Toilet Umum Taman Rekreasi Buatan di 24 Provinsi Mulai Dinilai Juri

SONY DSCJakarta (Paradiso) –  Tidak ada wisatawan yang mau pergi ke suatu negara kalau toiletnya tidak bersih. Melihat hal tersebut, untuk ketiga kalinya Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata (Ditjen DPD Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan penghargaan “Sapta Pesona Toilet Umum Bersih di Taman Rekreasi 2014”.

Mulai bulan Mei hingga Juli para dewan mulai melakukan penilain di sejumlah 62 toilet umum taman rekreasi buatan di Indonesia. Dewan juri sebanyak enam orang disebar ke 24 provinsi untuk memberikan penilain secara marathon.

“Untuk tahun ini penghargaan Sapta Pesona Toilet Bersih di Taman Rekreasi Buatan diikuti 82 taman rekreasi buatan dari 24 provinsi di Indonesia,” ungkap Ketua Asosiasi Toilet Indonesia, Naning S Adiwoso saat memberikan penilaian di NTB.

Sebelum melakukan peninjauan dan penilaian lokasi, menurutnya dewan juri terlebih dahulu melakukan seleksi penilaian administrasi. “Berdasarkan hasil seleksi administrasi, yang memenuhi kriteria sebanyak 62 taman rekreasi dari 18 provinsi di Indonesia,” jelas Naning.

Naning menambahkan pentingnya kebersihan toilet, mungkin orang hanya satu kali datang ke toilet, tapi itu akan meninggalkan kesan keseluruhan terhadap taman rekreasi.

Kegiatan sosialisasi digelar tiap provinsi.
Kegiatan sosialisasi digelar tiap provinsi.

Adapun tercatat sebagai dewan juri penghargaan Sapta Pesona Toilt Umum Bersih di Taman Rekreasi Buatan, yakni Naning S Adiwoso (Ketua Asosiasi Toilet Indonesia –ATI), Nani Sumaryati (pemerhati toilet Indonesia), Eni Budiardjo (ATI), Sudaryatmo (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia/YLKI), Gunawan Wibisono (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia/PUTRI), Sonny Warouw (Kementerian Kesehatan), dan Tri Wibowo (Media).

“Kegiatan pelaksanaan dan penilaian dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Mei hingga Juli 2014, dan pemberian penghargaan akan dilaksanakan pada 25 September 2014 dalam rangka Hari Pariwisata Dunia 27 September,” tambah Gunawan Wibisono, salah satu dewan juri.

Para juri, selain bertugas memberikan penilaian toilet ke daerah-daerah juga memberikan kegiatan sosialisasi toilet bersih kepada para pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah setempat, bagaimana membuat dan mengelola toilet umum yang bersih sesuai standar.

“Meningkatnya mutu pelayanan pengelolaan toilet di taman rekreasi buatan tentu menjadi cerminan budaya dan jatidiri masyarakat Indonesia, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing pariwisata Indoensia di tingkat ASEAN maupun global,” ujar Oneng Setyaharini, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemenparekraf dalam kesempatan lain.

Penghargaan ini dimaksudkan sebagai apresiasi pemerintah serta dalam rangka memotivasi pengelola taman rekreasi agar mewujudkan Sadar Wisata dan menerapkan unsur Sapta Pesona, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

“Penyelenggaraan pertama pada 2012. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penghargaan Toilet Umum Bersih di bandara, museum, dan kebun binatang yang dimulai 2007,” ujar Eni Budiardjo dari Asosiasi Toilet Indonesia (ATI).

“Toilet mencerminkan budaya dan jatidiri bangsa.  bersama stakeholder pariwisata terus berusaha meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia, yang kini di tingkat global terus mengalami perbaikan,” tambah pemerhati toilet Indonesia, Nani Sumaryati.

Berdasarkan daa competitiveness world Economic Forum, daya saing pariwisata Indonesia mengalami kemajuan signifikan, peringkat 74 dari 140 negara dan terakhir ke posisi 70 dari 140 negara. Untuk ASEAN daya saing pariwisata Indonesia di peringkat 4.

Dengan diselenggarakan kegiatan penilaian toilet ini diharapkan akan mendorong para pengelola toilet senantiasa merawat dan menjaga kebersihan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan khususnya kebersihan serta mendorong masyarakat untuk lebih  peduli dalam menggunakan toilet umum. (bowo)

 

Berikut standar umum toilet yang bersih :

1. Toilet harus kering. Indonesia negara yang kondisinya lembab, jamur gampang menyebar kalau toilet basah. Selain kering, juga bersih dan sehat.

2. Toilet harus bersih karena toilet yang kotor akan bisa dengan mudah menyebar penyakit. Penyakit yang paling mudah menyebar di toilet antara lain diare dan muntaber.

3. Sebuah toilet umum  sebaiknya tidak menggunakan pintu utama. Pintu cuma ada di bilik-bilik WC saja. Tidak perlu ada sentuhan selama berada di toilet. Dengan tidak ada pintu utama, berarti tidak perlu memegang pintu. Begitu juga dengan tombol flush dan keran pencuci tangan, diusahakan yang bisa digunakan hanya dengan sentuhan (menggunakan sensor).

Telapak tangan menjadi mata rantai dari penyebaran penyakit. Jika makin sedikit sentuhan telapak tangan, semakin dikit kemungkinan penyakit penyebar.

4. Toilet harus memiliki air yang bersih, tisu toilet, sanitiser untuk dudukan toilet, sabun cuci tangan, pengering tangan, dan tempat sampah . Toilet umum juga harus memiliki toilet untuk anak-anak dan difable.

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.