Sigofi Ngolo, Ritual Adat Jelang Puncak Festival Teluk Jailolo 2018

HALMAHERA BARAT (Paradiso) – Sejak pagi, perahu kora-kora sudah berjejer rapi di pelabuhan Jailolo. Perahu itu siap untuk melaksanakan Ritual Sigofi Ngolo. Buat yang penasaran, Sigofi Ngolo merupakan salah satu ritual adat Kesultanan Jailolo. Acara ini rutin dilaksanakan jelang puncak acara Festival Teluk Jailolo.

“Sigofi Ngolo adalah ritual membersihkan laut untuk menyingkirkan semua niat buruk dan meminta izin kepada alam saat memulai pelayaran dengan niat tulus,” jelas Sekretaris Kesultanan Jailolo, Khairudin, Kamis (3/5).

Di ritual ini, perahu-perahu nelayan didekorasi dan didoakan. Setelah itu, mereka mengelilingi Pulau Babua sebagai tempat suci sebanyak tiga putaran. Di Pulau Babua, terdapat kuburan keramat para leluhur, pejuang zaman dulu.

Sebelum upacara adat ini berlangsung, Sultan Jailolo diarak dari keraton menuju area FTJ. Dalam arak-arakan, ada tarian soya-soya yang mengiringi rombongan.

Setibanya di pelabuhan Jailolo, Sultan akan menaiki perahu yang sudah disiapkan. Lalu arak-arakan dimulai menuju Pulau Babua.

Perahu dimana Sultan berada, akan melakukan ritual menabur daun pandan yang dipotong kecil-kecil. Taburan daun pandan dilakukan di beberapa titik.

“Titik dimana daun pandan ini ditabur merupakan lokasi para pejuang leluhur dahulu wafat dalam medan perang,” terang Khairudin.

Setelah prosesi itu selesai, perahu kora kora menuju Tanjung Gueria dan Desa Tuada. Perahu-perahu itu menyusuri Tanjung Gueria dan Tuada juga untuk menabur potongan daun pandan.

“Ada doa-doa khusus yang dibacakan saat daun pandan ditaburkan ke laut. Doa itu ditujukan untuk leluhur dan kesejahteraan rakyat Jailolo,” tuturnya.

Selanjutnya, Festival Teluk Jailolo dilanjutkan di Pantai Lapasi. Tepatnya di Desa Lako Akelamo. Acaranya Dancing in The Sunset. Dipantai yang indah ini semua pengunjung diajak menikmati keelokan matahari terbenam. Tentunya, sambil menyaksikan berbagai pertunjukan tari tradisional dan seni budaya.

Menteri Pariwisata Arif Yahya mengatakan, pihaknya selalu mendukung upaya memajukan pariwisata di Tanah Air. Dia memuji komitmen serius Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan Kesultanan Jailolo untuk memajukan daerahnya.

“Culture values harus ada tiap daerah. Yang juga harus penting itu harus ada economic valuesnya,” kata Menpar Arief Yahya.

Bagi Menpar, budaya harus selalu dilestarikan. Selama penyelenggaraan, pihaknya memberikan dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk kelancarannya.

“Yang penting. Saya mau menjadi trending topik nasional dan internasional. Serta dapat memberikan efek ekonomi dan kesejahteraan kepada masyarakat,” pungkas Arief Yahya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.