Tak Sekedar Makan, “The Summit Bistro” Tawarkan Tiga Pemandangan

The Summit Bistro (1)Lampung (Paradiso) – Tingginya pertumbuhan ekonomi Lampung yang hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional dikisaran enam persen hingga tujuh persen, prospek berinvestasi bidang industri kuliner di Kota Tapis Berseri semakin dilirik investor. 

Pengusaha Factory Outlet (FO) dan kuliner Bandung, Perry Tristianto pun tertarik membuka bisnis restonya dengan nama The Summit Bistro di Lampung.

The Summit Bistro dengan panorama alam Kota Lampung yang dibangunnya di atas tanah seluas 4,5 hektar ini berkonsep gabungan antara restoran dan café. Konsep dengan standar hotel bintang lima ini hampir sebagian besar (80 persen) menawarkan tiga pemandangan, yakni pemandangan perkotaan, perbukitan, dan laut.

Perry yang mulai berbisnis pada tahun 90-an dengan bisnis FO ini  mengatakan, “Konsep kami, pengunjung tidak hanya menikmati hidangan yang disediakan, tetapi juga pemandangannya”.

Perry Tristianto
Perry Tristianto

“Untuk membangun tempat ini saya juga sempat belajar dari orang Semarang yang memiliki tempat pencucian mobil dengan dua lantai yang saya kira tadinya tidak menarik karena di lantai atas hanya terlihat pemandangan rumah orang,” ungkap pria yang kedepannya ingin membuka bisnis muslim resort ini.

Perry, pemilik Rumah Sosis ini mengatakan, “Dengan modal Rp4 miliar dia berani membuka usaha tersebut. Tetapi bisa mencapai omset Rp2,5 miliar karena tempat pencucian mobil tesebut dibuka pukul 17.00 WIB hingga malam, dimana pada malam hari ternyata terlihat view yang bagus. Konsep menjual view inilah yang saya ambil”.

Selain mendapat inspirasi dari Semarang, Perry juga mendapatkan inspirasi bukit di Bandung yang menjual view. “Saya berani bangun tempat ini karena saya lihat dua tahun yang lalu airport di Lampung sudah terlihat macet, ini suatu hal yang menarik. Panorama alam Kota Lampung pun terlihat berkembang pesat, ditambah lagi kontribusi sektor jasa terhadap PDRB Kota sebesar 51 persen,” ungkapnya.

“Bisnis itu gampang, hanya bagaimana kita dapat membuat sensasinya,” tutur pengusaha yang telah melakukan 140 bisnis ini.

Sensasi yang dikatakan pria dengan penampilan yang low profile ini memang jelas terlihat pada The Summit Bistro yang terletak di Jalan H Hasan Rais, Sukadanaham, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung (Tugu Duren).

Dengan bangunan yang memiliki tiga lantai, dilengkapi dua ruang VIP Lounges dan tiga ruang meeting room dengan asesoris (pernak-pernik)  perpaduan Jawa (Sunda), Bali, dan Lampung  menjadikan the Summit Bistro terlihat menarik dari sisi interiornya.

The Summit BistroBegitu juga dengan penggunaan bingkai cermin yang sebagian besar didapatkan dari Jawa dan Bali dan di tempatkan di bagian atas langit-langit. Lalu lampu gantung dari bahan tembaga, serta penempatan patung budha khas Jawa dan patung gajah khas Lampung pada salah satu sudut dinding.

Bagi pengunjung pebisnis yang ingin santai sejenak dapat mengambil area di VIP lounge yang terletak di lantai satu dengan Beer Mart. Sementara  lantai dua lebih ditujukan untuk pengunjung yang datang bersama keluarga. Sedangkan di lantai tiga, area tersebut  lebih mengarah kepada anak muda  atau untuk orang-orang yang berjiwa muda.

Restoran yang yang mulai dibuka untuk umum pada awal Maret 2014 ini buka setiap hari mulai pukul 11.00-22.00 WIB dengan kapasitas 600 kursi. “Kami menyediakan live music di lantai tiga pada Minggu siang. Kalau malam hari sering mati lampu, karena Lampung masih dapat support listrik dari Palembang,” ungkapnya.

Menu The Summit Bistro

Jenis makanan yang  disajikan oleh 19 chef di The Summit Bistro 90 persen lebih mengarah pada makanan bercita rasa Eropa/Western, dan selebihnya menu Nusantara. Dimana menu andalannya yakni Bockwurst Summit Royale dan Caramelized Oxtail (sop buntuk caramel).

Bockwurt Summit Royale merupakan menu yang menggunakan sosis Australia (halal) dengan ukuran panjang yakni 42 cm, dan disajikan dengan saus apel (bonise sauce) serta keju.

Selain Bockwurt Summit Royale yang menggunakan bahan sosis, juga ada menu steak & grill, seperti Terderloin Steak yang menggunakan daging impor dengan sajian diberi sayuran dan kentang. Lalu ada Stuffed Beef Roulade, Chicken Cordon Blue, dan Rosemary Chicken Leg. Bagi yang tidak suka daging, pengunjung bisa memilih menu omelet dan seafood, atau aneka menu pasta.

bistroUntuk menu Nusantara, pengunjung bisa menikmati sajian Nasi Goreng Kelapa, Nasi Goreng The Summit, Nasi Goreng Seafood, Nasi Goreng Ayam Alas Daun, Sop Buntut, atau Sop Buntut Caramel.

Sebagai menu appetizer, menu Simple Garden Salad, Soup, Tropical Fruit Salad, atau Tuna Nicouse dapat menjadi pilihan. Sedangkan untuk hidangan penutup tersedia The Summit Banana Split, Banana Fritter, atau Brownie Ice Cream.

Pengunjung yang tidak ingin makan berat bisa menikmati camilan yang ditawarkan mulai dari Baked Potatoes, French fries, Potato Wedges, Chicken Wings, Nachos, atau Cheese Onion Ring. Harga menu makanan yang ditawarkan mulai dari Rp25.000 hingga Rp175.000.

Untuk pilihan minuman, restoran yang terus mengalami peningkatan pengunjung sejak pembukaan restoran menawarkan enam jenis minuman mulai dari Hot Classic, Milkshakes & Smoothies, Cold Classic, The Summit Special, Juices, dan Soft Drink dengan harga Rp10.000 hingga Rp30.000.

“Untuk minuman yang paling disukai yakni The Summit Rainbow dan The Summit Special Avocado Negro terdiri dari alpukat, brown sugar, fresh milk, ice cream, dan menggunakan topping whiped cream. Kalau The Summit Rainbow minuman yang menggabungkan tiga bahan, yakni soda, jus jeruk, dan gula cair,” ujar Public Relation/Marketing The Summit Bistro, Michael S Pramadipta kepada Paradiso.

Michael menambahkan, “Untuk The Summit Bistro, ke depannya nanti, pihaknya berencana akan membangun rumah makan Sunda, hotel, area bermain seperti ATV, swimming pool, jogging track, dan kereta gantung khusus tamu hotel”. (evi)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.