Sejarah Perjalanan Garuda Indonesia Dibukukan

Emirsyah Satar berikan buku ke Menteri Perhubungan
Emirsyah Satar berikan buku ke Menteri Perhubungan

Jakarta (Paradiso) – Maskapai penerbangan milik pemerintah RI, Garuda Indonesia meluncurkan buku perjalanan transformasi perusahaan bertajuk “From One Dollar to Billion Dollars Company” yang ditulis Direktur Utama Emirsyah Satar dan ekonom Rhenald Kasali.

Buku ini menggambarkan perjalanan transformasi Garuda Indonesia secara bertahap sejak 2005 mulai dari tahapan survival, turn around, growth hingga menjadi maskapai penerbangan global player.

“Buku ini menceritakan berbagai aspek penting yang belum banyak diketahui masyarakat luas, di balik keberhasilan proses transformasi Garuda menjadi maskapai penerbangan mendunia,” kata Emirsyah saat peluncuran buku di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (4/9/2014).

Dalam pengantarnya, Rhenald Kasali mengungkapkan buku ini menggambarkan bagaimana Garuda Indonesia mampu berevolusi dari kondisi terbelenggu (rigidity) hingga menjadi terbebas dan tangkas (agility). “Proses evolusi tersebut yang diharapkan jadi pembelajaran bagi masyarakat khususnya kalangan enterpreneur di Indonesia,” kata Rhenald.

Emirsyah mengatakan hadirnya buku ini seperti sebuah kado untuk bernostalgia kembali pada saat-saat pertama ia bergabung dengan Garuda Indonesia. Emir menyebutkan bahwa buku ini merupakan perjalanan transformasi Garuda.

“Saya ingat saat pertama-tama gabung dengan Garuda dahulu, saya lebih banyak mendapat komentar yang bernada pesimis dari kolega-kolega saya mengenai Garuda,” sambut Emir.

Namun demikian, lanjutnya, berkat dukungan dari berbagai pihak serta melalui program transformasi yang dilaksankan secara konseptual, konsisten, bertahap dan berkesinambungan kini Garuda bukan saja mampu bertahan namun juga berhasil meraih berbagai pencapaian signifikan. Tahun 2012 lalu, Garuda dinobatkan sebagai “The World’s Best Regional Airline 2012” dan “The Best Regional Airline in Asia 2012” dari Skytrax.

Pada kesempatan itu, Rhenald sempat mengungkapkan bahwa sebagai seorang Direktur Utama, Emir banyak pula mengambil sikap spontan.  “Yang ini ada fotonya di dalam buku, Anda perlu tahu Emir pernah melakukan aksi bersih-bersih kabin pesawat,” tuturnya.

Hal itu spontan membuat Emir tersenyum, lalu menceritakan kisahnya. “Ya, di tahun 2008 saya lihat pesawat-pesawat Garuda begitu kotor, dini hari selesai penerbangan terakhir saya membersihkannya,” jawabnya.

Rupanya, Aircraft Cleansing ini menjadi langkah yang Emirsyah ambil untul menumbuhkan rasa memiliki karyawan terhadap pesawat-pesawat yang dimiliki Garuda. “Bagaimana kita mendatangkan penumpang kalau aset kita saja kotor? Apalagi di tahun itu stigma orang asing terutama menganggap maskapai penerbangan Indonesia serba kurang lah, memakai pesawat tua lah,” tambahnya.

Untuk mengalihkan daya tarik penumpang untuk memakai Garuda Indonesia ternyata tak semudah saat ini. Dahulu, ungkap Emirsyah, Garuda Indonesia belum memiliki reputasi. Tetapi saat ini Garuda Indonesia menjadi pilihan prioritas di pasar nasional maupun internasional. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.