Puluhan Desainer Siap Pamer Rancangan Fashion di JFFF 2018

JAKARTA (Paradiso) – Gelaran Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2018 yang masuk dalam Top 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) siap digelar. Ajang yang dihelat di Summarecon Mall Kelapa Gading pada 5 April – 6 Mei 2018 menjadi wadah bagi para industri fashion di Indonesia unjuk kebolehan.

Sejumlah desainer dipastikan ambil bagian dalam perhelatan tersebut. Diantaranya desainer Albert Yanuar dan Yosafat Dwi Kurniawan yang mewakili desainer muda.

“Koleksi yang akan ditampilkan didesain lebih light. Ada unsur oriental dengan motif Naga, ikan koi, dan ada phoenix juga. Embroudery-nya akan dibuat modern,” ujar Albert Yanuar di Jakarta, Selasa (3/4).

Dalam gelaran fashion show nanti, Albert akan menyajikan 15 rancangan dengan siluet pakaian wanita yang didesain luxury with a twist. Konsep busana cocktail yang bisa ditranformasi menjadi dua atau tiga look.

Pengunjung juga akan dimanjakan dengan lebih dari 90 booth beragam koleksi busana terbaru, kain nusantara, busana ready to wear hingga produk aksesoris dari UKM, Dekranasda, sekolah mode hingga merek lokal.

Selain itu, akan ada fashion show puluhan desainer ternama di Ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading pada 11 -29 April.

Para perancang yang berpartisipasi diantaranya Jenahara, Marga Alam, Ivan Gunawan, Mayaratih, Mel Ahyar, Eddy Betty, Denny Wirawan, Patrick Owen, Denny Satriadi, Danar Hadi Batik. Desainer binaan APPMI dan Dekranasda juga turut tampil dengan tema Kain Negeri.

Terpisah, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, mengaku sangat antusias dengan gelaran JFFF yang sudah memasuki edisi ke-15 itu. Menurutnya, Jakarta sebagai ibu kota bisa menjadi pusat kesenian dan ekspresi yang membuka ruang-ruang ekonomi kreatif.

“Kegiatan ini dapat menjadi sebuah kolaborasi nyata antara Pemprov DKI dan stakeholder untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat ekspresi nusantara,” ujar Anies.

Anies mengungkapkan, pihaknya ingin Jakarta menjadi tempat berkumpulnya kalangan kreatif. Di tengah heterogenitas Jakarta, Pemprov DKI sangat berkomitmen untuk memperhatikan kelestarian dan pengembangan seni budaya dan kuliner Betawi sebagai muatan kearifan lokal.

“Saya sampaikan, kegiatan ini jangan sekadar menjadi event tahunan. Kita harus memikirkan efek dari acara ini agar memberikan dampak besar,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut mengapresiasi gelaran JFFF. Menurutnya, fashion merupakan salah satu industri yang penting dalam pengembangan Industri Kreatif di Indonesia. Bahkan di 2014 lalu, fashion menyumbang 30 persen dari seluruh sektor Industri Kreatif terhadap product domestic bruto (PDB) Nasional.

“Fashion itu bisnis yang besar. Size-nya sampai Rp 200 triliun atau 30 persen dari total industri kreatif. Ke depannya ini juga masih bisa terus dikembangkan,” kata Arief Yahya.

Tidak hanya memberikan pemasukan yang besar untuk negara, menurut Arief industri fashion juga telah berhasil menyerap jutaan tenaga kerja. “Tenaga kerjanya sampai empat juta orang. Untuk nilai ekspornya menyumbang sekitar 100 triliun. Jadi ini (industri fashion, Red) harus kita bangun bersama-sama karena saya yakin industri fashion kita bisa unggul di seluruh dunia,” ujarnya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.