Wisata Tanjung Lesung Makin Menggeliat

Jpeg
“Explore Tanjung Lesung” di Menara Batavia, Jakarta.

Jakarta (Paradiso) – Tanjung Lesung merupakan kawasan pariwisata terpadu di ujung sebelah barat Pulau Jawa, Provinsi Banten. Keindahan alam dan potensi wisata bahari yang dimiliki banyak kalangan menyebut sebagai Bali-nya Jawa. Kini Tanjung Lesung terus berdandan, menjelma sebagai kawasan wisata yang eksotik.

Setyono Djuandi Darmono, Presiden Director dan CEO PT Jababeka Tbk mengatakan Tanjung Lesung adalah berlian yang terpendam dari Pulau Jawa. Tempat ini cocok bagi Anda yang ingin berlibur ditemani dengan suasana yang tenang dan damai. Selain itu, bagi Anda yang ingin melakukan foto pre-wedding, pesta pernikahan, Tanjung Lesung bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda.

“Selain menjadi alternatif pilihan wisata, potensi investasi pariwisata di Tanjung Lesung masih sangat besar. Khususnya di sektor properti yaitu pembangunan hotel, villa dan cottage,” ujar Darmono saat acara “Explore Tanjung Lesung” di Menara Batavia, Jakarta, Rabu (17/12).

“Harga tanah bisa dari nol, sampai Rp 10 juta. Misalnya Ritz Carlton mau bilang saya mau bangun 5 hektar. Saya kasih gratis, boleh karena Ritz Carlton sudah punya pasar. Kalau tanah gratis, tapi kalau tidak memberikan nilai tambah (untuk apa). Jadi bisa bervariasi. Kita bisa berunding di sana,” kata Darmono.

Saat ini, di Tanjung Lesung selain ada hotel, ada juga villa mewah lengkap dengan kolam renang pribadi di kawasan pariwisata ini dengan harga Rp 2 miliar. Ia mengatakan, harga ini jauh lebih murah dengan villa yang sama di Bali.

“Vila di Tanjung Lesung kurang lebih Rp 2 miliar, di Bali persis Rp 10 miliar, ada kolam renangnya sendiri itu persis Rp 10 miliar. Di Tanjung Lesung itu 20% (saja). Bisa dibayangkan 10 tahun kemudian itu berapa,” tuturnya.

Ia menambahkan ke depannya, kawasan ini bakal dilengkapi landasan pesawat terbang untuk pesawat-pesawat kecil. Selain itu, untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan, rencananya akan dibangun pelabuhan yang menggandeng PT Pelindo untuk menangkap pasar kapal pesiar.

tanjung lesung pantai bodurDarmono juga menambahkan, dari total lahan yang dikelola Jababeka di Tanjung Lesung, baru hanya 20% lebih yang terpakai untuk hotel, cottage, villa dan lainnya. “Sekarang ini Pak Setiawan (Dirut Banten West Java-anak usaha Jababeka) sudah membangun 200 kamar yang umumnya hanya penuh saat Sabtu dan Minggu,” katanya.

Lebih lanjut, Tanjung Lesung sendiri menjadi pintu gerbang terdekat dari dua objek wisata dunia yaitu objek wisata gunung Krakatau yang yang dapat ditempuh 1.5 jam dari Tanjung Lesung dan kedua adalah Taman Nasional Ujung Kulon.

Kawasan ini juga merupakan salah satu jalur yang terlewati untuk kapal-kapal pesiar asing di pelintasan Samudra Hindia menuju Australia, sehingga kawasan Tanjung Lesung dapat dikembangkan menjadi kawasan marina.

Kunjungan Wisatawan Masih Minim

Hasil perhitungan kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung hanya 250.000 orang per tahun, 10 persen dari angka tersebut merupakan wisatawan mancanegara.

“Saat ini kunjungan memang belum bisa dibilang banyak, apalagi mengingat kunjungan wisatawan hanya sebatas Sabtu dan Minggu saja. Sedangkan hari biasa, tak dikunjungi wisatawan sama sekali padahal untuk akses jalur darat sudah tak seperti setahun lalu. Waktu itu memang rusak parah. Kalau sekarang sudah mulus, sudah dibeton. Garis jalannya pun sudah ada sehingga memudahkan wisatawan yang akan datang,” ungkap Darmono.

Kunjungan wisatawan yang dinilai sedikit tersebut menuai keprihatinan. Padahal menurut Darmono, destinasi wisata ke Tanjung Lesung seharusnya sudah dapat diperhitungkan. “Tanjung Lesung tak kalah dengan Bali yang sudah ramai. Tanjung Lesung juga tak kalah dengan Singapura. Saya selalu membayangkan, kemana orang-orang Jakarta saat liburan? Padahal ada destinasi wisata yang sangat indah dan dekat dengan Ibu Kota,” ujarnya.

Untuk jalur darat, Darmono menjelaskan bahwa hanya butuh waktu tempuh tiga jam perjalanan dari Jakarta ke Tanjung Lesung yang berjarak 180 kilometer. Apalagi, bila rencana pembangunan infrastruktur Tol Serang Timur-Panimbang sudah terealisasi, kemungkinan waktu tempuhnya bisa lebih cepat lagi. Beragam destinasi wisata di sana ia tawarkan. Di antaranya pantai-pantai yang indah dengan penginapan berupa vila dan cottage.

“Sebagai sebuah destinasi wisata, Tanjung Lesung memiliki patai-pantai yang begitu eksotis, Sagna Beach dan Bodur Beach. Pengalaman liburan tentu lebih menyenangkan dengan menghabiskan waktu mengunjungi pantai-pantai dengan pasir putih, laut berwarna biru, kondisi alam yang terjaga dan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan seperti diving ke titik tenggelamnya kapal peninggalan VOC, snorkeling, kegiatan camping, bermain sepeda dan aktivitas water sport lainnya,” urainya.

Aktivitas yang juga baru dan belum dapat ditemui di obyek wisata pantai lain ialah bird feeding, yaitu pengalaman mengarungi laut dengan perahu sambil menyebarkan makanan-makanan burung ke laut. Burung-burung akan datang sendirinya dengan lincah. Bagi mereka yang suka fotografi, aktivitas ini dapat dijadikan sebagai obyek foto yang begitu menakjubkan.

Saat ini, selain dapat menjadi alternatif destinasi liburan, Tanjung Lesung juga layak dipakai untuk kebutuhan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition). “Kami punya banyak tempat yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk mereka yang masih berada dekat-dekat dengan Jakarta tak perlu lagi mencari tempat meeting jauh hingga ke Singapura. Harga yang mereka tawarkan bisa jadi 10 kali lebih mahal,” pungkasnya. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.