Transaksi di RTM II Tembus 21 M

MATARAM (Paradiso) – Nusa Tenggara Barat (NTB) memang luar biasa. Event yang diselenggarakan entah itu mengambil lokasi di NTB, Nasional maupun overseas selalu memilih greget dan menghasilkan transaksi yang memuaskan. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Rinjani Travel Mart (RTM) II yang berlangsung baru-baru ini (28 -30 April 2017) di Lombok. Transaksi menembus angka Rp. 21 M, artinya memenuhi estimasi pemerintah dan stakeholder pariwisata di NTB terutama Asita NTB sebagai penyelenggara. Ketua DPD Asita NTB Dewantoro Umbu Joka menjelaskan, hal itu di Mataram.

Malaysia masih menjadi salah satu negara penyumbang buyers terbanyak dengan 84 travel agen dari 200 total buyers yang ada. Menurut Dewantoro, destinasi wisata di Lombok kini sedang menjadi primadona setelah Pulau Bali. “Lombok kini sedang booming. Paket wisata Lombok terutama dengan wisata halalnya sudah makin mendunia dan dikenal dikalangan kaum muslim malaysia maupun Timur Tengah,” ungkap Dewantoro.

Acara RTM II diawali dengan tour ke kawasan Mandalika yang merupakan salah satu kawasan di Lombok yang bakal dikembangkan oleh Pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kawasan ini diprediksi akan menjadi kawasan primadona bagi wisatawan yang ingin berwisata ke Lombok.

Berbagai Kemudahan
Untuk memberikan fasilitas dan kemudahan di KEK, pemerintah telah memberikan kepastian sekaligus memberikan daya tarik bagi penanam modal melalui penetapan PP Nomor 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK dan Perpres Nomor 3 Tahun 2015 tentang Proyek Strategis Nasional. Fasilitas dan kemudahan yang tersedia cukup luas, di antaranya Fasilitas PPh Badan, Pembebasan PPh Pasal 22 Impor, Fasilitas PPN dan PPnBM, Fasilitas Bea Masuk dan Cukai, Fasilitas Kegiatan Utama Pariwisata, Fasilitas Lalu Lintas Barang, Fasilitas Ketenaga kerjaan, Fasilitas Keimigrasian, Fasilitas Pertanahan, Fasilitas Perizinan dan Non Perizinan.

Demikian pula dengan dukungan infrastruktur wilayah, berbagai infrastruktur wilayah tengah dikembangkan dan disempurnakan, khususnya yang terkait dengan konektivitas. Di tahun 2017 ini, Bandara Internasional Lombok (BIL) akan dilengkapi dengan dua apron baru untuk pesawat berbadan lebar (widebody) sekelas Boeing 777 atau Airbus 330. Artinya BIL akan mampu menampung 10 (sepuluh) apron pesawat berbadan sedang (narrow body) dan 2 (dua) apron untuk berbadan lebar. Pengembangan bandara juga akan dilanjutkan dengan perpanjangan landas pacu dari 2750 meter menjadi 3000 meter. Direncanakan, dalam waktu dekat, BIL akan mampu melayani penerbangan jarak jauh (long haul).

Selain itu, Terminal Pelabuhan Gili Mas di Teluk Lembar dalam proses pengembangan. Melalui terminal ini kapal pesiar (cruise) dapat merapat dan efisien menurunkan wisatawan tanpa perlu lagi lego jangkar di tengah laut. Pembangunan infrastruktur konektivitas diharapkan akan membuat sektor pariwisata berkembang pesat. Peningkatan infrastruktur konektivitas tentu saja akan membuka peluang tumbuhnya berbagai kegiatan industri, perdagangan dan investasi bagi masyarakat.

Salah satu keunggulan KEK Mandalika yang memiliki luas 1034 hektare (ha) ini adalah diterapkannya green infrastructure. Nantinya suplai air bersih dan air minum bagi resort Mandalika berasal dari proses desalinasi air laut. Demikian pula dengan suplai tenaga listrik, yang dirancang melalui pembangkit energi surya. Keberadaan green infratsructure tentunya akan menambah daya tarik investor kelas dunia menanamkan modalnya di KEK ini. Praktik green economy diharapkan membangun kebanggaan bagi Pemerintah, masyarakat dan pengelolanya. Apabila semua itu terwujud, maka KEK Mandalika dapat menjadi percontohan bagi pengembangan kawasan sejenis lain di Indonesia.PT Indonesia Tourism Development Corporation sebagai pengusul dan pengelola, Dewan Kawasan bersama masyarakat dapat senantiasa menjaga iklim sosial ekonomi kondusif dan integritas lingkungan hidup wilayah. Sehingga nantinya KEK Mandalika dapat berkembang dengan baik dan membangun manfaat berkelanjutan bagi semua.

Sementara Wagub NTB, H. Muhamad Amin saat membuka RTM II mengaku senang karena RTM ini dapat berjalan. Ia berharap dengan kegiatan semacam ini NTB makin dipromosikan dan agen-agen dapat menjual paket wisata ke Lombok dengan lebih agresif. Pemerintah propinsi NTB akan terus mendukung upaya stakeholder pariwisata di Lombok untuk memajukan pariwisata NTB. Sejumlah penghargaan nasional dan international memang telah diraih NTB, namun diingatkannya agar kita kita berpuas diri, mari kita terus berusaha dan menggalang kekuatan agar pariwisata NTB khususnya Halal Tourism makin diminati dan ‘dibeli’ oleh wisatawan mancanegara. (*)

Gili Trawangan Jadi Primadona

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.