UKM Didorong Manfaatkan KUR Pariwisata Demi Terwujudnya Kawasan Mandalika Berkelas Dunia

Lombok Tengah (Paradiso) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menjalankan usahanya di Bazaar Mandalika, Lombok, NTB, didorong untuk memanfaatkan KUR Pariwisata agar semakin bisa meningkatkan kelas usahanya.

Semenjak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP), Mandalika terus dipersiapkan menjadi kawasan pariwisata unggulan kelas dunia di Lombok. Salah satu usaha untuk mempersiapkan Mandalika dengan melakukan pemberdayaan UMKM termasuk dukungan modal.

Untuk itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengadakan “Sosialisasi dan Coaching Clinic Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah” yang diikuti sekitar 110 pelaku UMKM di kawasan tersebut di D’max Hotel, Lombok Tengah, Jumat (22/2/2019).

“Sebagai salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP), sektor pariwisata dan ekonomi di Mandalika akan berkembang. Saya ingin masyarakat Mandalika tidak hanya menonton tapi ikut merasakan hasilnya,” ujar Henky Manurung, Asdep Investasi Pariwisata Kemenpar saat membuka acara.

Kemenpar berkomitmen untuk memfasilitasi para pelaku usaha UMKM untuk mendapatkan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus pariwisata, yang disalurkan melalui bank-bank BUMN.

Pimpinan Cabang BNI KCU Mataram, Muhammad Musafak mengatakan KUR Pariwisata diberikan untuk kegiatan usaha produktif yang mendukung 10 DPP dan 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Untuk usaha mikro dan kecil, suku bunga KUR pada 2019 sebesar 7% pertahun. Grace Period atau masa tenggang diperbolehkan tergantung kesepakatan debitur dengan masing-masing penyalur KUR,” ujar Muhammad Musafak.

Pada 2018, penyaluran KUR Pariwisata melalui BNI sebanyak 56 debitur, sebesar Rp14,6 miliar. Sehari sebelumnya, Kamis (21/2) di sela-sela sesi Creative Dialogue yang merupakan rangkaian dari Festival Bau Nyale 2019, pihak BNI juga menyerahkan bantuan KUR kembali secara simbolis kepada 5 debitur, dengan total bantuan sebesar Rp 800 juta.

Kepala Divisi Operasional dan Komersial The Mandalika (ITDC), Putu Trisna Wijaya, menjelaskan sebagai wujud nyata pemberdayaan para pelaku UMKM di kawasan tersebut, KEK Mandalika memiliki Bazaar Mandalika sebagai bagian dari dukungan tersebut.

“Bazaar Mandalika dibangun sebagai ‘sociocommercial marketplace’ yang dengan konsep 5C (commerce, culture, creativity, culinary, dan community hub) untuk menampung UMKM yang layak dan berkualitas. Bazaar Mandalika diharapkan mampu berkembang layaknya Chatuchak di Thailand, Little India di Singapura, Harajuku di Tokyo, dan Grand Bazaar di Turki,” ujar Putu.

Saat ini, Bazaar Mandalika memiliki kapasitas sebanyak 303 kios UMKM yang saat ini telah terisi dengan rincian creative zone 110, culture zone 148, dan culinary zone 14. Sejumlah produk dengan produk-produk yang dijual seperti kerajinan tangan, kain tenun, pakaian tradisional, hingga kuliner khas Lombok.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah H. Lalu Mohammad Putria, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap Mandalika. “Lombok memiliki alam dan budaya yang bagus. Saya harap dengan bantuan pemerintah, Lombok mampu menjadi destinasi wisata nomor satu Indonesia,” tutup H. Lalu Mohammad Putria. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.