Sumba Barat, Bumi Merapu Bertebaran Pesona

SumbaKabupaten Sumba Barat  kini terdiri dari Kecamatan : Loli, Kota Waikabubak,  Tana Righu, Lamboya, Lamboya Barat dan Wanokaka. Setelah dimekarkan bukan berarti Sumba Barat kehilangan pesonanya. Sumba Barat tetap menyimpan misteri dan potensi pariwisata yang layak untuk dikembangkan di masa datang.

Wisata Pantai

Pantai Rua / Wanokaka jaraknya 27 Km dari kota Waikabubak (ibukota kabupaten). Merupakan pantai pasir putih terletak di sebelah selatan kota Waikabubak. Dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama sekitar satu jam perjalanan.

Pantai Nihi Watu, terletak 21 Km sebelah Selatan kota Waikabubak. Pantai Nihi Watu sangat cocok untuk kegiatan diving, surfing, fishing, dll.

Pantai Marosi terletak 32 Km sebelah selatan kota Waikabubak. Pantai Marosi merupakan Pantai yang indah di pelataran batu karang di bibir pantai.

Air Terjun

 

Pemandangan yang indah akan membuat anda melupakan segala kepenatan yang ada jika anda melangkahkan kaki di bumi Marapu Sumba Barat dan mampir menyaksikan riaknya diantara bebatuan.

Air terjun Mata Yangu di Kecamatan Katikutana yang mempunyai ketinggian  75 meter. Dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor dari ibukota Waikabubak kurang lebih 1 jam. Air terjun ini masih alami dan belum dieksploitasi.

Air terjun Waikelo Sawah di Kecamatan Wewewa Timur (12 Km) dari kota Waikabubak. Merupakan air yang keluar dari dalam gua dan digunakan untuk mengairi sawah-sawah di lokasi tersebut.

Air terjun Dikira di Kecamatan Wewewa Timur 40 Km kearah barat dari Kota Waikabubak. Air terjun ini sangat indah dan menawan. Dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor kurang lebih satu setengah jam dari ibukota Waikabubak. Air terjun ini di manfaatkan oleh PLN Cabang Waikabubak untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

Wisata Budaya

Mengawali wisata budaya di bumi Marapu Sumba Barat anda akan mendapatkan masyarakat yang mendiami perkampungan-perkampungan adat yang dikelilingi pagar-pagar batu yang tersusun rapih di atas puncak-puncak bukit. Fenomena tersebut erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat purba yang diwarnai dengan pertikaian antar suku.

Perjalanan wisata menelusuri perkampungan adat, Anda akan menyaksikan kemegahan kuburan Batu Megalitik. Kepercayaan Marapu menyakini bahwa rumah dan kuburan batu adalah simbol kehidupan dan kematian. Lokasi perkampungan adat dapat dijumpai di semua kecamatan.

Pasola

Pasola adalah salah satu bentuk ritual budaya kebanggaan masyarakat Sumba Barat.

Pada saat pelaksanaan Pasola, kedua kubu yang berlawanan secara adat dengan cara menunggang kuda sambil yang sedang berlari kencang mengejar dan melempari lawan dengan sebatang kayu / tombak. Keberhasilannya ditandai dengan tetesan darah yang mengalir dari tubuh lawan. Apabila ada kecelakaan dalam pertandingan tersebut maka tidak ada sangsinya. Pasola digelar secara ketat sekali dalam setahun di bulan Pebruari berawal dari Kodi, Lamboya, Gaura dan kemudian berakhir di Wanokaka pada bulan Maret.

Wulla Podu

Wulla Podu disebut juga dengan Bulan Pemali merupakan suatu ritual budaya yang sangaat misterius, unik, dan menarik. Ritual Wulla Podu yang digelar secara ketat dan sakral selama bulan Nopember setiap tahun berawal dari kemah suci di kampung Tarung yang disebut dengan Uma Rowa Uma Kalada. Pelaksanaan Wulla Podu ditandaai pula dengan adanya larangan-larangan tidak boleh meratapi orang mati, tidak boleh membunyikan bunyi-bunyian dan tidak boleh menyelenggarakan pesta. Pada puncak penyelenggaraan ritual Wulla Podu di tandai pula dengan digelarnya atraksi kesenian dan berbagai permainan rakyat. Lokasi pelaksanaan Wulla Podu yakni di kampung Tarung yang terletak di tengah kota Waikabubak dan Kampung Bondo Maroto kurang lebih 30 menit kearah Utara kota Waikabubak.

Bijalungu Hiupaana

Bijalungu Hiupaana merupakan nama sebuah gua alam yang terletak di Desa Taramanu, Kecamatan Wanokaka sekitar 18 km dari kota Waikabubak. Setiap tahun, tepatnya pada bulan Januari di tempat ini digelar event Bijalungu Hiupaana yaitu upacara sakral marapu yang dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, pemurnianan diri, memprediksi hasil panen yang akan datang serta untuk mempersiapkan alat-alat pertanian. Upacara ini di rayakan dengan mempersembahkan makanan dan minuman berupa hewaan kerbau, babi, dan ayam seraya melantunkan nyanyian, tarian dan kalimat-kalimat magis marapu.

Purunga Taliang Marapu

Purunga Taliang Marapu merupakan ritual budaya yang bernuansa sakral. Ritual budaya ini diselenggarakan sekali dalam setahun dalam bentuk doa dan persembahan kepada dewa Marapu. Ritual ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memprediksi hasil panen yang akan datang. Dalam pelaksanaan upacara ini digelar pula aneka tarian, aneka nyanyaian yang berisikan petuah / wejangan. Wilayah pelaksanaannya pada desa Umbu Pabal, kecamatan Katikutana sekitar 38 km dari ibukota Waikabubak. Berlangsung selama 4 hari pada minggu pertama bulan Oktober.

Tarian daerah Sumba

Hampir disemua kecamatan mempunyai tarian daerah antara lain Kataga, Woleka, Gaza, Nego, Dokale, Elang, dll *****

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.