SBY Hadiri Lomba Seni Pelajar di Istana Cipanas

lomba cipta pelajarJakarta (Paradiso) -Pendidikan seni budaya akan membuat bangsa Indonesia saling menyanyangi, rukun, menghargai satu sama lain, berwatak baik, suka damai, dan tidak menyukai kekerasan.

Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi kerjasama antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam penyelenggaraan Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional 2014 (LCSPN) di Istana Kepresidenan Cipanas, Jawa Barat, Sabtu (9/8/14).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh  menyampaikan bahwa Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional merupakan salah satu upaya pendidikan dalam rangka pembentukan karakter dan jati diri yang berakar pada budaya bangsa untuk membangun keberadaban bangsa.

Lomba yang bernuansa seni yang telah dimulai sejak 2006 dan selalu dihadiri Presiden dan Ibu Negara Hj Ani ini diharapkan para peserta dapat berekspresi dan mengasah kepekaan nurani yang pada akhirnya menciptakan insan yang cerdas, kreatif, kompetitif, berwawasan global namun tetap mengakar pada budaya bangsa.

Turut mendampingi Presiden, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil presiden Boediono dan isteri, serta Menteri Pendidikan dan kebudayaan M Nuh dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, SBY menyaksikan kegiatan Lomba Cipta Seni Pelajar 2014 untuk yang ke-9 kalinya yang diikuti 99 pelajar SD dari 33 provinsi yang berkompetisi dalam Lomba Lukis, Cipta Puisi dan Membatik; juga 132 pelajar SMP yang mengikuti Lomba Lukis, Cipta Puisi, Cipta Lagu, dan Desain Motif Batik.

Satu per satu tenda lomba di mana anak-anak dari seluruh Indonesia berkumpul, mengekspresikan kreativitasnya dalam ragam karya seni tersebut dikunjungi SBY. Tak hanya memantau, SBY juga berinteraksi dengan beberapa anak peserta lomba.

Selain itu terlihat pula, hadir cucu presiden SBY, Airlangga Satriadhi Yudhoyono, anak bungsu Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Siti Ruby Aliya Rajasa.

Pada kesempatan tersebut Mari Elka Pangestu mengatakan, “Dengan tema yang diangkat Indonesia Bersatu dengan sub tema Indah Negeriku Damai Bangsaku ini diharapkan selain menjadi ajang interaksi, apresiasi, dan kompetisi, juga akan semakin menumbuhkan kebanggaan dan semangat cinta tanah air di kalangan generasi muda sekaligus menggali dan mengangkat potensi serta kemampuan generasi penerus sebagai pewaris bangsa yang kelak akan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia”.

Menurutnya anak-anak peserta Lomba Desain Batik tingkat SMP misalnya, sudah bisa memahami nilai budaya dari motif batik yang dirancangnya. Salah satu peserta, sebutnya, membuat batik Toraja, tempat asalnya, dengan mengangkat ukiran rumah Toraja. Anak ini menafsirkan tema dengan membatik ukiran rumah khas daerah asalnya yang sarat makna, utamanya melestarikan budaya lokal.

“Ada makna kebersatuan di dalam kegiatan membatik anak tersebut. Anak-anak peserta lomba, menurut Mari Elka memaknai cukup mendalam tema membatik yang diberikan kepadanya untuk menghasilkan sebuah karya seni batik dalam waktu empat jam saat perlombaan,” ungkapnya.

Tak hanya mengangkat budaya nusantara, kegiatan seni dalam perlombaan untuk anak se-Indonesia ini juga membawa pesan persatuan. Anak-anak se-Indonesia saling mengenal satu sama lain. Setidaknya mereka bisa bertemu teman sebaya se-Indonesia dari berbagai suku dan budaya. Di ajang inilah anak-anak belajar menghargai keberagaman dan menikmati keindahan perbedaan dalam kebersatuan.

Yoni, misalnya, tekun dan terampil menggunakan cantingnya berbagi malam dengan peserta lainnya yang setahun lebih tua dari Jawa Tengah dan Jawa Barat dalam membuat batik kreasi mereka sendiri. Apa yang dilakukan Yoni dan anak-anak peserta lomba seni ini, selain mengasah kreativitas, menanamkan semangat persatuan, juga punya dampak terhadap pembentukan karakternya.

Bukan hanya mengembangkan bakat tapi di sinilah anak-anak membentuk karakter dirinya. Paling sederhana, dengan menjaga konsistensi dalam mencipta karya saat lomba, juga proses kreatif yang berlangsung terus menerus terasah sebelum setiap peserta lomba ini terseleksi sebagai yang terbaik mewakili daerahnya di pertemuan anak kreatif se-Indonesia di Istana Kepresidenan Cipanas.

Pembangunan karakter inilah yang juga disebut Mari Elka ketika mencontohkan seorang anak peserta lomba dari Toraja. Berkesenian mendorong anak-anak untuk berlomba-lomba merancang motif batik. Di balik desain ada sebuah sinopsis, artinya anak-anak perlu menjelaskan apa arti desain batik buatannya. Di sini terjadi proses kreatif yang terdapat pembangunan karakter di dalamnya.

Anak-anak termotivasi untuk menciptakan karya kreatif, dan ketika dia terdorong melakukan sesuatu yang didasari atas semangat kecintaan kepada budaya, maka ia tengah memupuk kecintaan terhadap negerinya. Proses kreatif dalam berkesenian juga melatih konsistensi anak dalam melakukan sesuatu. Ketika anak konsisten mengasah keterampilan dirinya, maka ia tengah mengembangkan dirinya, karakter, kepribadian, dan potensi diri yang bisa menelorkan prestasi di bidang tertentu, antara lain seni. Anak bisa berprestasi dengan kemampuannya melukis, mencipta banyak karya yang mendapatkan apresiasi di tingkat nasional dan internasional misalnya.

Kegiatan LCSPN kali ini bukan hanya ada Lomba Cipta Seni Pelajar, tetapi sekaligus beserta reuni dari para juara sebelumnya, baik itu melukis, cipta puisi, cipta lagu, cipta desain batik dan membatik.

“Selain reuni pemenang LCSPN 2006-2013, kami juga menerbitkan buku sebagai upaya untuk mempererat silaturahmi, membangun jaringan kreatif, mendokumentasikan sejarah dan direktori pelaku kreatif,” tambah Mari. (Evi)

 

Berikut Nama Pemenang Lomba :

– Lomba Desain Batik (SMP) : Erna Elvira Ariyanti, SMP 7 Jambi (Juara I), Hosensyah Nadya Pradita, SMPK ST. Fransiskus Assis, Kalimantan Timur (Juara II), dan Annisah Suherwan, SMPN 1 Padang (Juara III).

– Lomba Lukis (SMP) : Agustin, SMPN 1 Panji Situbondo, Jawa Timur (Juara I), Muhannad Rifdan Musyaffa, SMP IT Nurul Ilmi Jambi (Juara II), dan Ananda Nur Syamsi, SMPN I Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jabar (Juara III).

– Lomba Membatik (SD) : Kurnia Kemalasari, SDN 1 Galuh Kabupaten Purbalingga (Juara I), Salsa Adilla Illianis, SDN Oro – oro Ombo Kota Batu, Jawa Timur (Juara II), dan Yuni Ratna Yanti, Mi Ma’arif Giriloyo I Kabupaten Bantul, DIY (Juara III).

– Lomba Cipta Puisi (SD) : Amira Nur Fadilla, SDM Ibu Dewi 2 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Juara I), Dayang Annisa Safitri, SD Plus Bina 45 Pontianak (Juara II), dan Mira Devinki Dwi Syahputri R, SDN 04 Bengkulu (Juara III).

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.