Rencana Penutupan Bandara Juanda Rugikan Maskapai Penerbangan

bandara juandaJakarta (Paradiso) – Kabar penutupan bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timuruntuk perayaan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) pada 1-4 Oktober dan 7 Oktober memang belum pasti. Namun, sejumlah maskapai penerbangan sudah mulai menghitung potensi kerugian mereka.

Menurut Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air mengatakan pasalnya, Bandara Juanda termasuk salah satu penerbangan dengan jadwal penerbangan cukup padat di Tanah Air. Kami masih menunggu keputusan Kemhub (Kementerian Perhubungan). Harapan kami Kemhub meninjau lagi rencana itu karena Juanda merupakan jalur penerbangan ramai dan padat.

Sementara Beni S. Butarbutar, Head Corporate Communication PT Citilink Indonesia juga mengajukan nada keberatan. Dia tak memungkiri penutupan operasional bandara potensial itu yang dikabarkan sampai lima hari bakal mempengaruhi kegiatan operasional Citilink.

Paling tidak ada dua data pendukung potensi bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I itu. Pertama, frekuensi penerbangan. Dalam sehari Citilink mengaku mengoperasikan 20 penerbangan pergi pulang (PP) rute Surabaya ke berbagai kota. Lantas, Sriwijaya Air melayani 12-15 kali rute penerbangan PP.

Maskapai penerbangan lain, PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan menerbangkan 17 rute penerbangan PP Surabaya dalam sehari. Maskapai penerbangan plat merah yang sekaligus induk Citilink itu juga memiliki rute mancanegara. Dua contoh rute Garuda Indonesia ke luar negeri seperti Surabaya–Singapura dan Surabaya–Mekah.

Kedua, tingkat muatan penumpang dalam sekali penerbangan alias load factor. Belasan jadwal penumpang per maskapai tersebut ternyata dibarengi load factor yang cukup menjanjikan. Sriwjiaya Air mengaku load factor rute Surabaya sampai 87%.

Sementara load factor Garuda Indonesia mencapai 75%. “Kami belum bisa memprediksi potensi kerugian tapi untuk penerbangan Surabaya biasanya seminggu sebelumnya 50% tiket sudah terjual,” terang Ikhsan Rosan, Head Corporate Communication Garuda Indonesia.

Jika rencana penutupan Bandara Juanda jadi dilakukan, maskapai penerbangan akan menawarkan dua opsi kepada penumpang. Keduanya opsi itu adalah penjadwalan ulang (re-schedule) atau penggantian uang tiket.

Opsi maskapai penerbangan itu sejatinya bukan kesadaran tapi kewajiban yang sudah diatur tegas dalam Undang-Undang Perhubungan no 11/2009. Lantas  dijabarkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan no 77/2011.

Pada pasal 12 Permen itu, maskapai penerbangan wajib memberi tahu penumpang paling lambat tujuh hari sebelum tanggal keberangkatan jika membatalkan penerbangan. Lantas, penumpang mendapatkan ganti rugi seluruh harga tiket yang dibayarkan.

Ketentuan lain, jika pemberitahuan dilakukan kurang dari tujuh hari tanggal keberangkatan, maskapai penerbangan mengalihkan penumpang ke jadwal penerbangan niaga lain. Dalam pengalihan ini, penumpang tak dikenai tambahan biaya jika dialihkan ke kelas penerbangan yang lebih tinggi. Namun, penumpang mendapatkan sisa harga tiket yang dibayarkan jika dialihkan ke penerbangan dengan kelas lebih rendah.

Dihubungi secara terpisah, Djoko Muratmodjo, Direktur Jenderal Perhubungan Udara  Kemhub mengatakan pemerintah masih akan mengusahakan supaya Bandara Juanda tak jadi ditutup. Dalam minggu-minggu ini kami akan secepatnya memberi kabar kepada maskapai penerbangan. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.