupun domestik di area 13 bandar udara yang dikelola Angkasa Pura II. Langkah ini juga sebagai bentuk dukungan Angkasa Pura II dan PHRI terhadap program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara menjadi 20 juta wisatawan di 2019.

Sebelumnya, Angkasa Pura II juga telah menandatangani MoU serupa dengan Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Jakarta Chapter pada 6 Desember lalu. Adapun ruang lingkup yang terdapat di dalamnya tak jauh berbeda dengan MoU yang ditandatangani dengan PHRI, yakni meliputi pertukaran data dan informasi antara kedua belah pihak yang terkait angkutan udara serta kebijakan pemerintah dan ketentuan lain di bidang usaha perjalanan wisata dan perhotelan. Selain itu PHRI juga turut melibatkan Angkasa Pura II pada event pariwisata dan perhotelan internasional maupun nasional/domestik. Serta memberikan dukungan dalam peningkatan frekuensi kunjungan wisatawan mancanegara (In Bound) ke Indonesia khususnya melalui Bandar udara yang dikelola oleh Angkasa Pura II.

Sementara itu, tambah Awaluddin, adanya MoU yang akan berlangsung selama tiga tahun bersama PHRI tentunya akan memberikan benefit kepada perusahaan, karena ini menjadi ajang promosi bersama baik dari pihak Angkasa Pura II maupun PHRI. Benefit lain yang diberikan dalam hal peningkatan pendapatan dari sisi aeronautical dan non aeronautical. “Kami optimistis Angkasa Pura II dapat semakin meningkatkan pergerakan jumlah penumpang di 13 bandara yang dikelola, dengan kerjasama ini. Apalagi dukungan Kementerian Pariwisata khususnya Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam rangka percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas sebagai “Bali Baru” dimana Danau Toba salah satu didalamnya, dan salah satu bandara yang kami kelola disana,” jelasnya.

Ada tiga program prioritas yang akan diimplementasikan Kemenpar pada 2017 mendatang, salah satunya adalah konektivitas udara. Konektivitas udara ini menjadi program yang sangat strategis. Demi menyukseskan program prioritas tersebut, Kemenpar melakukan strategi 3 A (Airlines—Airport & Air Navigation—Authorities) yang diawali dengan MoU antara perusahaan penerbangan Indonesia dan asing dengan PT Angkasa Pura I & II dan AirNav Indonesia dalam upaya menambah direct flight (penerbangan langsung) berjadwal melalui pembukaan rute baru, extra flight, maupun flight baru dari pasar potensial serta pemberian incentive airport charge dan pengalokasian prioritas slot di sejumlah bandara internasional di Indonesia. Angkasa Pura II dalam hal ini sudah turut mengambil bagian menyukseskan program prioritas tersebut dengan menjalin kerjasama antar airlines serta institusi pendukungnya.

Selanjutnya, Angkasa Pura II tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan institusi atau asosiasi yang terkait dengan transportasi maupun hal lain yang sejalan dengan bisnis yang dijalankan perusahaan. “Kami sangat terbuka pada penawaran kerjasama dari asosiasi atau institusi yang inline dengan bisnis kami, karena kerjasama ini membuka peluang untuk lebih mengembangkan bisnis kami yang sudah ada saat ini,” ujarnya.

Saat ini Angkasa Pura II mengelola 13 bandara yakni Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang) dan Silangit (Tapanuli Utara). (*)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.