TDS 2016, Balap Sepeda Terpopuler di Dunia

PADANG (Paradiso) – Suksesnya pelaksanaan Tour de Singkarak 2016 juga berimbas pada perhatian internasional. Terbukti kejuaraan balap terbesar di Indonesia ini menjadi trending topic dunia. Selain itu dinobatkan sebagai balapan terpopuler versi www.worldcyclingstats.com. “Memang benar. Tour de Singkarak 2016 menjadi trending topic di media sosial. Hal ini menunjukkan jika kejuaraan ini banyak mendapatkan perhatian,” kata Jamal.

Ada beberapa indikator sehingga kejuaraan dengan kategori 2.2 ini menjadi yang populer versi www.worldcyclingstats.com diantaranya adalah gencarnya pemberitaan di media massa, media sosial hingga keterlibatan masyarakat. Selain dinilai sukses dalam pelaksanaan, Tour de Singkarak 2016 juga dinilai sukses dalam hal prestasi karena selama kejuaraan ini berlangsung baru diedisi kedelapan pebalap Indonesia mampu menjadi terbaik kedua dalam klasemen umum akhir. Adalah Dadi Suryadi yang pada kejuaraan ini membela Terengganu Cycling Team Malaysia. Pebalap asal Sumedang Jawa Barat itu bahkan hanya terpaut satu menit 22 detik dibelakang sang juara yaitu Amir Kolahdouz yang mampu membukukan total catatan waktu 26:08:42.

Bagi pebalap berusia 27 ini, hasil Tour de Singkarak tahun ini sangat istimewa karena merupakan pencapaian prestasi tertinggi selama turun di balapan profesional. Selama ini, prestasi tertinggi pada klasemen umum terbaik hanya berada diposisi tiga Tour de Ijen beberapa tahun lalu. “Ini adalah prestasi tertinggi saya saat ini. Saya berharap hasil ini bisa memicu semangat untuk terus lebih baik lagi. Yang jelas, upaya keras untuk meraih yang terbaik di kejuaraan ini sudah saya lakukan. Tapi lawan terlalu kuat,” kata pebalap yang mengaku akan segera meminang kekasihnya itu.

Kejuaraan Tour de Singkarak dipastikan akan terus berjalan karena persiapan untuk pelaksanaan tahun depan sudah dibahas termasuk pemerintah daerah akan menjadi lokasi start dan finis setiap etape. Bahkan, Bukittinggi telah menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah untuk finis terakhir kejuaraan bergengsi ini. Untuk lokasi start dipastikan di Tanah Datar. Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Bidang Pasar Personal Kementerian Pariwisata, Raseno Arya juga memastikan jika Tour de Singkarak memang terus berlanjut. Namun, untuk mendukung kejuaraan ini harus ada beberapa perubahan. Untuk investasi wisata, Raseno juga menilai jika Sumatera Barat masih menjanjikan dan salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan adalah menarik investor bidang perhotelan. Dengan terus berkembangnya perhotelan diharapkan akan memancing datangnya wisatawan baik mancanegara maupun domestik. (*)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.