Ribuan Undangan Ikuti Halal Bi Keluarga Besar Kemenpar

JAKARTA (Paradiso) – Kementerian Pariwisata menggelar halal bi halal di Balairung Gedung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (21/6). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00, diikuti 2.000 undangan.

Halal bi halal kali ini mengangkat tema Menjadi Insan yang Ihsan. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, hal ini merupakan basic untuk selalu memberikan yang terbaik.

“Terbaik dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Always the Best membutuhkan Integritas, Antusias, Totalitas dan Lead By Heart, Managed by Head,” paparnya.

Diterangkannya, ada 3 tipe pemikiran Insan. Yaitu Micro, Macro, dan Mega. “Berpikir Mega adalah konsep yang terbaik, The More You Give, The More You Get, contohnya adalah Ibu,” terangnya.

Menurut Menpar, untuk menjadi Insan yang Ihsan, harus memiliki keseimbangan 4R (Ruh, Rasa, Rasio, Raga). Puasa Ramadan melatih 4R untuk membuat diri lebih baik.

Menpar pun memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Acara yang digelar ini sangat bagus. Sarat dengan nilai-nilai positif yang bisa disebarkan pada sesama. Kami gembira karena besarnya antusiasme yang ditunjukan oleh undangan. Mereka tetap menyempatkan waktu untuk datang,” pungkasnya.

Agenda Halal Bi Halal Kementerian Pariwisata diisi dengan tausyiah oleh KH Ridwan Muhammad Yusuf. Kegiatan ini turut dihadiri mantan menteri periode sebelumnya Marie Elka Pangestu.

Bergabung juga Penasehat Kehormatan Kemenpar, Dwisuryo Indroyono Soesilo dan Marsetyo. Lalu, 15 Staf Khusus dan Tenaga Ahli Kemenpar.

Halal Bi Halal tahun ini terasa lebih spesial. Jika tahun sebelumnya hanya dihadiri oleh lingkungan internal Kemenpar, tahun ini hadir undangan perwakilan stakeholders.

Seperti dari asosiasi industri pariwisata. Termasuk mitra co-banding. Yaitu Dirut Garuda bersama 5 jajaran direksinya, PT Telkom, BRI, Traveloka, Retail Sarinah, Alfaland, Hydrococo, Krisna Oleh-oleh, Data Script, WhiteSky, Aerofood, dan lainnya.

Menurut Ketua Binrohis Kemenpar yang juga Ketua Panitia Halal Bi Halal Hariyanto, kegiatan ini digelar terbuka.

“Halal Bi Halal Kementerian Pariwisata ini menjadi agenda rutin. Tujuannya mempererat silaturahmi. Undangan berasal dari internal dan eksternal,” ungkap Hariyanto.

Halal Bi Halal Kemenpar juga menggemakan aksi sosial. Yaitu menyalurkan zakat bagi 24 muastahiq. Binrohis pun melakukan sosialisasi Pengelolaan Dana Zakat. Program ini hasil kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Lalu, dibentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenpar. Saat ini, mereka mengelola dana sekitar Rp13 juta per bulan atau baru 15% dari potensi yang dimilikinya.

Potensi setoran zakat Kemenpar per bulan cukup tinggi. Sebab, Kemenpar saat ini memiliki karyawan hingga 970 PNS. Artinya, dalam sebulan bisa terkumpul zakat senilai Rp95,6 juta. Selama setahun terakumulasi zakat sekitar Rp1,1 Miliar. Dari total dana tersebut, 70% atau sekitar Rp803 juta per tahun diantaranya bisa dimanfaatkan oleh UPZ Kemenpar. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.