Tarik Wisatawan, Masyarakat Tengger Gelar Grebeg Tirto Aji

tengger tirto aji (2)Malang, Jawa Timur (Paradiso) – Kabupaten Malang di Jawa Timur banyak menyimpan potensi wisata budaya yang berbasis kearifan lokal, salah satunya kegiatan “Grebeg Tirto Aji” yang dilakukan masyarakat suku Tengger.

Kegiatan yang didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini menghadirkan ratusan warga Suku Tengger dari empat kabupaten, Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang, menggelar upacara Grebeg Tirto Aji atau selamatan air di Sendang Widodaren, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Malang, Kamis (8/5/2014).

Sendang atau kolam sumber air yang berada di dalam komplek taman wisata air wendit ini, air sucinya dipercaya bisa menyembuhkan penyakit dan menyuburkan tanaman yang dipercaya warga suku Tengger. Arak-arakan enam tumpeng yang diiringi bunyi gamelan dan diikuti ratusan warga dilakukan sebelum memasuki area sendang. Sesajen kemudian diletakkan di depan sendang dan dibacakan mantra atau do’a oleh dukun Tengger, Juma’i yang berasal dari Desa Tosari, Pasuruan.

tengger tirto aji (1)
Berbagai tarian disajikan dalam kegiatan ini.

Usai digelar doa, prosesi pengambilan air suci secara simbolik dilakukan oleh sesepuh desa. Setelah itu, warga secara bergantian mengambil air dan membasuh muka air sendang. Bersamaan itu, warga yang berada di luar sendang berebut tumpeng yang sebelumnya diarak dan didoakan oleh dukun pandita.

Bupati Malang Rendra Kresna sangat mendukung wisata budaya yang berkembang di wilayahnya. Pihaknya berkomitmen untuk memberi perhatian terhadap potensi wisata budaya yang ada.

“Kabupaten Malangmempunyai ragam wisata budaya yang kaya dengan ragam dan coraknya. Wisata budaya mempunyai andil besar terhadap perkembangan wisata yang ada di Kabupaten Malang untuk mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Malang,” ujar Rendra.

Kegiatan Grebeg Tirto Aji tersebut tidak hanya melakukan ritual semata. Tapi sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Kegiatan tersebut diikuti masyarakat suku Tengger dari empat daerah yang ada di Jatim, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang.

“Pemandian Wendit memang mempunyai keterkaitan erat dengan masyarakat suku Tengger di berbagai wilayah. Melalui kegiatan ini, mereka menjadi lebih mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.

tengger tirto ajiMenurut dia dengan adanya kegiatan Grebeg Tirto Aji, maka akan semakin menambah keaneka ragaman wisata budaya. Hal tersebut, mempermudahkan Pemkab Malang melakukan promosi Wisata, karena semakin banyak pilihan wisata budaya yang akan dipromosikan Kabupaten Malang.

“Selama ini, wisata bernuansa budaya maupun ritual mendapat banyak peminat. Tidak hanya dari wisatawan lokal, wisatawan asing juga sangat menggemarinya,” terang Rendra.

Selain meningkatkan kunjungan wisatwan, wisata budaya juga sekaligus mempererat jalinan silaturahmi masyarakat. Seluruh ritual yang ada di wisata budaya selalu mengajarkan kebaikan dan kasih sayang.

“Ritual wisata budaya biasanya sebagai ungkapan rasa syukur umat kepada Sang Maha Pencipta atas rezeki yang diberikan. Juga tidak lupa sebagai media untuk berdoa, supaya terhindar dari bala bencana,” jelasnya.

Kesempatan sama, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata Kemenparekraf, Fransiska Nina Sumitro mengatakan, pada tahun 2013 terdapat 42 juta wisatawan nusantara berkunjung ke Provinsi Jawa Timur. Kurang lebih 50 persen memilih berlibur ke Kabupaten Malang.

“Sebenarnya selisih nilai antara Provinsi Jawa Timur dengan peringkat pertama yakni Provinsi Jawa Barat sedikit, hanya tiga juta Wisnus. Provinsi Jawa Barat bertengger di peringkat pertama dengan 45 juta Wisnus,” ujar Nina.

tengger tirto aji (3)Kabupaten Malang menurutnya, memiliki segudang potensi wisata. Salah satunya beragamnya wisata budaya yang sudah ada. Wisata budaya bisa menjadi senjata andalan bagi Pemerintah Kabupaten Malang untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Baik wisatawan nusantara maupun wisatawan asing.

“Kabupaten Malang sudah mempunyai potensi wisata budaya. Tinggal bagaimana peran akitf pemerintah setempat untuk melakukan pengembangan dan promosi. Selain itu juga, melakukan pendekatan kepada pelakunya,” terangnya.

Selain melakukan pengembangan wisata budaya, Nina mengatakan Malang juga harus mengemas wisata budaya dengan cantik. Dia menyebutkan salah satunya dengan menambah berbagai macam pertunjukan yang menarik minat wisatawan. “Intinya, pemerintah setempat harus kreatif dan melakukan inovatif terhadap pengembangan wisata budaya,” terangnya.

Kegiatan Grebeg Tirto Aji yang menurutnya sudah bagus. Hanya saja untuk penyelenggaraan tahun berikutnya dia menyarankan supaya menampilkan sesuatu yang berbeda. Tujuannya agar wisatawan maupun pengunjung semakin penasaran apa yang akan ditampilkan pada kegiatan tersebut di tahun mendatang.

“Hal itu juga berlaku terhadap jenis wisata budaya lainnya. Tidak hanya di Kabupaten Malang, daerah lainnya juga perlu melakukan kreasi dan inovasi,” tuturnya.

Kesempatan sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara mengatakan melalui Grebeg Tirto Aji diharapakan bisa mengangkat potensi kebudayaan yang ada di Kabupaten Malang,  sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan baik dari domestik maupun internasional.

“Grebeg Tirto Aji sudah kali kedua digelar. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu langkah yang tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang. Karena berbagai ritual upacara dan pertunjukan budaya dikemas menjadi satu dalam Grebeg Tirto Aji,” ujar Made.

Mulai kirab hasil bumi, upacara pengambilan air di Sendang Widodaren hingga pertunjukan tayub serta campursari digelar untuk memeriahkan acara itu.  “Kegiatan bernuansa pertunjukan budaya biasanya diminati wisatawan. Karena menarik perhatian masyarakat dengan pertunjukan yang akan ditampilkan,” terangnya.

“Grebeg Tirto Aji tahun depan, kami menargetkan akan dikunjungi wisatawan asing. Untuk itu, kedepannya kami akan gencar melakukan promosi kegiatan ini,” terangnya.

Disinggung mengenai target kunjungan wisatawan tahun 2014, Made menargetkan Malang mengalami peningkatan 20 persen dibandingkan tahun 2013. Pada tahun 2013 kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 2.501.248 dan wisatawan asing sebanyak 33.226 orang. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.