Sektor Pariwisata Paling Mudah Hasilkan Devisa

Wisman kunjungi Pulau Komodo di Flores, NTT.
Wisman kunjungi Pulau Komodo di Flores, NTT.

Jakarta (Paradiso) – Pada pertemuan rapat koordinasi pertama Tim Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelengaraan Kepariwisataan (Tim Koordinasi) yang dipimpin ketuanya, Wakil Presiden, dibahas mengenai pentingnya pariwisata dan koordinasi antarkementerian dan lembaga pemerintah terkait untuk dapat mengoptimalkan potensi pariwisata Indonesia yang besar untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Tim Koordinasi dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden No. 64 Tahun 2014 yang merupakan amanat dari UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Tim koordinasi ini dipimpin oleh Wakil Presiden sebagai Ketua; dengan Wakil Ketua dari 3 Menteri Koordinator, dan bertindak sebagai Ketua Harian adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tim ini beranggotakan 14 Kementerian/Lembaga (K/L), yaitu Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Menteri Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Lingkungan Hidup, Kepala Badan koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kepala Kepolisian RI (Kapolri).

Tujuan utama Tim Koordinasi tersebut adalah untuk mengoordinasikan kebijakan, program, dan kegiatan termasuk aspek perencanaan dan implementasi kegiatan kepariwisataan, dan menetapkan langkah-langkah strategis untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan kepariwisataan secara selaras, serasi, dan terpadu antarlembaga pemerintah terkait.

Wapres Boediono menyampaikan “Pariwisata adalah sektor yang penting dan mudah dapat menghasilkan devisa dibanding dengan banyak sektor lain, dan banyak negara berhasil memperoleh devisa dari pariwisata. Bagi Indonesia pariwisata sudah menghasilkan devisa $10 miliar, namun masih dapat ditingktkan potensinya. Maka seperti yang dilakukan banyak negara lain, diharapkan Tim Koordinasi dapat melakukan koordinasi dari aspek kebijakan, pembangunan destinasi wisata yang bersaing, aksesibilitas ke tempat wisata, dan promosi Indonesia yang menyeluruh dan berkelanjutan.”

Rapat koordinasi pertama ini membahas dasar dan tujuan dari koordinasi agar potensi kepariwisataan dapat dioptimalkan. Rakor juga membahas tata kerja dan mekanisme koordinasi dari Tim termasuk dukungan dari keberadaan suatu sekretariat yang akan berada di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hubungan koordinasi dari arah dan kebijakan program kepariwisataan diharapkan juga dapat diterjemahkan ke dalam kebersamaan dan koordinasi yang baik dalam mengelola program dan alokasi anggaran yang diperlukan.

Adapun bidang koordinasi strategis lintas sektor yang diusulkan terkait dengan tantangan utama yang dihadapi oleh Indonesia berdasarkan skor rendah di dalam index daya saing pariwisata dan perjalanan (Travel and Tourism Competitiveness Index, World Economic Forum). Indonesia memiliki rank 70 dari 140 negara dengan skor rendah untuk infrastruktur, konektivitas dan kebersihan dan kesehatan. Selain itu aspek pelayanan pengunjung saat tiba dan aspek keamanan dan ketertiban juga perlu diperbaiki.

Sebagai Ketua Harian Tim Koordinasi, Menparekraf Mari Pangestu, mengatakan “Potensi pariwisata Indonesia masih belum sepenuhnya dapat teroptimalkan, maka koordinasi dan komitmen politis tingkat tinggi diperlukan agar potensinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terealiasasi dengan baik dan berkelanjutan”.

Mari Pangestu juga menyatakan bahwa pengalaman mengikuti sidang para Menteri Pariwisata APEC ke-8 di Macau, Tiongkok pada pertengahan September lalu, menunjukkan bahwa semua anggota APEC termasuk negara, termasuk beberapa negara maju, telah mengidentifikasi bahwa pariwisata merupakan pilar perekonomian sehingga penting untuk membangun komitmen serta koordinasi antara Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait di tingkat paling tinggi.

Amerika Serikat misalnya, untuk pertama kalinya telah membentuk National Travel and Tourism Office (sebelumnya hanya di tingkat Negara bagian) untuk koordinasi antar K/L dan melaksanakan brand Amerika Serikat (USA). Australia memiliki platform terintegrasi antara perdagangan, investasi, dan pariwisata sebagai platform “diplomasi ekonomi”. Korea Selatan juga memiliki visi dari Kepala Negaranya untuk meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi kreatif melalui pariwisata. Sedangkan RRT telah membentuk koordinator pengembangan pariwisata antar-K/L terkait di bawah Wakil Perdana Menteri RRT, Mr. Wang Yan. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.