Tenun Samarinda dan Amplang Terpanjang Warnai Penutupan Festival Mahakam 2014

festival mahakam2Jakarta (Paradiso) – Digelar sejak Jumat lalu (31/10/14) Festival Mahakam 2014,berakhir Minggu (2/11). Pada malam puncak penutupan festival, penyelenggara menampilkan dua ikon Kota Tepian, yakni tenun Samarinda dan amplang yang dicatatkan rekor MURI. Bertempat di halaman Kantor Gubernur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, kain sepanjang 117 meter tersebut di perlihatkan.

Sementara kalimat “I Love Samarinda” dengan tinggi satu meter dan panjang 16 meter di pajang dengan bahan dasar amplang. “Ini adalah penutup rangkaian acara Festival Mahakam,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif Komunikasi dan Informasi (Parekrafkominfo) Samarinda, HM Faisal.

Kain tenun Samarinda yang diprakarsai Dekranasda Samarinda ini dikerjakan dengan waktu tujuh hari oleh delapan orang perajin.

Gubernur Kalimantan Timur Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutannya yang disampaikan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Aswin mengatakan, “Festival ini akan berdampak positif sebagai upaya pelestarian seni dan budaya daerah sekaligus menunjang tumbuh dan bergairahnya bagi dunia kepariwisataan”.

Ia mengatakan, “Saat ini merupakan saat yang tepat melakukan terobosan bagi kemajuan dunia kepariwisataan dengan kebudayaan dan pariwisata, baik nasional maupun wisatawan mancanegara”.

“Saya berharap agar semua potensi yang ada di masing-masing daerah itu dapat dikelola dan ditampilkan daerah masing-masing seperti halnya yang sudah dilakukan Kota Samarinda,” ungkapnya.

Sebelumnya kegiatan Festival Makaham untuk ke-14 kalinya ini diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari lomba renang lintas Sungai Mahakam, lomba balap perahu tambangan, lomba perahu dumping, lomba perahu naga, power boating, dan ekshibisi jet sky.

festival mahakamLomba power boating pada Minggu siang (2/11) menjadi kegiatan yang menarik dan seru bagi masyarakat Samarinda, begitu juga dengan lomba balap perahu tambangan.

“Perahu tambangan ini bunyinya khas, dan merupakan sarana trasportasi sungai pertama yang ada di Samarinda. Kami tetap mempertahakan transportasi unik ini untuk menghindari kemacatan di jalan darat,” ujar istri Walikota Samarinda, Puji Setyowati kepada Paradiso.co.id.

“Bahkan kami telah mengangkat perahu tambangan dengan dilengkapi gambar ikan ikan pesut sebagai ikon motif dari batik khas Samarinda,” ungkapnya.

Selain kegiatan di sungai, menurutnya kegiatan lain di sepanjang Festival Mahakam, yakni parade budaya Nusantara, kirab drum band, lomba tari kreasi daerah, festival band indie, parade band pub Samarinda, lomba masak daan loma masakan khas daerah serta lomba menggambar dan mewarnai.

Lebih lanjut Puji yang juga Ketua Dekranasda Samarinda menambahkan, “Saat ini Samarinda baru memiliki dua dermaga umum, yakni Dermaga Pasar Pagi dan Dermaga Jembatan Mahakam”.

Kedepannya untuk target 2015, menurut perempuan yang pernah menjadi dosen di Universitas Mulawarman ini, pemerintah Samarinda akan membangun dua dermaga baru, yakni Dermaga Kampung Tenun dan Dermaga Masjid Islamic Center. “Di kampung tenun ada 161 perajin tenun. Harga kain bisa mulai dari Rp500 ribu. ,” ungkapnya.

Menurut Puji, Masjid Islamic Center merupakan masjid keempat terbesar di Asia Tenggara. “Selain itu untuk target 2016 kami saat ini juga sedang membangun Bandara Sungai Siring, ruang tunggu check ini sudah ada tinggal pematangan run way,” ungkap perempua yang pernah bekerja di pertambangan batu baru ini.

“Kedua dermaga tersebut nantinya menjadi destinasi pariwisata baru di tahun 2015, biar mirip dermaga di Spanyol. Diantara gunung pembatas Samarinda dengan Kutai Kertanegara akan dibuat tulisan seperti Hollywood,” ungkap perempuan asli Yogyakarta ini. (evi)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.