Tour de Siak Bakal Melintasi Dua Negara

SIAK, RIAU (Paradiso) – Ajang balap sepeda bertaraf Internasional, Tour de Siak (TdSi) yang berlangsung di Riau, resmi dimulai pada Rabu (19/10/2016). Sebanyak 13 tim dari enam negara mulai balapan untuk meraih siapa yang tercepat.

Etape I adalah start balap sepeda ini dilakukan di depan Istana Siak, Kota Sri Indrapura Kabupaten Siak pada pukul 09.00 WIB. Pada etape I, rute yang akan dilalui adalah depan Istana Siak kemudian bergerak Simpang Dayun dan finish di depan Rumah Sakit Umum Siak. Etape I ini akan menempuh jarak sepanjang 154 kilometer. Ajang bertaraf internasional ini akan berlangsung sebanyak empat etape dan berakhir pada 22 Oktober 2016.

Ada 13 tim yang terdiri dari delapan tim dari Indonesia dan lima tim dari lima negara berbeda yang bertarung untuk merebut posisi terdepan di Tour de Siak 2016. Lima negara tersebut berasal dari Asia yakni Action Cycling Team (Taiwan), Black In CCN, (Singapura), LOF (Philipina), Tim Slangor, (Malaysia) dan Vietnam National Team (Vietnam).

Bupati Siak Syamsuar mengatakan, ajang tahun ini dipastikan lebih meriah karena mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata. “Selain dari kementerian juga ada dukungan dari Provinsi. Sehingga penyelenggaraan lebih meriah,” ujar Syamsuar di Siak, Selasa (18/10) malam.

Dengan dukungan yang ada, ia optimistis target penyelenggaraan Tour de Siak yang lebih besar di tahun depan dapat tercapai. Untuk memenuhi target tersebut, Bupati mengatakan akan mengebut pengerjaan infrastruktur serta berbagai fasilitas penunjang. Termasuk tempat penginapan serta perbaikan destinasi wisata.

Kesempatan lain, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berencana kedepan membawa TdSi melintasi lebih banyak kabupaten dan kota di Riau. Bahkan rencananya TdSi akan dibawa menyeberangi Selat Malaka. Arsyadjuliandi telah mengutus Kepala Dinas Pariwisata Riau, Zulfahmi menemui Menteri Besar Malaka, Malaysia, untuk membicarakan kolaborasi negara serumpun lewat olahraga.

Bila ini terlaksana tahun 2017 mendatang, TdSi dipastikan akan berubah nama menjadi Tour de Siak – Malaka. Tujuannya jelas untuk mendatangkan wisatawan lebih besar lagi.

Tour de Siak merupakan kegiatan tahunan yang dihelat oleh Pemkab Siak, Riau. Tahun 2016 ini merupakan ajang yang keempat. Gaung TdSi memang belum sebesar Tour de Singkarak di Sumatera Barat, namun apabila rencana kedepan yang menggabungkan rute Malaka – Riau terlaksana, akan menjadi balap sepeda satu-satunya di Indonesia yang melewati batas teritorial negara.

Bupati Siak Syamsuar percaya, TdSi telah membuat Siak lebih dikenal di mancanegara sehingga turis domestik dan internasional bakal lebih banyak berdatangan ke daerahnya. Faktanya, pada tahun 2015, sekitar 55.000 wisatawan asing datang ke Riau, dan sebagian besar datang ke Siak. Tahun 2016, wisatawan asing ditargetkan bertambah menjadi 70.000 orang.

“Setiap pekan wisatawan Malaysia banyak yang datang ke Siak, Mereka mengagumi istana dan Masjid Sultan yang ada di Siak. Kalau saja Kementerian Pariwisata dan Pemprov Riau bersedia membantu pembangunan wisata di Siak, niscaya kunjungan wisatawan akan bertambah besar. Hanya Siak yang merupakan ikon nyata wisata Riau,” kata Syamsuar.

TdSi juga tidak semata-mata ajang olahraga. Selama acara itu berlangsung secara regular, tradisi lokal masa lalu menjadi lebih hidup. Permainan peninggalan masa lampau seperti gasing kembali dihidupkan dan dimunculkan di sela-sela acara. Banyak anak-anak Siak mampu memainkan gasing dengan baik.

Anak-anak sekolah di Siak juga memiliki mata pelajaran ekstra kurikuler menabuh kompang (rebana). Kompang merupakan alat musik wajib yang mengiringi segenap kegiatan pesta adat ataupun budaya Melayu. Pada pembukaan TdS hari Selasa (18/10), sebanyak 2.676 murid sekolah dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, ikut bermain kompang untuk memecahkan rekor MURI.

Direktur MURI, Awan Rahargo yang menyaksikan langsung acara tabuh kompang massal itu dengan senang hati memberikan piagam MURI kepada Syamsuar.

Kompang adalah alat musik tradisional khas Melayu berbentuk gendang. Biasanya, alat musik ini digunakan untuk menyambut tamu kehormatan dan memeriahkan hajatan pernikahan masyarakat Melayu Riau.

Bupati Syamsuar menyebutkan penghargaan dipersembahkan untuk masyarakat Siak yang senantiasa memelihara budaya Melayu. Kesenian kompang, kata dia, telah masuk dalam mata pelajaran pada semua tingkatan sekolah sebagai upaya pembinaan anak negeri mencintai budaya bangsa. “Kompang bukan sekadar budaya Melayu, tapi ini adalah seni budaya bangsa kita,” ucapnya.

Pebalap Vietnam Kuasai Etape I dan II Tour de Siak 2016

Pebalap Vietnam Thanh Dien Tran menjadi yang tercepat pada etape I Tour de Siak 2016. Pebalap bernomor punggung 35 yang tergabung di Vietnam National Team (NTC) menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 3 jam 25 menit.

Posisi kedua berhasil direbut pembalap Taiwan Hsu Hsuang Ping. Pembalap tim Action Cycling Team itu tertinggal empat detik dari Thanh Dien Tran. Sedangkan pembalap tuan rumah Muhammad Imam Arifin dari tim KFC Cycling Team harus puas di urutan ke tiga.

Pada awal balapan etape I, para pembalap masih terlihat mengelompok. Namun, beberapa kilometer setelahnya, pembalap yang berjumlah 62 orang terpecah menjadi dua kelompok besar. Namun pada spint terakhir, Thanh Dien Tran yang semula berada di belakang rombongan menyusun strategi dan berhasil ke luar dari rombongan. Sampai garis finish Thanh tidak tersusul oleh biker lainnya.

Rute etape I Tour de Siak melewati depan Istana Siak menuju Dayun dan berakhir di depan Rumah Sakit Umum Siak. Etape I menempuh jarak sepanjang 154 kilometer. Lomba ini diikuti 13 tim yang terdiri dari delapan tim Indonesia dan lima tim asing, yakni Action Cycling Team (Taiwan), Black In CCN, (Singapura), LOF (Filipina), Tim Selangor (Malaysia), dan Vietnam National Team (Vietnam).

Pada etape II, pebalap asal Vietnam National Team kembali merebut podium di Tour de Siak 2016 pada etape II yang menempuh rute dari depan istana Siak Sri Indrapura menuju Perawang sepanjang 182,12 kilometer, Kamis (20/10).

Jika sebelumnya di etape I Thanh Dien Tran, kali ini Duc Tam Trinh asal Vietnam nomor start 31 keluar sebagai pemenang. Disusul pebalap CNN Cycling Team asal Singapura, Lewis Fellas.  Pada posisi ketiga kembali diisi pebalap KFC Cycling Team dari Jakarta, Selamat Juangga.

“Ketiga pebalap itu menempel sangat ketat sejak 10 km menuju garis finish hingga mencatat waktu yang sama,” ujar Race Director Tour de Siak 2016 Erwin Anwar.

Mereka memisahkan diri dari rombongan pebalap lain sebelum 10 km menuju finish dengan torehan waktu yang sama yakni 4 jam 17 menit 53 detik. Aiman Cahyadi asal PGN Road Cycling Team, Hari Fitrianto dari CNN Cycling Team, Ryan Ariehan asal CCC Team dan Muhamad Nur Fathoni berhasil leading di intermediate sprint pertama di kilometer 94,14 Perawang.

Pada “intermediate sprint” kedua di kilometer 147, giliran Aiman Cahyadi dari PGN Road Cycling Team, Heksa Priya Prasetya asal CCC, disusul M. Imam Arifin asal Tim KFC Jakarta. “Dari star hingga 30 km pertama semua pebalap memilih santai tidak ada pergerakan, kemudian tim PGN, CCN dan CCC mendahului dan meninggalkan rombongan,” kata Erwin.

Memasuki Jembatan Sultan Syarif Hasyim di Perawang dengan panjang 1.474 meter, 17 pembalap saling beriringan, kemudian memisah dari rombongan pada saat keluar dari jembatan. Sementara itu tiga orang pebalap asal Indonesia terbaik pada etape II ini adalah Selamat Juangga, Aiman Cahyadi, dan Ryan Ariehan. (*)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.