Sektor Pariwisata Jadi Pendorong Industri Jasa di Indonesia

JAKARTA (Paradiso) – Sektor perdagangan jasa Indonesia relatif tertinggal akibat kurangnya invetasi dan ketatnya regulasi. Trasanksi sektor jasa berkisar 45 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Nilai tersebut relatif rendah berdasarkan rata-rata negara lain di kawasan Asia tenggara (ASEAN) yang mendekati 50 persen.

Berdasar riset HSBC Indonesia, Jumat (30/12/2016), tertinggalnya sektor jasa ini juga tercermin dari data statistik perdagangan. Ekspor jasa hanya berkisar 13 persen dari total ekpor pada 2015. Nilai tersebut relatif tidak berubah sejak 2000.

“Angka ini bisa saja lebih rendah tanpa adanya kontribusi besar sektor pariwisata atau travel and tourism, yang berkisar hampir setengah dari total eskpor jasa di 2015,” tulis riset HSBC tersebut.

Menariknya, sektor pariwisata juga telah berhasil menarik investasi dalam beberapa tahun belakangan serta menjadi fokus kampanye pemasaran internasional dan didukung oleh kebijakan pemerintah misalnya, relaksasi aturan visa untuk wisatawan mancanegara.

Sayangnya, investasi di bidang pariwisata tidak sejalan dengan sektor jasa lainnya, yang pertumbuhannya terhambat oleh buruknya infratruktur.

Sektor pariwisata diperkirakan terus memperoleh hasil dari investasi yang kini berjalan, dengan pertumbuhan pendapatan rata-rata 7 persen per tahun hingga 2030, dipicu oleh pertumbuhan jumlah pengunjung China yang telah melonjak 10 kali lipat sejak 2005 hingga melampui 1 juta di 2014.

Namun begitu, kontributor tebesar terhadap ekspor jasa diperkirakan berasal dari B2B dan jasa lainnya, dengan pertumbuhan rata-rata 12 persen di 2016 hingga 2030. Hal ini didukung oleh peningkatan infrastruktur dan liberalisasi pasar lebih jauh. (*)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.