Travel Warning China, Pukul Telak Industri Pariwisata Filipina

filipinaJakarta (Paradiso) – China telah mengeluarkan travel warning agar warganya tidak bepergian ke Filipina menyusul adanya pengeboman yang terjadi di Kedutaan Besar China yang ada di Manila. Akibat peristiwa tersebut, puluhan ribu wisatawan China membatalkan perjalanan mereka ke Filipina paska pemerintah Beijing mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning.

Ini juga membawa dampak bagi industri pariwisata Filipina dimana hotel, maskapai penerbangan, dan operator perjalanan mengalami sakit hati yang luar biasa akibat tindakan tersebut. Peristiwa pemboman tersebut, disinyalir perbuatan dari geng kriminal yang ada disana.

Peringatan tersebut sangat memukul telak industri pariwisata Filipina dimana China merupakan wisatawan asing yang paling sering berkunjung ke negara tersebut. Bahkan, hal ini juga memukul kunjungan wisatawan ke salah satu tujuan wisata paling terkenal di Filipina yaitu Pulau Boracay. Di pulau tersebut hampir 20 ribu wisatawan China membatalkan pemesanan dalam waktu lima hari.

“Ini merupakan pukulan bagi pariwisata kami, diman pembatalan terjadi secara serempak,” kata Direktur Pariwisata Regional Filipina, Helen Catablas.

Bahkan dirinya menambahkan, maskapai penerbangan murah terbesar yang ada di negara itu, Cebu Pacific pun mengatakan hal serupa bahwa terjadi pembatalan sebanyak 149 penerbangan dari China menuju Manila hingga akhir tahun ini.

Sebelum adanya peringatan perjalanan, China merupakan pasar terbesar ketiga di Filipina setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat. Kunjungan wisatawan China pada semester pertama kemarin naik hingga 13,6 persen menjadi 226.163. Setelah kejadian pengeboman tersebut, hampir seluruh pemerintah asing melarang warga nya untuk ke Filipina karena banyaknya geng kriminal yang mengancam penculikan warga asing. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.