Puluhan Atraksi Wisata Menarik Hiasi Peringatan 60 Tahun KAA

Jakarta (Paradiso) – Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 19-24 April 2015 mendatang bakal dihiasi beragam atraksi wisata menarik untuk menyedot wisatawan.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri para kepala negara-negara asia dan afrika, juga tidak kurang dari 500 wartawan dari dalam dan luar negeri akan hadir di acara peringatan 60 tahun KAA ini.

“Nilai promosinya cukup tinggi, kalau dihitung nilai publikasinya bisa mencapai 1 triliun lebih. Ini harus kita manfaatkan untuk promosi pariwisata,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam jumpa pers ‘Side Events Peringatan Konferensi Asia Afrika 2015’ di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Beragam kegiatan digelar pada acara ini, seperti Asia Afrika Carnival, forum diskusi parlementer, pameran dan workshop Kerjasama Selatan-Selatan Triangular (KSST), Indonesia Heritage Exhibition, Pameran Koleksi Dokumentasi KAA, New Asia Youth Conference 2015, Asia Africa Business Summit (AABS), Working Lunch SIDS, serta Slank Performance.

“Tiga event yaitu promosi pariwisata, Asia Afrika Carnival, dan New Asia Youth Conference 2015 akan berlangsung di kota Bandung, sedangkan event yang lain akan berlangsung di Jakarta,” kata Arief Yahya.

Arief menambahkan, di Bandung itu resminya cuma 10 side event, tapi tidak resminya 50 event. Jadi ini menjadi pesta rakyat, jumlah relawan saja mencapai 14 ribu orang.

“Rangkaian kegiatan Side Events ini berjumlah 19, dengan 9 event diadakan di Jakarta dan 10 event di Bandung. Selain peserta KAA, tentunya masyarakat lokal juga bisa ikut memeriahkan beberapa Side Events yang ada. Jadi, benar-benar seperti pesta rakyat,” terangnya.

Side Events yang akan digelar antara lain adalah promosi pariwisata, Asia Afrika Carnival, pameran dan workshop Kerjasama Selatan-selatan Triangular (KSST), penampilan grup band Slank, New Asia Youth Conference 2015 dan lain sebagainya. Untuk Asia Afrika Carnival yang diadakan di Bandung, peserta yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang.

“Side Events ada Asia Africa Carnival. Pasti seru karena akan diikuti seluruh negara. Hari ini sudah confirm 1.000 peserta. Sebagian dari luar, 2/3-nya dari Indonesia. Nanti ada juga yang main angklung,” kata Menpar.

Asia Africa Carnival yang berlangsung tanggal 25 April ini termasuk diunggulkan karena banyak sekali peserta yang akan bergabung. Arief menyebutkan juga bahwa ada 20.000 orang yang nantinya akan bermain angklung. Sehubungan dengan hal ini, pemerintah Bandung juga sangat mendukung semua rangkaian Side Events yang ada.

Selain itu, juga digelar event Instagram Bandung Photo Contest kita harapkan akan diikuti sekitar 300 penggiat instagram dengan minimal follower 10.000 dengan kategori foto alam, arsitektur/bangunan, dan masyarakat & budaya sesuai lokasi obyek wisata yang dikunjungi para blogger internasional dalam kegiatan famtrip.

“Kita akan pilih gambar/photo dengan “like” terbanyak. Ini salah satu cara untuk mempromosikan pariwisata lewat jalur digital (online) dengan memanfaatkan event Peringatan 60 Tahun KAA,” katanya.

Menpar juga mengatakan, event ini ditargetkan bisa mendatangkan 100 ribu wisnus dan 2.500 wisman. Sebagai Ketua Panitia Bidang Side Events, Arief Yahya mengatakan akan siap membawa pariwisata Indonesia lewat peringatan KAA ke-60 tahun ini.

Pererat Kerjasama Negara Asia -Afrika

Sejarah KAA yang berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung pada 18-24 April 1955 silam menghasilkan ‘Dasasila Bandung’ atau Bandung Declaration tersebut telah menjadi catatan sejarah yang mengharumkan nama Indonesia serta memberi kenangan bagi Kota Bandung sebagai tempat penyelenggara KAA.

Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika akan dihadiri sejumlah kepala negara atau kepala pemerintahan antara lain RRT, Pakistan, Bangladesh, Kamboja, Malaysia serta sekitar 80 utusan dari negara peserta yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo .

Luhut Panjaitan, Kepala Staf Kepresidenan menambahkan, even ini sangat penting karena presiden Soekarno sebagai pemrakarsa awal yang diikuti beberapa negara lainnya secara historik dan saya tak bisa membayangkan Bung Karno yang mengkoordinir di tahun 1955, belum ada email, internet masih sebatas telegram dan diikuti 29 negara dan prestasi luar biasa bagi Indonesia saat itu.

“Dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas peringatan saja, tapi diharapkan menghasilkan Deklarasi Kemitraan Strategis Asia-Afrika (Declaration on Reinvigorating the New Asian-African Strategic Partnership). Juga deklarasi dukungan terhadap Palestina,” kata Luhut.

Peringatan 60 tahun KAA nanti juga akan membahas isu di bidang politik, kerja sama ekonomi, dan hubungan sosial-budaya. Sedangkan Deklarasi Kemitraan Strategis Asia-Afrika akan membahas isu-isu terorisme, organisasi kriminal transnasional, ketahanan nasional, ketahanan energi, pariwisata, gender, dan pemberdayaan perempuan.

“Aktivitas KAA akan dimulai tanggal 19 dan tanggal 24 akan ada napak tilas ke Bandung. Berkaitan dengan media, sekitar 562 media dan kita berharap 600-700 media dan negara membawa 20 media. Media center di hall A, di Bandung di Kimia Farma, televisi ada di Jalan Braga, Bandung,” tambah Menkominfo Rudiantara. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.