Ramadan, Saat Tepat Mengunjungi Kota Tuban

JAKARTA (Paradiso) – Bagi umat muslim Indonesia, Kota Tuban pasti sudah tidak asing lagi. Khususnya bagi yang suka wisata ziarah. 

Ya, Kota Tuban adalah salah satu tujuan bagi peziarah. Di sana terdapat makam Sunan Bonang, salah satu tokoh dalam Walisongo. Selain itu, Kota Tuban juga memiliki berbagai destinasi wisata religi. 

Letak kotanya sangat strategis. Kota ini masuk dalam perlintasan jalur pantai utara (Pantura) Pulau Jawa. Menjadi wilayah perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tuban juga dikelilingi pantai yang membentang di sepanjang jalan provinsi. Nuansa Islami begitu kental di sini.

“Tuban menjadi salah satu kota yang sangat direkomendasikan bagi anda yang ingin berwisata religi. Sebagai salah satu Kota Wali, Tuban menawarkan berbagai destinasi wisata religi yang sangat menarik. Dan ini sangat pas dikunjungi saat Bulan Suci Ramadan seperti sekarang ini,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata, Wawan Gunawan, Sabtu (19/5).

Destinasi utamanya tentu Makam Sunan Bonang. Sebagai salah satu dari Walisongo, Makam Sunan Bonang tidak pernah sepi pengunjung. Laksana air sungai yang mengalir tiada henti, peziarah selalu datang memadati makam. Peziarah yang datang pun tak hanya dari warga lokal saja. Namun lebih dari itu, warga dari berbagai daerah di Pulau Jawa, hingga luar Jawa.

“Ini merupakan salah satu potensi besar dari wisata religi. Perputaran perekonomian masyarakat sudah pasti ikut terdongkrak. Pasalnya para peziarah ini juga akan membeli souvenir untuk oleh-oleh. Begitu juga sektor kuliner yang ada di sekitarnya. Dan tentunya destinasi wisata lainnya di Kota Tuban juga ikut terangkat,” kata Wawan.

Selanjutnya, ada Masjid Agung Tuban. Masjid ini sendiri memiliki peranan penting. Pasalnya Sunan Bonang memulai syiar Islam dari masjid ini. Masjid ini dibangun ketika masa pemerintahan Adipati Raden Ario Tedjo yang merupakan bupati Tuban ke-7. Letaknya persis bersebelahan dengan makam Sunan Bonang.

Ornamen masjid ini begitu cantik, berbalut dengan polesan yang begitu detail. Lantainya dari keramik yang indah. Temboknya penuh dengan ukiran. Kubah dan pilarnya pun dicat warna-warni menambah kewahan masjid ini.

“Bangunan masjid ini begitu indah. Arsitekturnya unik, bergaya ala bangunan masjid dalam dongeng 1001 malam. Destinasi yang pas untuk dikunjungi selepas berziarah ke Makam Sunan Bonang,” imbuh Wawan.

Selain itu Tuban juga memiliki Masjid unik yang berada di perut bumi. Namanya masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi. Masjid ini pun menjadi destinasi wajib bagi para peziarah. Namanya pun begitu tenar di kalangan para peziarah yang sering menyambangi jalur Pantura.

Masjid yang terletak di Jalan Gedungombo, Semanding, Tuban tersebut memiliki arsitektur yang menarik. Bagian depan masjid terlihat begitu mencolok dengan perpaduan warna-warni terang. Dipadu dengan ukiran kaligrafi yang dikombinasikan dengan aksara Jawa.

Bagian kubah juga dibuat dengan unsur seni yang begitu khas. Dilukis penuh dengan goresan ayat-ayat Alquran. Berada di sebuah goa, tentunya Masjid ini memiliki keindahan tersendiri karena pengunjung yang masuk akan disuguhkan dengan bongkahan-bongkahan stalagmit dan stalaktit yang telah kering. Sangat Instagramable berpadu dengan warna warni lampu yang ada di dalam masjid.

“Masjid ini merupakan bagian yang terpisahkan dari Pondok Pesantren Aschabul Kahfi pimpinan KH Subhan. Berkat ide kreatif beliau goa tandus yang tadinya tidak terpakai disulap menjadi sebuah masjid yang cantik dan kini difungsikan sebagai Islamic Centre,” ujar Wawan Gunawan yang juga seorang Dalang Wayang Ajen itu.

Dan itu merupakan sebagian dari beberapa destinasi religi lainnya di Tuban. Karena di Tuban masih banyak terdapat makam ulama-ulama besar yang berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Ada juga Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmaraqandi. Yang tak lain ayahanda dari Sunan Ampel. Juga Makam Sunan Bejagung Lor yang merupakan adik dari Syeh Maulana Ibrahim Asmaraqandi. Makam Sunan Bejagung Kidul, serta Makam Sunan Geseng atau Kyai Cokrojoyo yang merupakan murid Sunan Kalijaga.

“Ada juga Goa Akbar yang dipercaya pernah menjadi tempat Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang bertapa. Dengan seluruh potensi wisata religi ini sangat wajar Tuban saat ini menjadi salah satu tujuan utama wisata religi di Indonesia,” pungkas Ki Dalang Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut angkat bicara. Potensi wisata religi Tuban sangat tinggi, dan ini merupakan sebuah keuntungan tersendiri bagi Tuban bahkan disaat Ramadan sekalipun.

“Saat bulan Ramadan itu terjadi penurunan kunjungan wisatawan. Tetapi hal ini berbeda di daerah-daerah wisata religi seperti Tuban. Untuk Wisnus, kami yakin ada wisata religi seperti Ziarah Wali Songo di Pantura, dari Cirebon, Demak, Kudus, Tuban, sampai Surabaya, sudah pasti ramai. Di Jawa Timur juga banyak tokoh-tokoh yang menjadi destinasi wisata religi,” kata Arief Yahya.

Menpar menyampaikan jika Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk mengajak para wisatawan menikmati paket-paket wisata Ramadan, sekaligus mengajak wisatawan untuk mulai merencanakan kunjungan destinasi lebaran. Salah satu destinasi yang bisa dinikmati adalah destinasi wisata minat khusus, yakni wisata religi guna menyambut libur lebaran bulan depan.

“Hadirnya bulan suci Ramadan ini menjadi momen yang sangat tepat untuk memperkenalkan wisatawan dengan berbagai atraksi khas Ramadan. Selain itu, kami juga akan menawarkan beberapa paket wisata Ramadan ke beberapa destinasi di Indonesia yang tergabung dalam program Pesona Wisata Ramadan 2018,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.