Wow, Pasangan Turis Nomadic Asal Prancis Tiba di Jakarta Naik Mobil

JAKARTA (Paradiso) – Nomadic tourism sangat menyenangkan. Sebab, kita bukan hanya bisa mengelilingi destinasi disuatu daerah. Bahkan bisa hingga keliling daerah. Pasangan asal Prancis Eva & Philippe membuktikan hal tersebut. Dengan menaiki mobil pasangan ini keliling dunia. Dan mampir di Jakarta.

Eva & Philippe tiba di Indonesia setelah 2,5 tahun perjalanan dari Perancis. Pasangan asal Bordeaux ini berkelana jalur darat dari Eropa melewati 27 negara hingga sampai ke Jakarta menggunakan Land Rover Camper. Misinya sangat simple. Tur keliling dunia naik Land Rover mereka yang diberi nama Zebra.

Sebelum sampai di Indonesia, pasangan ini menghabiskan waktu selama 6 bulan di Malaysia. Zebra Eva dan Phillipe masuk ke Jakarta bulan Oktober 2018 lalu.

“Kami harus bayar 2000 Euro untuk mengirim mobil campervan kami dari Port Klang ke Jakarta. Begitu sampai, kami langsung tur ke Sumatera sampai ke Pulau Banyak di Aceh. Sayang sekali Malaka-Dumai belum ada kapal RORO padahal itu bisa memotong waktu dan biaya perjalanan. Saya rasa itu kunci untuk membuka rute cross border overland antara Malaysia & Indonesia,” kata Phillippe.

Buat Philippe, perjalanan ini sangat istimewa. Sebab, 5 tahun lalu ia mengalami krisis kehidupan. Mulai dari terkena stroke, berhenti dari pekerjaan, cerai dengan istri pertamanya. Kondisi itu yang membuatnya bertekad menjadi full time Nomad.

Setelah bertemu Eva, Philippe lantas menjual salah satu propertinya di Prancis untuk beli Land Rover baru. Mobil ini dimodif. Ia membuat cabin ibarat rumah bergerak. Isinya? Kamar tidur, toilet, pendingin, dapur.

“Sebelum meninggalkan Prancis, kami juga beli Apartemen baru yang kemudian kami sewakan lewat Airbnb. Passive income itulah yang mendanai kami untuk hidup di perjalanan selama 2,5 tahun belakangan ini,” jelas Phillipe.

Dalam perjalanannya, Pasangan ini juga harus bayar jaminan untuk carnet (passport untuk kendaraan yang ingin cross border). Biayanya di Prancis 80% dari harga beli mobil.

Di Indonesia, keduanya berencana berhenti lama. Sebelum melanjutkan perjalanana ke negara-negara lain.

“Rencana awalnya begitu, sebelum kami ke India, Afrika dan Amerika Selatan. Tapi tampaknya kami terlalu jatuh cinta dengan Indonesia dan mungkin ini akan jadi stop paling lama. Kami baru saja menyelesaikan Sumatera dan sudah sampai ke Bali juga. Ternyata Indonesia terlalu besar, mungkin gak cukup untuk satu tahun untuk keliling semuanya,” ujar Philippe.

Ketua Tim Ahli Nomadic Tourism Kementerian Pariwisata Waizly Darwin, mengatakan konsep nomadic tourism sangat tepat diterapkan di Indonesia.

“Dengan nuansa alamnya yang terdiri dari gunung dan lautan, konsep nomadic sangat cocok diterapkan. Sebab wisatawan bisa melakukan mobilitasnya dengan cepat,” tutur Waizly.

Dijelaskannya, nomadic tourism juga bisa menjangkau destinasi yang jauh.

“Ada banyak jenis nomadic. Seperti caravan, glamcamp, live aboard, dan sea plane dan lainnya. Tentu penerapannya disesuaikan dengan kondisi destinasi. Destinasi yang susah dijangkau, bisa memaksimalkan sea plane,” paparnya.

Waizly menambahkan, Eva dan Phillipe menyambut bahagia rencana Kementerian Pariwisata yang ingin menginisiasi kategori Visa baru untuk Nomad.

“Seperti yang dibahas pada saat FGD Nomadic Tourism Desember 2018 lalu. Karena satu yang jadi kendala adalah persoalan Visa yang pas untuk nomad seperti mereka,” paparnya.

Waizly menambahkan, Kedua pasangan ini adalah contoh pengembara mewah. Mereka tak hanya bermodalkan uang (money), namun juga waktu (time) dan kebebasan (freedom) untuk berkelana. Menurutnya, mereka mencari journey, bukan destinasi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik hadirnya dua wisatawan nomadic asal Prancis ini.

“Sebelum ke Jakarta, keduanya sudah berkeliling Sumatera. Ini bagus buat kita. Membuktikan jika Indonesia itu aman. Pariwisatanya juga ramah terhadap wisatawan dan traveler. Kementerian Pariwisata juga mendukung bergulirnya nomadic tourism di Indonesia. Karena, alamnya sangat mendukung buat mereka yang senang berpindah destinasi,” paparnya.(*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.