Sekjen Kementan Buka FGD Peningkatan Nilai Tambah Wisata Agro

Kuta (Paradiso) – FGD (Focus Group Discussion) tentang Peningkatan Nilai Tambah Sektor Pertanian  Melalui Pengembangan Wisata Agro  secara resmi dibuka oleh Sekjen Kementrian Pertanian (Kementan), Ir. Syukur Iwantoro di Kuta, Bali (Minggu,28 April 2019). Hadir pada kesempatan itu, Kepala Biro Perencanaan Kementan, Dr. Ir. Abdul Basit, M.S, Ketua DPP Asosiasi Wisata Agro Indonesia (AWAI), Hibran Turangan, Ketua DPD AWAI Bali, Bagus Sudibya serta  94 peserta yang terdiri dari sejumlah SKPD Propinsi se-indonesia, BUMN dan sejumlah pelaku pariwisata yang bergerak di sektor agro wisata. 

Menurut Syukur Iwantoro, salah satu unsur sektor pertanian yang belum dioptimalkan adalah jasa lingkungan pertanian. Karena itu pengembangan wisata agro menjadi penting. Dengan pengembangan wisata agro diharapkan pertanian tidak hanya menghasilkan produk pangan dan produk pertanian lainnya tapi juga memberikan manfaat  dengan keindahan alam pertanian serta budaya masyarakat petaninya. Karena itu perlu dioptimalkan  nilai tambah sektor pertanian melalui wisata agro, ujar Iwantoro dihadapan peserta yang tampak antusias karena ini juga menjadi salah satu terobosan untuk meningkatkan taraf hidup petani kita. 

FGD ini direncanakan akan berlangsung selama 28 -30 April 2019 dengan mengundang sejumlah narasumber seperti para pengusaha dan pengelola agro wisata di tanah air, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang selama ini membantu masyarakat desa dalam mengembangkan wisata agro serta para anak muda pegiat wisata agro yang selama ini telah berkembang di tanah air. Mereka akan sharing pengalaman bagaimana mengelola agro wisata yang baik dan benar untuk memberikan nilai tambah bagi para petani kita. Iwantoro berharap FGD ini dapat menghasilkan berbagai masukan atau rekomendasi  untuk penyusunan arah kebijakan pembangunan pertanian khususnya wisata agro 5 tahun ke depan yakni tahun 2020 – 2014.

Rencananya usai  berdiskusi para peserta akan melaksanakan field trip dengan mengunjungi Bagus Agro Wisata Plaga, di Petang, Kabupaten Badung. Selain itu peserta juga akan mengunjungi dan belajar tentang pengelolaan Subak di Jatuluwih, Kabupaten Tabanan yang telah ditetapkan oleh UNESCO menjadi salah satu  warisan budaya dunia. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.